TEKNIK PEMBIBITAN PISANG Pisang yang dibudidayakan secara komersial membutuhkanbibit yang seragam secara genetis, ukuran,dan umurnya. Kebutuhan itu hanya bias dipenuhi dengan perbanyakan bibit secara vegetatif. Pisang yang enak dimakan pada umumnya tidak menghasilkan biji. Kebanyakan pisang yang selalu menggunakan bibit secara vegetative tersebut antara lain:1. Anakan yang tumbuhdari bonggol2. Belahan bonggol3. Kultur jaringanBudidaya pisang berskala besar pada umumnya menggunakan bibit kultur jaringan pada awal perkembangannya. Selanjutnya perbanyakan tanaman dilakukan dengan menggunakan anakan atau belahan bonggolnya.1. Bibit dari AnakanAda empat macam bibit anakan pada pisang, yaitu bibit rebung, anakan muda, anakan sedang, dan anakan dewasa.a. Bibit rebung tingginya 20 – 40 cm, tunas yang belum berdaun sehingga bentuknya mirip rebungb. Bibit anakan muda tunas yang telah berdaun setinggi 41 – 100 cm, tetapi daunnya masih menggulung sehingga menyerupai pedang atau tombak.c. Bibit anakan sedang umumnya telah berdaun satu helaid. Bibit anakan dewasa anakan yang telah berdaun dua helai atau lebihBibit anakan muda dan anakan sedang adalah bibit yang paling baik digunakan sebagai bibit perbanyakan pisang. 2. Bibit dari Belahan BonggolPisang yang telah dipanen buahnya dapat dipungut bonggolnya untuk bahan bibit. Bonggol dibelah dua, lalu diambil bagian bonggolnya yang bertunas saja dengan ukuran 10 x 10 x 10 cm. belahan bonggol itu direndam dalam air panas bersuhu 550c selama 30 – 35 menit untuk mematikan bibit penyakit.Belahan bonggol disemaikan dalam polybag selama 2 – 3 bulan. Setelah berdaun empat helai, bibit dapat ditanam.Ukuran bibit yang diperoleh dengan cara ini relative seragam. 3. Bibit Kultur JaringanBibit dari pembibitan kultur jaringan (eksplan) yang berumur serta bulan diangkut dari laboratorium ke lokasi pemanenan dalam keadaan masih steril. Setelah itu, dilakukan pendederan dan penyemaian.a. Penyemaian PertamaPada tahap adaptasi (aklimetisasi), bibit disemai dalam polybag kecil ditempat persemaian pertama. Media tanam berupa lapisan top soil yang telah disterilkan atau soil block berukuran 5 x 5 x 5 cm.Sebelum ditanam, bibit dicuci bersih untuk mengurangi intensitas cahaya sampai 60%. Sehingga cahaya yang diterima hanya 40%. Kelembaban udara dijaga sekitar 95%. Untuk itu deretan bibit ditutup rapat dengan bungkus plastic bening.Bagian samping bungkus dibuka setiap hari agar bibit beradaptasi dengan lingkungan luar. Selain itu penyiraman tanaman juga dilakukan setiap hari.Pada tahap ini bibit sangat rentan terhadap kekeringan atau kelebihan air sehingga perlu perhatian khusus dengan penyiraman yang tepat. Setelah 10 hari ditanam, bibit disemprot pestisida dan pupuk daun.b. PenyemaianKeduaSetelah dua minggu ditanam, bibit dipindahkan ke tempat penyemaian kedua. Caranya, bibit dipindahkan ke polybag yang berukuran lebih besar yang telahdiisi media tanam top soil steril dicampur 10 gr NPK . Bibit dinaungi jaring peneduh 40%. Naungan ini secara bertahap dikurangi hingga akhirnya tanpa naungan sama sekali. Penyiraman tanaman dilakukan setiap pagi.Penyemaian tahap kedua ini berlangsung selama 2,5bulan. Selanjutnya bibit sudah bias ditanam di lapangan. Bibit yang akan ditanam di lapangan dipilih yang sehat dan ukurannya seragam.