Loading...

Teknik Pembuatan Pupuk Organik Cair yang Murah

Teknik Pembuatan Pupuk Organik Cair yang Murah
Dalam melaksanakan kegiatan usahatani, petani harus selalu mencari terobosan teknologi yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap penurunan biaya produksi. Dalam hal ini adalah berupaya membuat formula pupuk organik cair sendiri. Ada beberapa keuntungan jika kita menggunakan pupuk organik cair : Bahan baku tersedia di sekitar kita Ramah lingkungan karena tanpa menggunakan bahan kimia Mengurangi biaya operasional untuk bertani Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang pembuatan pupuk organik cair, pupuk ini cocok untuk berbagai macam tanaman. Apa saja yang perlu di siapkan, silahkan simak uraian di bawah ini. Bahan bahan pembuatan pupuk organik cair: Satu batang Tunas pisang Empat lembar daun pepaya Tanaman kerokot secukupnya 1 ons Jahe Akar bambu secukupnya Akar alang alang 10 sendok buah semangka 1 liter tetes tebu 5 sendok nasi putih 1 liter urine kelinci atau urine sapi 5 liter air Alat alat yang perlu di sediakan: 1 buah Pisau 1 buah ember pastikan ada tutupnya 1 buah alat penumbuk 1 buah alat penyaring Cara pembuatan pupuk organik cair: Silahkan cacah batang tunas pisang, daun pepaya, akar bambu, akar alang alang yang telah di sediakan Selanjutnya silahkan tumbuk jahe kemudian di susul dengan buah semangka Masukkan semua bahan ke dalam ember kemudian tuangkan air dan tetes aduk hingga semua bahan tercampur, lalu tutup rapat selama 2 minggu Setelah 2 minggu silahkan buka dan saring, kemudian tambahkan lagi 10 liter air pupuk organik cair sudah siap di aplikasikan Cara aplikasi pupuk organik cair buatan sendiri ke tanaman: 250 ml pupuk organik caor di campur dengan 10 liter air kemudian di siramkan seminggu sekali ke pokok batang cara ini untuk tanaman jeruk, cabe, buah naga, klengkeng, pepaya dan tanaman yang lainnya 250 ml pupuk organik caor di campur dengan 10 liter air, kemudian di infuskan ke irigasi pada saat mengairi sawah cara ini untuk tanaman padi, Bawang merah dan tanaman yang lainnya Supatmiwati, Penyuluh Pertanian BPP. Benjeng