Loading...

TEKNIK MEMPERBANYAK BENIH PEPAYA

TEKNIK MEMPERBANYAK BENIH PEPAYA
TEKNIK PERBANYAKAN PEPAYA OLEH : HAFITA SAJRATUN PUA NOTE, SP Cara praktis memperoleh benih papaya ialah memebelinya di took pertanian, dari petani lain atau produsen benih. Namun, untuk menghemat biaya produksi, petani papaya dapat memproduksi benih sendiri, asalkan caranya benar sehingga benih yang dihasilkan berkualitas, murni, daya tumbuhnya tinggi dan sama dengan induknya (true to type)Produksi benih papaya bersari bebas dapat dilakukan melalui penyerbukan sendiri (selfing) atau perkawinan antar jenis yang sama pada satu populasi yang besar. Tujuannya adalah untuk mempertahankan sifat tertentu tanpa ada kontaminasi sifat-sifat dari luar yang mungkin terbawa oleh serbuk sari,Berdasarkan jenis bunganya, tanaman pepaya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu tanaman jantan, tanaman betina dan tanaman sempurna. Tanaman jantan hanya menghasilkan bunga jantan, tanaman betina hanya menghasilkan bunga betina, dan tanaman sempurna menghasilkan bunga jantan dan bunga betina. Bunga betina biasanya buah yang bentuknya agak bulat dan juga sedikit. Persilangan hendaknya dilakukan antara tanaman berbunga sempurna dengan tanaman berbunga sempurna agar tanaman yang dihasilkan berbunga sempurna pula. Tanaman induk dipilih dari tanaman berbunga sempurna yang produksinya banyak dan stabil selama beberapa generasi.Teknik produksi BenihProsedur produksi benih pepaya dengan penyerbukan sendiri adalah sebagai berikut :1. Tanam pohon induk pepaya dalam satu hamparan dengan jumlah tanaman 1.000 – 5.000 pohon.2. Musnahkan tanaman yang berkelamin jantan dan varietas lain dari populasi pohon induk tersebut.3. Pilih pohon induk yang berbunga sempurna, produksinya tinggi, stabil, sehat dengan posisi di tengah-tengah kebun.4. Pilih bunga sempurna yang siap untuk diserbuki, dengan ciri kelopak bunga masih tertutup dan berwarna putih krem.5. Ambil serbuk sari dari bunga jantan yang berada satu rangkaian dengan bunga sempurna pada satu pohon yang sama. Pilih bunga jantan yang sudah pecah serbuk sarinya.6. Buka kelopak bunga sempurna dengan hati-hati, kemudian oleskan serbuk sari dari bunga jantan pada putik bunga sempurna tersebut.7. Bungkus bunga sempurna yang sudah diserbuki dengan menggunakan kertas minyak berukuran 7 cm x 10 cm untuk menghindari masuknya polen dari bunga lain pada saat bunga telah membuka. Cara ini juga bertujuan untuk melindungi bunga dari kelembapan yang berlebihan yang dapat mengganggu pembentukan buuah.8. Pasang label pada bunga yang sudah diserbuki. Pada umur 4-5 bulan setelah penyerbukan, buah sudah dapat dipanen. Buah yang bias dipanen ditandai dengan munculnya warna kuning pada kulit buah buah antara 10 – 20%.Pengolahan BenihBuah yang telah dipanen disimpan sampai seluruh kulitnya berwarna kuning dan masak sempurna. Selanjutnya, buah dibelah dan bijinya diambil. Proses pengolahan biji setelah diambil dari buah meliputi pembuangan sarkotesta, pengeringan, pembungkusan, penyimpanan dan pelabelan. Pembuangan SarkotestaSarkotesta adalah selaput lendir yang membungkus biji yang masih segar. Sarkotesa ini harus dibuang karena mengandung bahan yang dapat menghambat perkecambahan benih. Cara membuangnya, biji dikeluarkan dari buah, kemudian dicuci lalu diangin anginkan selama dua hari sampai sarkotesa menjadi keriput. Setelah itu, biji dicuci dan diremas remas dengan kain kasar atau abu gosok sampai sarkotesta hilang dari biji. Selanjutnya biji direndam 10 menit dalam larutan fungisida (2 g/l) dan dikeringkan.PengeringanBiji dikeringkan dengan cara dijemur atau diangin anginkan selama 5 (lima) hari sampai kadar air benih mencapai 10%. Dengan pengeringan ini, viabilitas benih dapat lebih dijaga dibandingkan dengan benih basah atau masih mengandung sarkotesa Pengemasan dan PenyimpananBenih yang telah kering dimasukkan ke dalam kantong plastic berklip atau wadah kedap udara. Selanjutnya benih disimpan pada suhu 10 0C.