Loading...

Teknik Ubinan Jajar Legowo Padi 2:1

Teknik Ubinan Jajar Legowo Padi 2:1
Untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman dapat dilakukan antara lain dengan panen ubinan. Ubinan dibuat agar dapat mewakili hasil hamparan. Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: Pilih pertanaman yang seragam dan dapat mewakili penampilan hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi terakhir yang ada di lapangan. Tentukan luasan ubinan, minimal dua set jajar legowo yang berdekatan. Luas ubinan paling sedikit dibuat 10 m2 dengan menempatkan batas-batas ubinan ke arah legowo (memanjang) setengah jarak legowo dan ke arah lebar setengah jarak tanam dalam barisan. Jarak tanam dengan pola legowo berbeda dengan sistem tegel. Oleh karena itu ada beberapa alternatif yang dapat digunakan.Jika menggunakan pola tanam legowo 2:1 (25 x 12,5 x 50) cm, maka alternatif plot ubinan sebagai berikut: Tandai batas-batas luasan yang akan diubin menggunakan ajir. Untuk jarak tanam dan ukuran ubinan yang berbeda, tentukan perkiraan jumlah rumpun yang seharusnya ada dalam ubinan dengan cara menghitung luas ubinan (m2) dibagi dengan 10.000 m2 dikalikan dengan total populasi per hektar sesuai dengan jarak tanam yang digunakan. Laksanakan panen pada luasan ubinan tersebut, rontokkan gabahnya, dan bersihkan dari kotoran. Ulangi pelaksanaan ubinan dengan menggunakan minimal 3 atau lebih ulangan. Timbang gabah dan ukur kadar air saat panen. Konversikan hasil ubinan per ha berdasarkan ukuran luasan maupun jumlah rumpun, kemudian konversikan kembali hasil gabah yang diperoleh dalam kadar air 14% (gabah kering giling atau GKG). Ida Soimah, SP. Penyuluh Pertanian BPP. Duduksampeyan