Salah satu cara terbaik untuk peningkatan kesejahteraan petani dalam hal peningkatan produktivitas hasil pertanian adalah dengan peningkatan akan pengetahuan keterampilan dan sikap (PKS) dalam hal budidaya. Terutama dalam penanganan atau pengendaalian terhadap keberadaan organisme penggagu tanaman. Peningkatan PKS ini adalah tanggung jawab penuh Penyuluh Pertanian Lapangan. Karena fungsi utama dari penyuluhan berdasarkan perundang undangan (UU RI Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama (petani dan keluarganya) serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan (mengatur) dirinya sendiri dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatan produktivitas, efesiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraanya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Dalam arti sederhananya penyuluh dituntut mentransfer segala informasi dan pengetahuan agar petani bisa berdaya dalam mengelola sumber mata pencaharianya. Yaitu bertani! Salah satu bagianya adalah transfer ilmu dalam hal budidaya. Hasil analisis dan pengamatan kami, Petugas Pertanian Lapangan di Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung, kendali terbesar bagi petani adalah manajemen pengendalian organisme penggangu tanaman. Selain berbagi ilmu dan informasi disetiap pertemuan kelompok tani. Penyuluh yang bersenergis dengan petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) terjun langsung ke persawahan petani. Pamflet tentang segala jenis organisme penggangu tanaman pun diperlihatkan langsung. Petani dengan bebas dan paham mencocokkan dengan jenis serangan di sawahnya. Dalam pamflet, secara ringkas, jelas, dan mudah karena ditampilkan gambar gambar OPT dan musuh alaminya. Secara sederhan organisme Pengganggu Tanama atau disingkat OPT untuk tanaman padi sawah dibagi tiga jenis, yaitu Hama, Penyakit dan Gulma. A. Hama Hama adalah organisme pengganggu dari golongan hewan (Kingdom Animal) baik vertebrata (bertulang belakang) maupun avertebrata (tidak bertulang belakang). Contoh hama bertulang belakang: Tikus (Rattus argentiventer), Burung (pipit), Babi hutan (Sus verrucosus), dan hewan besar lainnya. Dari golongan Avetebrata adalah keong mas (Pormacea sp), lembing batu (Scotinophora coarctata), walang sangit (Leptocorisa acuta Thunberg), hama putih (Numphula depunctalis), ulat grayak (Spodoptera litura), penggeret batang padi (Scirpophaga innotat), wereng coklat (Nilaparvata lugens) dan lainnya B. Penyakit Penyakit adalah OPT dari golongan fungi (jamur), bakteri dan virus. Penyakit jamur: Blas (Pyricularia oryzae) menyerang daun dan patah leher dan Hawar pelepah (Rhizoctonia solani). Penyakit bakteri : Kresek (Xanthomonas campestris), bakteri bergaris merah (BRS) dan bakteri busuk biji. Penyakit virus : kerdil kuning atau tungro penyebabnyaRice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan Rice Tungro Spherical Virus (RTSV), kerdil rumput Rice grassy stunt virus /RGSV) dan kerdil hampa (Rice ragged stunt virus/RRSV ) C. Gulma Gulma adalah OPT dari golongan tumbuhan (kingdom plantae). Gulma secara garis besar dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, gulma daun lebar adalah tumbuhan pengganggu (gulma)yang memiliki daun Lebar, contoh bebandotan. Kedua, gulma daun sempit dalah tumbuhan pengganggu tanaman Padi berdaun sempit contoh Jawan Kenapa Gulma perlu dikendalikan: 1. Kompetisi unsur hara atau makanan dari dalam tanah 2. Kompetisi tempat hidup, merusak perakaran tanaman 3.Sebagai Inang dan patogen hama dan penyakit 4.Mengeluarkan zat beracun yang membunuh tanaman budidaya Dalam pamflet juga berisi musuh alami atau agens hayati pada hama padi. Agen hayati ini dibagi tiga macam:1. Predator, yaitu pemangsa hama contohnya segala jenis laba laba, kumbang kubah (Koksi micraspis, tomcat, kepik air, capung, belalang, semut api dan Tyto alba (burung hantu) 2. Parasit, yaitu hewan yang menumpang hidupnya atau berkembang biak terhadap hama penggangu seperti parasit telur kepinding tanah, parasit telur penggerek batang, parasit telur wereng dan parasit larva hama putih palsu.Patogen, yaitu yang menginfeksi racun sehingga hama mati. Contoh cendawan beauveria, hirsutella (cendawan pada wereng), metharizium (cendawat ulat) dan NPV (virus pada ulat grayak).Dengan teknik ini, transfer ilmu dan informasi lebih semarak dan semoga petani paham serta mengambil langkah bijaksana, tepat dan efesien dalam penanganan OPT pada tanaman padi. Dan tentunya dalam pendampingan PPL dan POPT! Oleh Roni Sepriyono, SP. (PPL Tanggamus)