TEKNIK PERBANYAKAN BENIHBAWANG MERAH ASAL BIJIRibut Agustianto SPPenyuluh pertanian MadyaPada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan PerkebunanPENDAHULUAN Bawang merah (Allium ascalonium L) merupakan sayuran umbi yang cukup popular dikalangan masyarakat terutama para ibu ibu. Selain nilai ekonominya yang cukup tinggi, bawang merah juga berfungsi sebagai penyedap rasa dan dapat juga digunakan sebagai bahan obat tradisional atau bahan baku farmasi.Salah satu factor utama yang menetukan keberhasilan usaha tani bawang merah adalah ketersediaan benih/bibt bermutu. Produsen benih di dalam negeri terus meningkatkan kapasitas produksinya, termasuk benih bawang merah dari biji. Mutu benih yang bervariasi dan beragamnya tingkat kemampuan petani dalam mengaplikasikan teknologi berpengaruh pada pencapaian produktifitas yang cenderung dibawah potensi produksi.Tanaman bawang merah banyak dibudidayakan petani baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi, musim tanam biasanya bulan januari- Juli. Produktifitas bawang merah di Indonesia rata rata hanya sekitar 9,48 ton/ha, jauh dibawah potensi produksi yang berada diatas 20 ton/ha. Sedang Sulawesi selatan adalah salah satu Provinsi penghasil utama bawang merah yang rata rata produksinya masih berkisar antara 7- 8 ton/ha. Salah satu penyebab rendahnya produktifitas bawang merah dikarenakan sebagian besar petani masih menggunakan benih yang berasal dari hasil pertanamannya sendiri yang ditujukan untuk panen konsumsi. Berkembangnya usahatani bawang merah tidak selalu diikuti dengan perkembangan penggunaan benih bawang merah yang bermutu. Meskipun trlah terdapat penangkaran benih bawang merah yang menghasilkan benih dengan mutu baik tetapi masih banyak petani yang menggunakan benih asal konsumsi. Keadaan ini akan memberi peluang terjadinya penularan penyakit secara turun temurun sehingga selain berakibat penurunan produksio, juga pada penurunan kualitasnya.Untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap benih impor, Kementerian pertanian melal;ui badan Penelitian dan pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) telah merilis varietas varietas bawang merah sesuai dengan kondisi agroklimat sebagian besar wilayah Indonesia seperti Katumi, Bima Brebes,, Kuning, Kramat 1 ,Kramat 2, Sembrani, Cipanas, , Trisula. Pancasona, mentes. Penyediaan benih dilakukan untuk jenis benih umbi da nasal biji.I. PERBANYAKAN BENIHPerbanyakan benih bawang merah dapat dilakukan secara vigetatif (umbi) maupun generative (biji). Perbanyakan bawang merahmenggunakan biji mempunyai keunggulan dibandingkan dengan umbi, anatara lain kebutuhan benih perhektar relative sedikit (4-5 kg/ha), penanganan benih relative mudah, kebutuhan ruang simpan tidajk luas biaya penyimpanan dan ongkos angkut lebih murah serta ketahanan simpan relative lama. Namun demikian, untuk dapat menghasilkan pertanaman yang baik diperlukan fase pembibitan yang baik pula sehingga fase tersebut harus dikelola secara baik meskipun pada saat ini masih merupakan hal yang baru dan petani belum terbiasa melakukannyaDisamping itu Negara tropis produksi benih bawang merah berupa biji memerlukan perlakuan khusus, sehingga materi penyuluhan ini ini hanya akan dibahas sekilas cara penyiapan benih asal biji berdasarkan pengalaman dilapangan, karena cara ini masih kurang dilakukan oleh para petani bawang merah, hal ini disebabkan oleh factor kurang kehatihatian petani terutama dalam melakukan pesemaian II. TEKNOLOGI PENYIAPAN BENIH BAWANG MERAH ASAL BIJI1. Persyaratan TanahTanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman bawang merah tanah dengan aerasi (pertukaran udara) yang baik subur, gembur dengan kandungan organic tinggi , pH tanah yang cocok berkisar anatara 5,6-6,5. Pada tanah dengan pH 5,5 (masam) harus diberi kapur pertanian. 2. PersemaianBiji bawang merah sebaiknya disemai pada lahan terbuka agar tumbuh dengan baik. Penyemaian dapat dilakukan langsung pada bedengan dilahan atau menggunakan bak semai2.1 Persemaian di lahanLahan untuk pesemaian dicangkul dan dibuat bedengan dengan lebar 100 cm dan tinggi 40-50 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Jarak anatar bedengan 40-50 cm.Tanah pada bedengan dicamopur dengan pupuk kandang/organic 2 kg/m2 dan kapur pertanian 150-200 g/m2 (bila tanahnya masam). Setelah tercampur, bedengan diratakan kembali. Untuk membasmi biji gulma dan bahan penyakit, lahan diberi sekam padi kemudian dibakar dan diiamkan selama satu hari. Selanjutnya arang sekam tersebut dicampur dengan tanah, bedengan diratakan kembali dan diberi pupuk dasar KCL 50 gr/m2, SP.36 50 gr/m2 dan pestisida berbahan aktif carbofuran 5 gr/m2.Biji bawang merah disemai dengan cara ditaburkan pada alur melintang dengan jarak anatar alur 5-10 cm dan kedalaman sekitar 1 cm, sebanyak 15-200 biji per alurnya. Kebutuhan biji perhektar sekitar 4-5 kg. kecambah bawang akan muncul 5-10 HSS. Pada musim hujan bedengan sebaiknya ditutup dengan plastic agar biji tidak hanyt terbawa air hujan, setelah 3-4 minggu plastic dibuka. Penyiram dilakukan bila kondisi tanah kering yang dilakukan sangat hati hati dengan menggunakan gemborBedengan untuk penanaman bawang merah dipersiapkan sama, baik ukuran maupunperlakuannya, sepertibedengan untuk p0esemaian di lahan. Lubang tabam dibuat dengan jarak tanam5x10 atau 10x10 cm.Umur benih/bibit yang siap tanam adalah 6 minggu setelah semai. Sebelumbbit dicabut bedengan pesemaian disiram dulu untuk mempermudah pengambilan dan menjaga kesegarannya.Pengambilan bibit ini dilakukan dengan mencongkel tanah dari samping dan harus hai hati supaya perakarannya tidak putus.. Sebelum penanaman bedengan diairi sampai basah benar, kemudian dibuat lubang tanam. Bibit bawang merah ditanam dengan satu bibit satu lubang. Setelah ditanam tanah disekitar ditekan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah. Langkah selanjutnya pemeliharaan seoerti halnya yandilakukan pada budi daya bawang merah pada umumnya.