Loading...

TEKNIS PEMBIBITAN PADA TANAMAN LADA

TEKNIS PEMBIBITAN   PADA TANAMAN   LADA
Lada (Piper ningrum L.) merupakan salah satu komoditas penghasil devisa yang termasuk dalam kelompok rempah. Perolehan devisa tahun 2012 adalah sebesar US$ 221.632.000 dengan volume ekspor 38.724 ton. Perkebuanan lada ± 98% diusahakan oleh rakyat. Di Sulawesi Tenggara budidaya lada diterapkan dengan memekai tegakan pohon dadap (Eryfhrina spp) dan gamal (Gliricidia maculata), denga sulur gantung, jambangan atau sulur tanah sebagai bahan perbanyakannya. Dalam budidaya lada yang lebih efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan diperlukan bibit yang bermutu. Untuk memperoleh bibit yang bermutu dapat dilakukan melalui teknologi pembibitan lada satu ruas. Teknologi ini dapat menghemat bahan tanaman dan menekan kematian tanaman di kebun (lapang), dari 30% menjadi 10%. Teknologi pembibitan lada satu ruas sebagai berikut: Bibit lada yang dapat berupa setek tujuh ruas atau setek satu buku, namun keduanya harus memenuhi kriteria sebagai berikut yaitu: 1) bibit berasal dari tanaman yang sehat atau kebun induk bibit, 2) daun berwarna hijau (tidak kuning), tidak terdapat bercak kuning atau kriting, 3) bibit setek tujuh ruas tanaman induk berumur 1 tahun atau belum berproduksi, sedangkan bibit polibag berumur 4 – 5 bulan setelah semai. 4) memiliki akar lekat yang sehat pada setiap buku.Persiapan media semaiMedia tanam merupakan campuran tanah pucuk, pupuk kandang dan pasir (7:3:1) serta kapur pertanian 1%. Media tanam dimasukkan ke dalam polibag berukuran 15 x 20 cm dan dibiarkan selama + 2 minggu atau telah ditumbuhi gulma.Pengambilan Stek 1. Stek lada diiambil dari tanaman induk yang berumur dua tahun serta sudah di pangkas dua kali (8 - 10 bulan pertama dan 18 - 20 bulan kedua). 2. Berasal dari cabang panjat, tumbuh ke atas, serta melekat pada tiang panjat. 3. Stek dari pohon induk yang sehat. 4. Stek yang akan diambil sudah berkayu, berdaun hijau tua, tidak ada gejala abnormal. 5. pengambilan stek pada pagi hari jam 06.00 - 10.00 atau sore hari jam 17.00 agar tidak layu kepanasan. Persemaian 1. Media tanam yang baik adalah tanah yang subur, gembur, dan drainase baik (tanah liat berpasir). 2. Lingkungan tumbuh stek 1 ruas harus lembab, tidak becek, dan disiram secara teratur. 3. Stek 1 ruas tidak tahan penyinaran langsung, maka dinaungi dengan atap kemudian disungkup terpal plastik. 4. Stek 1 ruas ditanam miring dimana mata dan daun terletak di atas tanah, jarak antara stek ± 5 cm dalam bentuk larikan. Jarak antar bedengan 0,4 meter. 5. Setelah 3-4 minggu di persemaian, kemudian dipindahkan ke pembibitan. Pemindahan benih ke polibagBahan bibit yang dipindah memiliki akar dan vigor yang baik. Stek 1 ruas apabila sudah banyak akarnya (21-30 Hss) dapat dipindahkan ke kantong plastik berukuran 10 x 15 cm berlubang 10 buah yang telah disiapkan dengan perbandingan tanah dan pupuk kandang 1 : 1. Bibit yang telah dipindahkan disusun dalam bedengan dengan jarak 10 cm dan disungkup dengan plastic transparan serta dinaungi dengan paranet 70%.PemeliharaanPembibitan lada setek satu ruas dilakukan selama 4 bulan. Untuk memperoleh bibit dengan kualitas baik, dilakukan penyiraman secara berkala, pengendalian hama penyakit, pemasangan tajar dan pemupukan. Tajar dapat berupa kayu atau bamboo dengan panjang 75 cm. Pupuk yang digunakan adalah NPK (15:15:15) sebanyak 4 -5 butir per polibag atau disemperot dengan pupuk daun setiap minggu. Setelah berumur 4 – 5 bulan bibit lada memiliki lebih kurang 7 ruas dan siap untuk dipindahkan dilahan permanen atau ditanam. Ditulis kembali : Kukuh Wahyu WSumber :1. Issukindarsyah, SP.MSc (2013), Memilih Bibit Lada yang Baik dan Setek Satu Buku, BPTP Sulawesi Tenggara