Loading...

Teknologi Budidaya Cabai

Teknologi Budidaya Cabai
1. PenyemaianTahap awal budidaya cabai adalah membuat persemaian guna menyiapkan bibit tanaman yang sehat, kuat dan seragam sebagai bahan tanaman lapangan. Benih dipilih tanaman yang seragam dan sehat. Biji untuk benih dapat pula diambil dari buah yang tua mulus dan sehat. Kebutuhan benih per hektar antara 250 � 500 gram biji cabai kering. 2. Pengolahan Tanah Lahan yang akan digunakan tempat penanaman harus dibersihkan dari segala macam gulma, agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan untuk menghilangkan tumbuhan yang menjadi inang hama dan penyakit. Untuk lahan kering/tegalan: tanah dicangkul sedalam 30-40 cm dan dibalikkan atau lahan dibajak dan digaru dengan hewan ternak maupun traktor. Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100 � 110 cm dengan ketinggian 30-60 cm, jarak antar bedengan 30 cm, panjang disesuaikan dengan kondisi lahan, lalu diberi pupuk kandang matang 10-20 ton/Ha atau � - 1 sak untuk 10 m panjang bedengan dan pupuk dasar berupa pupuk NPK, dengan dosis 2 Kg untuk 10 m panjang bedengan atau 2 ton/Ha, pupuk TSP 100 kg/Ha atau SP-36 sebanyak 128 kg/ha ditaburkan rata di atas pupuk kandang. Pupuk dasar diberikan 7 hari sebelum tanam ditutup dengan selapis tanah. 3. PenanamanJarak tanam yang digunakan adalah : 50-60 cm, jarak antar lubang tanam 60-70 cm, jarak antar barisan dengan pola penanaman model segitiga atau zig-zag. Pembuatan lubang tanam sedalam 8 � 10 cm dilakukan bersamaan dengan pembuatan lubang pada mulsa. Bibit cabai di persemaian yang telah berumur 15-17 hari atau telah memiliki 3 atau 4 daun (30-35 hari di dataran tinggi dan 21-25 hari di dataran rendah) siap dipindah tanam pada lahan. 4. Pemeliharaan TanamanSetelah tanaman berumur 7 -14 hst, tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan normal atau mati perlu dilakukan penyulaman dengan bibit yang masih ada di persemaian. Pemeliharaan tanaman dapat dilakukan dengan penyiangan, pemangkasan cabang lateral serta pengikatan tali pada lanjaran. 5. Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan melakukan pengocoran mulai umur 1 � 60 HST, dengan konsentrasi 2 g/L, volume kocoran 250 ml per tanaman dengan interval 7 hari. Setiap pengulangan pengocoran konsentrasi pupuk dinaikkan 2 g/L air. 6. PanenPada saat tanaman berumur 80 � 100 hst yang ditandai dengan buahnya yang padat dan memanen buah cabai ini buahnya dalam keadaan hijau karena jika dipanen pada saat buah merah biasanya batang tanaman cabai cepat mati. Umur panen cabe tergantung varietas yang digunakan, lokasi penanaman dan kombinasi pemupukan yang digunakan serta kesehatan tanaman. Tanaman cabe dapat dipanen setiap 14 hari sekali tergantung dari luas penanaman dan kondisi pasar. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah beserta tangkainya yang bertujuan agar cabe dapat disimpan lebih lama. Sumber : Badan Litbang PertanianPenyusun : Dewi Erika Pandjaitan