Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya berasal dari Brazilia. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17, dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang banggala. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah "peanut" atau "groundnut". Dalam kenyataan nya produktivitas kacang tanah di Kecamatan batukliang masih rendah rata-rata di bawah 1 ton per-ha. Untuk itu lah diperlukan cara-cara budidaya yang tepat dan benar sesuai dengan rekomendasi. Adapun tahapan kegiatannya adalah sebagai berikut : I. PERSARATAN AGRONOMIS Dapat tumbuh diberbagai jenis tanah; tekstur ringan sampai berat. Tanah yang paling sesuai adalah bertekstur ringan, drainase baik, remah, gembur, dan warna cerah pucat. Hal ini diperlukan karena : a. Mempermudah perkecambahan benih. b. Mempermudah ginofor masuk ke dalam tanah c. Mempermudah panen dan mengurangi kehilangan hasil d. Tanah tidak melekat pada kulit polongPH tanah berkisar antara 6,0 – 6,5. Tanah ber pH tinggi tidak sesuai untuk kacang tanah. Suhu udara optimal : 22 – 28 dc, suhu tanah adalah lebih besar dari 20 dc. Kebutuhan air 500 – 700 mm per periode. II. PENGOLAHAN TANAH Tujuan Pengolahan tanah : a. Untuk memperoleh struktur tanah yang dibutuhkan bagi pertumbuhan benih atau akar. Struktur remah diperlukan guna memungkinkan peresapan yang cepat dan ketahanan terhadap hujan, untuk mendapatkan kandungan dan pertukaran udara yang cukup di dalam tanah, dan untuk memperkecil hambatan terhadap penembusan akar. b. Untuk mengendalikan gulma.Persyaratan Olah tanah adalah pada kedalaman olah 30 cm dilakukan dengan pola 2x bajak dan 1x garu. Setelah itu Buat bedengan dengan lebar 3 m kemudian buat parit di antara bedengan dg ukuran 30 x 30 cm. III. PERSIAPAN BENIH Kupas benih yang masih dalam bentuk polong lalu pilih biji yang baik (warna kulit ari cerah, bernas & sehat). Biji terpilih dicampur dengan parutan kunyit agar menghindari dimakan semut. IV. PENANAMAN Lakukan penanaman dengan sistem tugal/alur. Masukkan benih dalam lubang dengan dosis 1 butir per lubang. Gunakan jarak tanam 40 x 15 cm (populasi/ha = 166,7 ribu). Gunakan alat bantu untuk mempercepat pekerjaan & menghemat biaya. V. PEMUPUKAN Pemupukan dilakukan saat tanam dengan penggunaan pupuk berimbang. Pupuk diberikan dengan cara ditabur pada larikan yang dibuat diantara lubang tanam. Pada umur 20 HST, dianjurkan penambahan Kaptan / Dolomit dengan dosis 200 kg/Ha. VI. PERAWATAN TANAMAN 1. Pemupukan 2. Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan tanaman pengganggu dilakukan 2 x yaitu pada Umur 20 HST (sebelum berbunga) dan umur 45 HST (fase pembentukan polong) 3. Pembumbunan, dilakukan sambil penyiangan. 4. Pengendalian Hama & Penyakit5. Pengairan. VII. PANEN Umur panen antara 90 – 100 HST. Tanda-tanda menjelang panen adalah sebagian daun menguning & kulit bagian dalam polong berwarna coklat mengkilap. Panen dilakukan dengan cara manual, dicabut lalu 'dirampek' yaitu tanaman kacang yang baru dicabut dipukulkan pada batang pisang. Hal ini dilakukan untuk merontokkan polong dari batangnya, setelah dirampek bersihkan polong dari sisa daun & kotoran. (Penulis, MAHLI, SP) Sumber :1. http://www.ristek.go.id. (2000) TTG Budidaya Pertanian Kacang Tanah, 13 h2. Slide Presentasi PT. Bumi Mekar Tani (2015), Teknis Budidaya Kacang Tanah