Loading...

TEKNIK PENYULINGAN NILAM

TEKNIK PENYULINGAN NILAM
Nilam merupakan salah satu tanaman semak tropis yang dapat menghasilkan minyak nilam dari penggolahan daunnya. Minyak nilam dalam perdangan internasional dikenal dengan minyal pathcouli karena minyak ini berasal dari sulingan daun. Minyak nilam sering digunakan sebagai bahan pembuatan wangi-wangian seperti parfum, sabun, dll. Tanaman nilam sebenarnya adalah tanaman semak yang sapat tumbuh tinggi hingga mencapai 1 m. Tanaman nilam menyukai tempat yang bersuasana teduh, hangat dan juga lembab. Bagian tanaman nilam yang dapat diolah adalah daunnya. Daun nilam dapat dijadikan minyak nilam dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan jenis minyak atsiri lainnya. Selain budidaya, yang paling sangat diperhatikan untuk mendapatkan minyak nilam yang baik adalah dari teknik penyulingannya. Proses membuat minyak nilam sebenarnya sangat sederhana dan tidak rumit. Hanya memang untuk alat – alatnya agak mahal karena hamper semua memerlukan bahan dari stainlessteell agar awet dan higienis. Penyulingan minyak nilam dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu1. Di rebus2. Di kukus3. Di uapDi RebusPenyulingan direbus, daun nilam kering dimasukkan dalam ketel berisi air dan dipanasi. Kapasitas ketel penyulingan bervariasi, mulai dari 200 – 2.000 l. Ketel dibuat dari bahan antikarat, seperti stainless steel, besi, atau tembaga berlapis aluminium.Dari ketel akan keluar uap, kemudian dialirkan lewat pipa yang terhubung dengan kondensor (pendingin). Uap berubah menjadi air. Air yang sesungguhnya merupakan campuran air dan minyak itu akan menetes di ujung pipa dan ditampung dalam wadah. Selanjutkan, dilakukan proses pemisahaan sehingga diperoleh minyak nilam murni.Di KukusPenyulingan dikukus, mirip cara pertama, hanya saja antara daun nilam dan air dibatasi saringan berlubang. Daun nilam diletakkan di atas saringan, sementara air berada di bawahnya.Di UapSementara sistem penyulingan uap menjamin kesempurnaan produksi minyak atsiri. Pada sistem ini bahan tidak kontak langsung dengan air maupun api. Prinsipnya, uap bertekanan tinggi dialirkan dari ketel perebus air ke ketel berisi daun nilam (ada dua ketel). Uap air yang keluar dialirkan lewat pipa menuju kondensor hingga mengalami proses kondensasi. Cairan (campuran air dan minyak) yang menetes ditampung, selanjutnya dipisahkan untuk mendapatkan minyak nilam.Pada umumnya petani nilam memakai teknik uap karena hasilnya yang paling bagus, seperti petani Desa Sendang Sari kecamatan Mandiangin , memakai sistem penyulingan uap berkapasitas 100 kg per ketel. Hasilnya 2,2 kg – 2,8 kg minyak nilam untuk sekali penyulingan selama delapan jam (terbagi atas empat tahap). Masing-masing tahap lamanya dua jam. Sekali menyuling menghabiskan bahan bakar minyak tanah 40 l (Rp 295.000,-). PENULIS MUHAMMAD IRFANI,S.ST./ 197702202005011007/ PP MUDA