TAPIN DAN TABELAPara petani yang mengelola usahataninya sangat mengharapkan adanya perubahan perubahan dalam tingkat kesejahtraan hidupnya.Salah satu usaha bagi pemerintah dalam hal ini adalah menyampaikan harapan pada petani dalam meningkatkan produksi usahataninya yaitu melakukan penyuluhan pertanian agar terjadi perubahan perubahan yang positif dalam pengelolaan usahatani mereka. Aktif menyelenggarakan penyuluhan-penyuluhan teknologi baru yang sesuai dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan pertanian.Peningkatan produksi usahatani hanya bisa dicapai kalau para petani mau dan mampu menerapkan teknologi baru yang akan menguntungkan mereka (Sudirman, 2007).Cara tanam merupakan salah satu bentuk informasi teknologi yang penting bagi petani dalam upaya meningkatkan produksi pendapatan usahatani padi. Ada dua jenis cara tanam yang umumnya dilakukan petani saat ini, yakni TAPIN dan TABELA, seperti yang dijelaskan berikut ini Tanam pindah (Tapin) adalah suatu cara penanaman atau pembudidayaan tanaman dengan terlebih dahulu mengadakan persemaian (Haris, S.,2007)Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya sebap benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah. Oleh kerena itu persemaian harus benar-benar mendapat perhatian agar bibit padi yang di tanam dapat tumbuh dengan sehat dan subur (Anonim, 2011)Tatanggustawan (2009), cara bercocok tanam padi yang umum di lakukan oleh petani sampai saat ini adalah dengan cara tanam pindah yaitu bertanam padi dengan terlebih dahulu benih di semaikan selama 21 hari kemudian di pindahkan kelahan sawah. Kelebihan cara tanam pindah adalah sistem perakaran tanaman yang kuat sehingga tanaman tidak mudah rebah. Namun kelemahannya antara lain penggunaan tenaga kerja dalam jumlah banyak, serta memerlukan waktu relatif lama dan kurang efisien. Tanam benih langsung (Tabela) adalah penanaman tanaman tanpa melalui persemaian,tanpa pemindahan bibit di areal pertanaman. Dalam hal ini,benih yang di tanam langsung adalah benih yang sudah di rendam selama 24 jam dan di peram selama 24 jam. Selain itu pengolahan dan perataan tanah harus benar-benar dilakukan dengan baik kemudian di tanam dan dilarik pada tanah dalam keadaan macak-macak tanpa adanya genangan air (Makarim, dkk., 2000)Cara penanaman pada sistem tanam benih langsung dengan cara menggunakan alat tanam benih langsung serta dapat pula di tempuh dengan cara manaburkan benih secara langsung merata dalam barisan .dalam penanaman sistem tanam langsung dalam barisan kegiatan relatif mudah di lakukan dan dapat di lakukan penyulaman pada populasi yang jarang.1. Keuntungan sistem tanam benih langsung (Tabela) menurut Haris,S., (2007) antara lain1.2 Masa produksi lebih singkat karena pertumbuhan vegetative tanaman berlangsung sepenuhnya di araeal pertanaman, persiapan lahan dapat di lakukan 2 sampai 3 minggu sebelum penanaman karena tidak di perlukan lagi persemaian.1.3 Hemat tenaga kerja karena tidak memerlukan lagi tenaga kerja persemaian, pencabutan bibit, pengangkutan serta penanaman bibit.1.4 Hemat penggunaan air, pemasukan air ke areal persawahan dapat berangsur dan di sesuaikan dengan pertumbuhan tanaman.1.5 Meningkatkan hasil persatuan luas. Populasi tanaman relative lebihbanyakdenganpemelihraan yang baik2. Di samping mempunyai kelebihan, sistem ini juga mempunyai kekurangan yaitu:2.1 Sistem perakaran tanaman yang tidak kuat sehingga tanaman mudah rebah.2.2 Tanaman sangat mudah di serang hama dan penyakit seperti tikus,penggerek batang,wereng coklat karena tanaman sangat padat2.3 Tanaman tidak tahan pada kondisi yang kering karena sistem perakaranya dangkal (Tatanggustawan, 2009).Penulis : H.Tamsil Penyuluh Kabupaten Bulukumba htamsil127@gmail.cpmSumber : Materi Penyuluhan (Folder Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Bulukumba