Loading...

TEKNOLOGI BUDIDAYA KACANG HIJAU VIMA-1 DI KABUPATEN SAMBAS

TEKNOLOGI BUDIDAYA KACANG HIJAU VIMA-1 DI KABUPATEN SAMBAS
Petani di Kabupataen Sambas terutama di Kecamatan Jawai dan Teluk Keramat banyak yang mengembangkan tanaman kacang hijau (Vigna radiata). Umumnya petani metanam di lahan sawah pasang surut pada akhir musim penghujan sekitar bulan Januari-Februari setelah padi atau tanaman palawija yang lain. Di tingkat petani, rata-rata produktivitas baru mencapai 0,9 ton/ha. Sedangkan dari hasil percobaan dapat mencapai 1,60 ton/ha. Rendahnya hasil kacang hijau di tingkat petani antara lain disebabkanoleh praktek budidaya yang kurang optimal. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman diperlukan teknik budidaya yang tepat.1. VarietasSemua varietas kacang hijau yang telah dilepas cocok ditanam di lahan sawah maupun tegal. Varietas terbaru tahan penyakit embun tepung dan bercakdaun seperti Sriti, Kenari, Perkutut, Murai, dan Kutilang dapat dianjurkan untuk ditanam di daerah endemik penyakit tersebut. Kebutuhan benih sekitar 25“30 kg/ha dengan daya tumbuh90%.2. Penyiapan lahanPada lahan bekas padi, tidak perlu dilakukan pengolahan tanah.Æ’Tunggul padi perlu dipotong pendek dan jerami padi dibersihkan.Æ’Apabila tanah becek, perlu dibuat saluran drainase dengan jarak 3“5 m. Pada lahan bekas pertanaman palawija (jagung, kedelai,kacang tanah) perlu dilakukan: Pembajakan sedalam 15“20 cm, kemudian dihaluskandan diratakan. Saluran irigasi dibuat dengan jarak 3“5 m.3. Penanaman.Tanam dengan sistem tugal dengan 2“3 biji/lubang. Untuk musim hujan, digunakan jarak tanam 40 cm x 15cm sehingga populasinya sekitar 300“400 ribu tanaman per hektar. Untuk musim kemarau digunakan jarak tanam 40 cm x10 cm sehingga populasi sekitar 400“500 ribu tanaman per hektar. Pada saat tanam, kelembaban tanah tidak boleh terlalu tinggi. Hal ini akan menyebabkan biji busuk.Penyulaman dapat dilakukan sebelum tanaman berumur7 hari.4. PemupukanDi lahan sawah bekas padi yang subur, tanaman kacanghijau pada umumnya tidak perlu dipupuk maupun diberibahan organik.Untuk lahan yang kurang subur, tanaman dipupuk 45 kgUrea + 45“90 kg SP36 + 50 kg KCl/ha yang diberikanpada saat tanam secara larikan di sisi lubang tanam sepanjangbarisan tanaman.Bahan organik berupa pupuk kandang sebanyak 15“20ton/ha dan abu dapur sangat baik untuk diaplikasikan sebagai penutup lubang tanam.5. Penggunaan mulsa jeramiJerami padi dapat diaplikasikan sebagai mulsa, dengantakaran 5 t jerami padi/ha. Penggunaan mulsa dapatmenekan serangan lalat bibit, pertumbuhan gulma danpenguapan air.6. Penyiangan gulmaPenyiangan gulma dilakukan dua kali yakni pada saattanaman berumur 2 dan 4 minggu.¢Pada daerah yang sukar mendapatkan tenaga kerja, dapatdigunakan herbisida pra-tumbuh non-selektif seperti Lasso,Paraquat, Dowpon, dan Goal dengan takaran 1“2 liter perhektar, yang diaplikasikan 3“4 hari sebelum tanam.7. PengairanPeriode kritis kacang hijau terhadap kekurangan air adalahpada periode menjelang berbunga (umur 25 hari) dan peng-isian polong (45“50 hari), sehingga tanaman tidak bolehkekurangan air pada periode tersebut.Untuk kacang hijau yang ditanam di tanah bertekstur ringan(berpasir), umumnya pengairan perlu dilakukan dua kali,yakni pada umur 21 dan 38 hari. Sedangkan untukpertanaman di tanah bertekstur berat (lempung), biasanyahanya diperlukan pengairan satu kali.Apabila diperkirakan tanaman tidak akan kekeringan padaperiode kritis tersebut, pengairan tidak perlu dilakukan.8. Pengendalian hamaHama utama adalah lalat kacang (Ophyomia phaseoli), ulat jengkal (Plusia chalcites), kepik hijau (Nezara viridula), kepik coklat (Riptortus linearis), penggerek polong (Maruca testutalis, Etiella zinckenella dan kutu Thrips.Pengendalian hama dapat dilakukan dengan insektisida,seperti: Confidor, Regent, Curacron, Atabron, Furadan, atau Pegassus dengan dosis 2“3 ml/l air dan volume semprot500“600 l/ha.Di daerah endemik lalat bibit Ophyomia phaseoli, benih yangakan ditanam perlu diberi perlakuan dengan insektisidaCarbosulfan (10 g/kg benih) atau Fipronil (5 cc/kg benih).Pertanaman musim kemarau II (Juni“Juli) rawan seranganhama thrips. Pengendalian dapat dilakukan dengan insektisidaConfidon dan Reagent 50 SC.9. Pengendalian penyakitPenyakit utama adalah bercak daun (Cercospora canescens), busuk batang, embun tepung Erysiphe polygoni danpenyakit puru Elsinoe glycines.Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotanfungisida seperti: Benlate, Dithane M-45, Baycor, DelseneMX 200 atau Daconil pada awal serangan dengan takaran2 gram per liter air.Penyakit embun tepung (Erysiphe polygoni) sangat efektif dikendalikan dengan fungisida hexakonazol yang diaplikasikanpada umur 4 dan 6 minggu.Penyakit bercak daun efektif dikendalikan dengan fungisida hexakonazol yang diaplikasikan pada umur 4, 5 dan 6minggu.10. Panen dan pascapanenPanen dilakukan apabila polong sudah berwarna hitam ataucoklat.¢Panen dengan cara dipetik dan polong segera dijemur selama2“3 hari hingga kulit mudah terbuka dan biji cukup keras.Pembijian dilakukan dengan cara dipukul di dalam kantongplastik atau kain untuk menghindari kehilangan hasil.¢Pembersihan biji dari kotoran dengan menggunakan nyirudan biji dijemur lagi sampai kering simpan yaitu kadar airmencapai 8“10%. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. 2005. Teknologi Produksi Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Malang dan Kegiatan Demonstrasi Teknologi Budidaya Kacang Hijau pada kegiatan FEATI di Desa Sarilaba A, Kabupaten Sambas, tahun 2010