Loading...

TEHNIK PEMBUATAN TANAMAN JERUK BERBUAH DILUAR MUSIM

TEHNIK PEMBUATAN TANAMAN JERUK BERBUAH DILUAR MUSIM
Pada saat ini telah dikembangkan tehnologi yang mengatur pembungaan dan pembuahan, sehingga tanaman dapat memproduksi buah sepanjang tahun termasuk berbuah diluar musim.Tehnik ini merupakan suatu tehnik pengaturan jadual pembungaan dimana peride panen buah lebih panjang (berbuh lebih cept dan terus-menerus). Di Indonesia tehnik ini sudah dilakukan pada tanaman mangga dan jeruk yang dapat memproduksi buah 8-10 bulan dalam setahun.Tehnik memproduksi buah diluar musim ini disebut juga induksi pembungaan. Tehnik induksi pembungaan pada tanaman jeruk ada beberapa macam, namun yang utma adalah: 1. Tehnik pengeringan dan pengairan2. Tehnik pencekikan /penjeratan batang dan penyemprotan Kalium Nitrat (KNO3)3. Penggelangan atau pengertan / pengeratan atau penyemprotan KNO34. Tehnik pemberian kultur atau zat pengatur tumbuh dan penyemprotan KNO31. Tehnik pengeringan dan Pengairan.Tehnik ini dilakukan sebagai berikut : - Pada musim kemarau dimana tanaman berada dalam keadaan kering selama 2-3 bulan berturut-turut sehingga kondisi tanmn mengalami layu daun (stress).- Jeruk yang ditanam dilahan sawah kondisi stress air dilakukan dengan pembuatan saluran drainase dan penutupan daerah sekitar perakaran dengan mulsa plastic, jika mtanaman dalam kondisi stress air, maka akan muncul bunga.- Pada saat tanaman mulai layu kemudian dilakukan penyiraman yang ditambah dengan pupuk urea dengan dosis seperempat dosis anjuran. Keadaan layu tersebut jangan sampai melampoi titik layu permanen, karena tanaman akan mengalami kematian.- Kekurangan air/kekeringan terlalu lama akan mengganggu pembungaan dan mengakibatkan produksi bunga terlalu banyak sehingga saat pembuahan tersebut menjadi sedikit atau bahkan tidak berbuah, oleh karena itu pada saat keluar bunga atau buah yang terlalu banyak perlu dilakukan pengurangan /penjarangan buah agar pada tahun berikutnya tanman dapat berbunga dan berbuah dengan baik.Beberapa langkah cara mengatur pembungaan tanaman jeruk dilahan kering yang mendpatkan irgasi secara berkelanjutan dapat digambarkan pada tabel.Langkah kegiatan WaktuPada saat panen raya berakhir dilakukan :Pemangkasan pemeliharaan,pembuangan tunas-tunas muda,sanitasi kebun Mei / JuniPemupukan, Pengairan setiap 6-7 hari Juni/JuliBuah hasil pembungaan I sebesar kelereng Agustus / SeptemberPada saat pembungaan I dilakukan : Pengaira setiap 6-7 hari September/ oktoberDipupuk, Pembungaan II Nopember / desemberBuah hasil pembungaan II sebesar kelereng,Pembungaan susulan III Januari – PebruariPanen hasil susulan pembungaan IDipupuk Maret – april Panen hasil pembungaan II Mei – JuniPanen hsil susulan III, dipupupk Juli - agustus2. Pencekikan /Penjertan Batang dan PenyemprotanKNO3.Bahan dan alat berupa tali / kawat yang tidak mudh berkarat, yang mempunyai ukuran diameter sedang (tidak terlalu besar atau kecil) dan tang.Cara melakukan pencekikan yaitu : ? Pilih batang yang akan dijerat, posisi batang dibawah cabang utama tanaman.? Penjeratan dengan cara melingkarkan kawat kebatang setinggi 50 cm dari leher akar dan ditarik keras/kencang dengan menggunakan tang sampai sedikit agak menekan kulit batang? Sekitar satu sampai dua bulan kawat dilepas, dan kemudian tanaman disemprotkan merata diseluruh permukaan daun dengan KNO3 konsentrasi 30gram/liter air. Biasanya satu bulan setelah itu tanaman mulai berbunga.3. Penggelangan/Pengeratan dan Penyemprotan KNO3Pengeratan batang bertujuan agar makanan yang dimasak pda daun tidak kembali ke akar karena lapisan floem pada batang sudah dihilangkan. Sebaliknya zat hara dari dalam tanah tetap diangkut kedaun karena lapisan xylem pada batang tidak ikut dikeluarkan bersama floem, sehingga makanan hasil pemasakan di daun dikonsentrasikan untuk pertumbuhan bunga.Waktu yang baik untuk pengeratan batang adalah musim hujan. Jika dilakukan pada musim kemarau dan terjadi penguapan air yang banyak pada tanaman, sehingga kandungan air tanah sedikit sehingga pemacuan buah akan gagal.Cara pengeratan yaitu : ? Kulit kayu tanaman batang utama dikerat/dikerok selebar kurang lebih 2 cm, setinggi 50 cm dari leher akar. Cara pengeratan kulit kayu hamper sama dengan cara mencangkok. Kambium batang jangan sampai dihilangkan.? Bekas luka ditutup dengan selotip (plaster) warna hitam, setelah