TEKNIK PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL)Oleh: Desilyan Sari Simanjuntak Pemupukan menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Jenis pupuk berdasarkan bahan penyusunnya adalah pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati. Penggunaan pupuk kimia dalam budidaya tanaman sangat diminati petani dalam usaha meningkatkan produktivitas tanaman karena pupuk kimia dapat menyediakan unsurhara yang diperlukan tanaman secara cepat dan dalam jumlah yang tidak banyak. Akan tetapi, penggunaan pupuk kimia secara secara terus menerus tanpa diimbangi dengan pupuk organik dapat menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, dan jika hal ini terus berlanjut akan menurunkan kualitas tanah dan kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, selain menggunakan pupuk kimia, sebaiknya petani juga menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan/mempertahankan kesuburan tanah.Pupuk organik dapat dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan bentuknya yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Salah satu jenis pupuk organik cair adalah yang umumnya dikenal sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) yang merupakan larutan hasil fermentasi. Bahan dasar MOL berasal dari berbagai sumber yang mengandung unsur hara mikro, makro, bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman. Oleh karena itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai (a) Pupuk organik cair, (b) Decomposer atau biang pembuatan kompos, (c) Pestisida nabati. SUMBER BAHAN MOL1. Karbohidrat (sumber C) : air cucian beras, singkong, kentang, nasi dll2. Glukosa (sumber C dan N) berasal dari air gula merah, gula pasir, molases dan urin sapi.3. Vitamin dan mineral: air kelapa dan susu bekas KEUNGGULAN UTAMA PENGGUNAAN MOL Berikut adalah keunggulan dari pemanfaatan MOL1. Pembuatan MOL sederhana dan mudah dengan waktu yang relatif singkat.2. Biaya pembuatan murah, karena menggunakan bahan-bahan yang kurang dimanfaatkan dan tersedia di sekitar.3. Pupuk organik yang dihasilkan mengandung unsur kompleks baik makro maupun mikro serta mengandung mikroba yang bermanfaat.4. Ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu.5. Biota tanah terlindungi sehingga dapat memperbaiki/mempertahankan kualitas tanah.6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produk hasil tanaman. BAHAN DAN PROSES PEMBUATAN MOLBahan dasar pembuatan MOL berasal dari berbagai bahan yang tersedia dan belum termanfaatkan dilokasi/mudah didapat. Bahan dasar yang dapat digunakan antara lain berenuk, bonggol pisang, dan sisa buah-buahan busuk yang tidak dikonsumsi. Berikut adalah contoh pembuatan MOL.1. Pembuatan MOL dengan Bahan Dasar BerenukPertimbangan dalam memanfaatkan berenuk sebagai bahan dasar antara lain berenuk merupakan bahan yang banyak tersedia tetapi tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah pertanian. Selain itu kandungan buah berenuk yaitu saponin yang merupakan pelindung terhadap serangan serangga.Bahan :1. 5 buah berenuk2. 30 liter air beras3. 20 liter air kencing sapi/kerbau/kambing/kelinciCara Pembuatan 1. Haluskan buah berenuk lalu masukkan dalam drum/tong plastik2. Masukkan 30 liter air beras dan 20 liter air kencing kemudian aduk rata lalu tutup rapat dengan plastik.3. Masukkan slang plastik (diameter 0,5 cm) sambungkan ke dalam botol plastik yang telah diisi air tawar.4. Biarkan selama 15 hari.5. Saring larutan MOL dan masukkan kedalam wadah penyimpanan (jerigen). 2. Pembuatan MOL dengan Bahan Dasar Bonggol PisangPenggunaan bonggol pisang sebagai bahan dasar pembuatan MOL didasarkan pada pertimbangan bahwa hormon pertumbuhan yaitu : giberelin dan sitokinin terkandung pada bonggol pisang. Selain itu, bonggol pisang juga mengandung mikro organisme yang berguna bagi tanaman diantaranya adalah pelarut phospat, aspergilus, azospirillium.Bahan :1. Bonggol pisang 5 kg2. Gula merah 1 kg3. Air cucian beras 10 literCara Pembuatan 1. Lumatkan bonggol pisang atau di blender.2. Larutkan gula merah dengan air cucian beras.3. Masukkan semua bahan ke dalam jerigen, tutup rapat beri lubang udara dengan cara memasukkan selang yang dihubungkan dengan botol yang sudah diisi air, ujung selang plastik harus terendam dalam air.4. Diamkan selama 2 minggu secara anaerob.5. Saring larutan kemudian masukkan dalam wadah penyimpanan (jerigen).