Loading...

TEKNOLOGI JARWO SUPER DI DESA BANJARMANIS

TEKNOLOGI JARWO SUPER DI DESA BANJARMANIS
Teknologi jajar legowo super merupakan implementasi terpadu teknologi budidaya padi dengan lima komponen teknologi pelengkap , antara lain Varietas Unggul Baru (VUB), decomposer, pupuk hayati, pestisida nabati, pemupukan berimbang. Jarwo atau jajar legowo merupakan cara bertanam padi dengan jarak 2 : 1 atau 4 : 1. Pada jarwo super dilengkapi dengan pemanfaatan Varietas Unggul Baru atau VUB padi dengan potensi hasil yang tinggi. Penerapan teknologi meliputi Pengolahan tanah Pemberian dekomposer (emdek)dengan dosis 2 Kg/ Ha dengan cara disemprotkan di lahan dua hari sebelum dilakukan olah tanah, lalu dilakukan olah tanah dan dibiarkan 7 – 10 hari dengan kondisi air macak-macak, kemudian dilakukan pengolahan tanah ulang Persemaian Setelah benih direndam kemudian diperam selama 24 jam, kemudian ditabur pupuk hayati (agrimet)dengan dosis 0,5 kg /25 kg benih padi , kemudian tebarkan benih yang sudah diberi agrimet tersebut pada lahan persemaian dan dialiri air kira-kira 5 cm selama 5 hari setelah tabur benih, varietas yang digunakan Varietas Unggul Baru : Inpari 30 dan Inpari 32. Penanaman Sistem tanam jajar legowo merupakan tanam pindah dengan membuat lorong kosong di antara dua barisan tanaman padi, sedangkan jarak tanam dalam barisan menjadi setenah jarak tanam antar baris. Bertujuan mengatur populasi tanaman persatuan luas serta memperluas pengaruh tanaman pinggir dan memudahkan pemeliharaan tanaman. Tanam pindah dilakukan pada saat bibit berumur 15 -18 hari setelah sebar dengan jarak tanam 25 X 25 cm Pemupukan Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dengan menerapkan pemupukan berimbang secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman adalah N ( Nitrogen), P (phospat), dan K (kalium). Kebutuhan unsure N dapat diketahui dengan mengukur kehijauan warna daun padi dengan menggunakan bagan warna daun (BWD). Sedangkan, unsur P dan K dapat ditentukan dengan perangkat uji tanah sawah (PUTS).Waktu pemupukan :• Pemupukan I : umur 0 – 4 Hst• Pemupukan II : umur 21 – 28 Hst• Pemupukan III : umur 35 Hst – Primordia Pengendalian Hama dan Penyakit Hama dan penyakit merupakan cekaman biotis yang dapat mengurangi hasil dan bahkan dapat menyebabkan gagal panen. Untuk mendapat hasil yang optimal dengan pengendalian menggunakan pestisida nabati yang dilakukan secara terpadu. Pengairan Pengairan secara efektif dan efisien dengan metode pengairan berselang yang dapat diukur secara praktis adalah pengairan basah (tergenang) dan kering secara bergantian. Pengairan berselang ini mulai tanam sampai dengan satu minggu sebelum tanaman berbunga. Pengendalian Gulma Gulma merupakan tanaman liar yang tumbuh pada area tanaman padi. Gulma digolongkan pada rumput-rumputan yang memiliki adaptasi luas dan baik oleh sebab itu gulma harus dikendalikan. Pengendalian gulma secara mekanis dengan menggunakan Gusrok atau landak. Panen Metode ubinan adalah salah satu metode untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen . Berdasarkan hasil ubinan yang didapat untuk varietas Inpari 30 sebanyak 8,95 ton/ ha dan untuk Inpari 32 sebanyak 9,2 ton/ha sedangkan, rata-rata produktifitas pertanaman petani di luar denfarm dengan varietas ciherang sebanyak 6,9 ton/ha. Dengan pengembangan teknologi jarwo super dapat meningkatkan produksi 20% dari sebelumnya. Disajikan olehDATUN ROHINI, SPTHL TBPP Kecamatan Gisting, Tanggamus