dua bulan dilepas, plester penutup lalu disemprot dengan KNO3 dosis 30 gram /liter air merata keseluruh permukaan daun, satu bulan kemudian tanaman mulai berbunga.4. Tehnik pemberian cultur/pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) dan penyemprotanKNO3.Zat pengatur tumbuh adalah suatu senyawa yang mengatur keseimbangan pertumbuhan dari fase fegetatif ke fase generative. Bahan aktif yang digunakan adalah Pacbutrazol denga (merek dagang cultar),asam Gibrelat (GA) dan campuran asam Niftalen Asetat (NAA).Mekanisme kerja ZPT bersifat menghambat pertumbuhan vegetative sehingga pemberiannya akan lebih efektif dengan memperhatikan beberapa factor seperti : iklim (tanaman tidak kekurangan air), fase tanaman (stadia dewasa) serta diberengi dengan pemberian KNO3.Aplikasi ZPT dilakukan pada tanaman jeruk yang berada pada kondisi tanah tidak kekurangan air atau paling sedikit dalam keadaan kapasitas lapang. ZPT diberikan dengan dosis anjuran 4-7cc/liter air.Waktu pemberian 2-3 bulan sebelum saat mulai bunga, disiramkan disekitar daerah akar tepat dibawah bagian tajuk terluar secara melingkar. Jumlah larutan yang diberikan disesuaikan dengan ukuran/umur tanaman, semakin besar ukuran tanaman, larutan yang diberikan semakin banyak, dua bulan setelah itu disemprot dengan KNO3, dosis 30gram /liter air secara merata keseluruh permukaan daun.Pelaksanaan induksi pembungaan dengan cara pencekikan /penjeratan batang, penggelangan / pengeratan dan penggunaan cultur atau zat pengatur tumbuh dan KNO3 perlu memperhatikan kondisi sebagai berikut: 1. Tanaman yng telah dipilih telah mencapai umur produktif tetapi hasil buah sedikit atau tidak berbuah secara optimal/ sedikit atau tidak berbuah.2. Sebaiknya tanaman berumur 4 tahun.3. Tanaman yang pohonnya baik, tidak stress dan tidak kekurangan unsure hara.4. Pemberian cultur cukup dilakukan 2 tahun sekali yang diberi cultur disemprot dengan KNO3, dosis cultur yang diberikan harus dicoba terebih dahulu agar efektif. Sebab kalau terlalu benyak menyebabkan malai bunga memendek dan berdempetan satu dengan yang lain.Cara lain dalam mengatur pembungaan tanaman jeruk dapat ditempuh dengan cara : a. Penundaan Waktu Pembungaan Penundaan waktu pembungaan dilakukan dengan cara memetik semua yang muncul pada saat musim hujan atau menyemprot tanaman dengan giberilin 100 ppm, pada musim kemarau (1-3 bulan).Pada musim hujan , tanaman dikeringkan dengan membuat drainase dan menutup tanah dibawah tajuk tanaman dengan mulsa plastik, agar tanah dibawah tajuk tidak mendapat curah hujan (1,2-2,5 bulan).Jika daun tanaman jeruk menunjukan gejal mengkerut (daun tidak gugur) mulsa plastic dibuka kemudian tanah disiram dengan volume air yang cukup banyak, diberi pupuk urea seper empat dosis. Biasanya beberapa hari kemudian tanaman akan berbunga.b. Membongkar kulit luarCara ini dilakukan pada tanaman yang kulit kulit batangnya sudah pecah-pecah mengelupas dan tanaman sudah tua. Bagian yang dikerok adalah kulit luar batang utama dan dahan tanaman kira-kira 50cm dari leher akar tanaman. Alat yang digunakn untuk mengerok adalah pisau tumpul.Waktu pengerokan yang baik adalah dilakukan pada beberapa hari setelah panen dan setelah tanda-tanda tunas bunga mulai muncul. Pengerokan dilakukan bersamaan dengan pemangkasan ranting sebanyak 3-4 daunc. Mencacah Kulit BatangMencacah kulit batang bertujuan agar makanan yang sudah dimasak didaun tidak akan kembali lagi ke akar.Pencacahan menggunakan golok atau pisau yang tajam yang dilakukan tidak teratur melingkar kulit batang sampai setinggi 150 cm dari permukaan tanah. Setelah pencacahan kemudian dilakukan pemupukan.d. Pemangkasan Cabang/RantingPemangkasan cabang/ranting biasanya dilakukan pada tanaman yang sudah panen, dan dilakukan pada bagian ; tangkai bekas buah yang sudah dipetik agar tidak menghambat pembentukan bunga, cabang/ranting yang terserang penyakit dan tunas-tunas air harus dibuang dan pemangkasan berat pada cabang/ranting terlalu muda dapat membantu proses munculnya bunga.e. Pemangkasan Akar TanamanPemangkasan akar tanaman dilakukan pada tanman yang mempunyai air tanah dangkal seperti, daerah pasang surut, tanah sawah dan lain-lain. Akar yang dipangkas / dipotong adalah hanya akar serabut yang terdapat dibawah tajuk kanopi bagian luar secara melingkar. Setelah pemangkasan dilakukan pemupukan dengan pupuk buatan.