Teknologi Hazton saat ini sedang booming di kalangan masyarakat pertanian Indonesia, karena teknologi Hazton tersebut dirintis dan telah diterapkan di berbagai kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat atau provinsi/kabupaten lainnya di Indonesia. Penerapan teknologi Hazton pada umumnya memberikan peningkatan hasil panen sebanyak tiga kali lipat dari yang biasanya. Teknologi Hazton merupakan hasil pemikiran putra daerah Kalimantan Barat yaitu Ir. Hazairin MS yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Anton Kamaruddin, SP, M.Si sebagai Kepala Seksi Tanaman Pangan dan Buah-Buahan. Teknologi Hazton dapat diartikan sebagai cara bertanam padi dengan menggunakan bibit tua yang berumur 25-35 hari setelah semai dengan jumlah bibit padat yaitu 20 – 30 bibit per lubang tanam. Dengan keberhasilan penerapan Teknologi Hazton di Provinsi Kalimantan Barat, maka provinsi Lampung pun mencoba menerapakan Teknologi Hazton ini dibeberapa kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Lampung salah satunya Kabupaten Pringsewu, yang kemudian diterapkan di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu. Kecamatan Sukoharjo salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu yang di beri kesempatan untuk menerapakan Teknologi Hazton ini, yaitu di Pekon Sukoharjo IV, Petani di Pekon Sukoharjo IV sangat antusias menerima teknologi baru ini, dan menerapkan sesuai prosedur atau cara tanam yang dianjurkan, sehingga produksi yang diperoleh meningkat, yang biasanya hanya mendapat 6 ton/ ha dengan menerapakan Teknologi Hazton meningkat menjadi 8,5 ton/ ha. Prosedur atau cara tanam sangat menentukan hasil panen. Adapun SOP (Standar Operasional Prosedur) Teknologi Hazton yang harus diterapkan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal adalah : PENGOLAHAN LAHAN (3 Minggu Sebelum Tanam) Aplikasi Aerob Dekomposer Pada Pupuk Kandang dan Jerami di lahan Konsentrasi : 500 ml BEKA/tangki dan 250 kg pupuk kandang *) Kebutuhan/ha : 4 liter BEKA Cara Aplikasi : Sebarkan merata pupuk kandang pada saat pengolahan lahan. Semprotkan merata 4 liter BEKA di atas lahan yang telah disebar pupuk kandang dan jerami, kemudian bajak dan diari. PEMUPUKAN DASAR (1-2 Hari Sebelum Tanam) Dosis Pupuk SP 36 : 100 kg/ha*) Konsentrasi : 500 ml POMI/tangki sprayer; 200 kg/ha BIOGREEN; 4 kg/Ha Asam Humat 65% Kebutuhan/ha : 4 liter POMI (8 tangki sprayer) ; 200 kg BIOGREEN; 4 kg Asam Humat Cara Aplikasi : Campurkan pupuk SP-36, asam humat, dan BIOGREEN secara merata, kemudian sebar di lahan sebagai pupuk dasar. Semprotkan 4 liter POMIpada lahan yang telah dipupuk. Usahakan kondisi lahan dalam keadaan basah. PERENDAMAN BENIH Imunisasi Awal Padi Terhadap Penyakit Kresek Konsentrasi : 1 tablet BACTOPLUS/10kg benih Kebutuhan/ha : 10 tablet BACTOPLUS Cara Aplikasi : 1 tablet BACTOPLUS dilarutkan dalam air yang digunakan untuk perendaman benih. Benih direndam selama 2-3 hari. Kebutuhan benih/ha : 100 kg. PENYEMAIAN BENIH Benih : 100 kg/Ha Buat bedengan memanjang di 100 – 120 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan. Tinggi bedengan + 20 cm – 30 cm, untuk memudahkan pencabutan bibit tambahkan pupuk kandang atau jerami kering setelah itu ditutup dengan tanah. Taburkan benih diatas permukaan tanah, penaburan benih jangan terlalu rapat, berikan pelindung agar persemaian terhindar dari serangan burung atau hama lainnya. TANAM Jumlah bibit/lubang tanam : 20 – 30 bibit Umur pindah tanam : 30 HSS Jarak tanam Legowo 2 : 1 (25 cmx 25 cm) X 40 cm Legowo 4 : 1 (30 cm x 30cm) X 40 cm(Cabut bibit harus ombol dan jangan dicuci) APLIKASI IMUNISASI AWAL PADI TERHADAP PENYAKIT KRESEK dan HAMA ULAT PENGGEREK BATANG (14 HSS) Konsentrasi : 2 tablet BACTOPLUS/tangki; 1 sachet BT PLUS/2 tangki