Loading...

TEKNOLOGI JARWO SUPER LIPAT GANDAKAN PRODUKSI PADI BAGI PETANI

TEKNOLOGI JARWO SUPER  LIPAT GANDAKAN PRODUKSI PADI BAGI PETANI
Budidaya pertanian terutama budidaya padi merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan negara Indonesia.Selain sebagai makanan pokok lebih dari 95% penduduk, padi juga menjadi sumber mata pencaharian sebagian besar petani di pedesaan.Teknologi untuk mengembangkan pertanian terus dikembangkan oleh pemerintah. Salah satu teknologi yang diciptakan olehBadan Litbang Kementerian Pertanian, yaitu budidaya padi dengansistem jajar legowo super (jarwo super). Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan (mendongkrak) produktivitas dan keuntungan usahatani padi secara nyata dengan menjaga keberlangsungan sistem produksi. Penerapan Teknologi Jajar Legowo Super secara utuh oleh petani diyakini mampu memberikan hasil minimal 10 ton GKG/ha per musim, sementara hasil padi yang diusahakan dengan sistem jajar legowo hanya 6 ton GKG/ha.Teknologi Jajar Legowo Super (Jarwo Super)Teknologi Jajar Legowo Super adalah teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2:1. Sistem tanam jajar legowo 2:1 merupakan sistem tanam pindah antara dua barisan tanaman terdapat lorong kosong memanjang sejajar dengan barisan tanaman dan dalam barisan menjadi setengah jarak tanam antar baris. Sistem tanam jajar legowo bertujuan untuk peningkatan populasi tanaman per satuan luas, perluasan pengaruh tanaman pinggir, dan mempermudah pemeliharaan tanaman. Kerapatan tanam merupakan salah satu komponen penting dalam teknologi budidaya untuk memanipulasi tanaman dan mengoptimalkan hasilSelain menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1 sebagai basis penerapan di lapangan, bagian penting dari Teknologi Jajar Legowo Super adalah:Penggunaan Varietas UnggulVarietas unggul yang digunakan adalah varietas yang memiliki potensi hasil tinggi, dan varietas spesifik lokasi akan mempengaruhi stabilitas produksi karena memiliki keunggulan adaptasi dan ketahanan atau toleransi terhadap cekaman biotik dan abiotik.Benih varietas unggul dan bersertifikat dengan vigor tinggi berperan tidak hanya sebagai pendukung teknologi tetapi juga menentukan potensi hasil yang bisa dicapai, kualitas gabah yang akan dihasilkan, dan efisiensi produksi.Pemberian Biodekomposer sebelum Pengolahan TanahBiodekomposer adalah komponen teknologi perombak residu organik menjadi bahan organik tanah. Biodekomposer bisa berupa M-Dec ataupun EM 4 dan jenis biodekomposer lainnya yang mampu mempercepat pengomposan jerami dari 2 bulan menjadi 3-4 minggu sehingga meningkatkan ketersediaan NPK tanah dan menghemat penggunaan pupuk NPK anorganik serta menekan perkembangan penyakit tular tanah.Apilkasi Pupuk HayatiPupuk hayati merupakan pupuk berbasis mikroba non-patogenik yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah melalui beberapa aktivitas yang dihasilkan oleh mikroba tersebut, diantaranya menambat nitrogen, melarutkan fosfat yang susah larut dan menghasilkan fitohormon (zat pemacu tumbuh tanaman).Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)Hama utama tanaman padi adalah wereng batang cokelat (WBC),tikus dan penggerek batang padi serta walangsangit. Sedangkan penyakit penting adalah blas dan hawar daun bakteri. Komponen pengendalian hama dan penyakit tanaman padi adalah sebagai berikut:Tanam serempak dan pergiliran varietasPenggunaan varietas berpotensi hasil tinggi dan tahan hama penyakit antara lain Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB, dan Inpari 33.Mempertahankan keberadaan musuh alami di lingkungan setempat.Pemantauan populasi hama dan penyakit secara rutin.Pengendalian hama wereng sedini mungkin, ketika populasinya pada pertanaman merupakan generasi ke-1. Pada umumnya, keberhasilan pengendalian wereng cokelat jika sudah memasuki generasi ke-2 atau ke-3 akan sangat kecil, bahkan mengalami kegagalan.Penggunaan pupuk N sesuai anjuran (tidak berlebihan)Pengendalian dengan pestisida secara tepat (dosis, sasaran, waktu, cara dan bahan aktif).Penyebaran penyakit tungro dapat dihambat melalui penekanan aktivitas pemencaran wereng hijau, dengan modifikasi sebaran tanaman dengan tanam jajar legowo dan mengatur kondisi pengairan (menggenangi sawah yang terserang tungro).Sanitasi lingkungan untuk menghilangkan sumber inokulum penyakit dan memutus siklus hidup hama melalui eradikasi ratun/singgang.Penggunaan Alat Mesin PertanianPenggunaan alat dan mesin pertanian terutama ditujukan pada waktu panen. Untuk panen menggunakan alat dan mesin panen seperti mesin rontok/power thresher serta combine harvester. Combine harvester merupakan alat panen produk Badan Litbang Pertanian yang didesain khusus untuk kondisi sawah di Indonesia. Penggunaan alat panen ini dapat menekan kehilangan hasil gabah kurang dari 2% dari kehilangan hasil 10 % jika dilakukan panen secara manual.(Nur Ngazizah,S.TP)DAFTAR PUSTAKAhttp://pangan.litbang.pertanian.go.id/files/Juknisjarwo/Juknis%20Jarwo%20Super.pdf diakses 12 Juni 2019.http://sulsel.litbang.pertanian.go.id/ind/images/leaflet/Budidaya-Padi-Jajar-Legowo-Super.pdf diakses 12 Juni 2019http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/en/berita-terbaru-topmenu-58/1080-mdec.%20Diakses%2010%20Oktober%202016 diakses 12 Juni 2019