sprayer; 50 gram KNO3/tangki Kebutuhan/Ha : (2 tangki sprayer)4 tablet BACTOPLUS; 1 sachet BT PLUS; 100 gram KNO3 Cara Aplikasi : Larutan BACTOPLUS ( 4 tablet BACTOPLUS dilarutkan dalam 1 liter air, diamkan selama 6-48 jam).Larutan BT PLUS (1 sachet BT PLUS dilarutkan dalam 1 liter air, diamkan selama 6-48 jam).Campurkan larutan BACTOPLUS dan BT PLUS lalu tambahkan 50 gram KNO3, encerkan sampai 1 tangki sprayer. Semprotkan merata pada persemaian. APLIKASI PEMUPUKAN PERTAMA (5 – 7 HST) Pupuk NPK Phonska : 100 kg/ha*) Pupuk KNO3 : 4,5 kg/ha KNO3 Campurkan merata pupuk NPK Phonska dan KNO3 kemudian sebarkan merata di lahan. PENYEMPROTAN FASE VEGETATIF (14 HST) Pengendalian Padi terhadap Penyakit Kresek Konsentrasi : 1 tablet BACTOPLUS/tangki ;100 gram KNO3/tangki Kebutuhan/Ha/aplikasi : 14 tablet BACTOPLUS; 1,4 kg KNO3 (14 tangki sprayer) Cara Aplikasi : Larutan BACTOPLUS (1 tablet BACTOPLUS dilarutkan dalam 100 ml air, diamkan selama 6-48 jam. Campurkan larutan BACTOPLUS dalam tangki sprayer kemudian tambahkan 100 gram KNO3 per tangki lalu encerkan kembali sampai 1 tangki sprayerkemudian semprot merata di seluruh tanaman. APLIKASI PEMUPUKAN KEDUA (25 HST) Pupuk NPK Phonska : 100 kg/ha*) PENYEMPROTAN FASE VEGETATIF (28 HST) Peningkatan Pertumbuhan, Pengendalian Padi terhadap Hama dan Penyakit Kresek Konsentrasi : 1 tablet BACTOPLUS/tangki; 1 sachet BT PLUS/7 tangki; 1 sachet METARIZEP/10 tangki;100 ml, POMI/tangki ; 75 gram/tangki MKP ;20 tangki sprayer. Kebutuhan/ha : 20 tablet BACTOPLUS; 3 sachet BT PLUS; 2 sachet METARIZEP; 2 liter POMI; 1,5kg MKP. Cara Aplikasi : Larutan BACTOPLUS : 1 tablet BACTOPLUS dilarutkan dalam 100 ml air, diamkan selama 6-48 jam. Larutan BT PLUS : 1 sachet BT PLUS dilarutkan dalam 1 liter air, diamkan selama 6-48 jam Larutan METARIZEP : 1 sachet METARIZEP dilarutkan dalam 1 liter air, diamkan selama 6-48 jam.(Campurkan larutan BACTOPLUS, BT PLUS, METARIZEP,POMI, dan MKP dalam tangki sprayer, semprot merata di seluruh tanaman). APLIKASI PENGENDALIANPENYAKIT DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN (40 HST) Konsentrasi : 1 sachet DECOPRIMA/4 tangki; 75 gram MKP/tangki Kebutuhan/ha : 5 sachet DECOPRIMA; 1,5kg MKP(20 tangki sprayer) Cara Aplikasi : 1 sachet DECOPRIMA dilarutkan dalam 1 liter air, diamkan 6-48 jam,campurkan dengan MKP kemudian encerkan sampai 4 tangki sprayer. Semprotkan merata pada daun. Jika tingkat serangan tinggi, aplikasi dapat dicampurkan dengan fungisida kimia. APLIKASI PENGENDALIAN TERHADAP PENYAKIT DAN PENGISIAN BULIR PADI (50 HST) Konsentrasi : 1 sachet DECOPRIMA/4 tangki; 75 gram MKP/tangki Kebutuhan/Ha : 5 sachet DECOPRIMA ; 1,5kg MKP(20 tangki sprayer) Cara Aplikasi : 1 sachet DECOPRIMA dilarutkan dalam 1 liter air, diamkan 6-48 jam, campurkan dengan MKP kemudian encerkan sampai 4 tangki sprayer. Semprotkan merata pada daun. Aplikasi dapat dicampurkan dengan fungisida kimia apabila terjadi serangan penyakit tinggi. APLIKASI PENGENDALIANTERHADAP PENYAKIT DAN PENGISIAN BULIR PADI (60 HST) Konsentrasi : 1 sachet DECOPRIMA/5 tangki;75 gram MKP/tangki Kebutuhan/ha : 4 sachet DECOPRIMA; 1,5 kg MKP(20 tangki sprayer) Cara Aplikasi : 1 sachet DECOPRIMA dilarutkan dalam 1 liter air, diamkan 6-48 jam, campurkan dengan MKP kemudian encerkan sampai 5 tangki sprayer. Semprotkan merata pada daun. Aplikasi dapat dicampurkan dengan fungisida kimia apabila terjadi serangan penyakit tinggi. ADMIN SMIPP KEC. SUKOHARJO Referensi : Erviyanto,S.Pi.http://kalbarprov.go.id/berita.php?landing=575 Anonymous http://tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front/uploads/document/PETUNJUK%20TEKNIS%20PADI%20TEKNOLOGI%20HAZTON-2016. Hazairin, 2016. Materi Pertemuan Koordinasi Pengembangan Budidaya Padi Teknologi Hazton