Loading...

TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA BERWAWASAN LINGKUNGAN

TEKNOLOGI PENGENDALIAN  HAMA BERWAWASAN LINGKUNGAN
TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA BERWAWASAN LINGKUNGAN Perjuangan antara manusia dan serangga telah dimulai sejak belum adanya peradaban dan berlangsung tiada henti hingga sekarang, dan akan berlangsung secara terus menerus selama masih berada dimuka bumi ini.? Hal ini terjadi karena baik manusia maupun beberapa jenis serangga tertentu secara terus menerus menginginkan hal yang sama pada waktu yang bersamaan. ( H.A.FORBES 1915 ) ? Serangga menjadi hama karena ulah manusia yang menempatkan suatu jenis serangga dalam katagori hama,karena berkompetisi…dalam hal makanan.? Manusia merubah ekosistem yang sudah ada , dengan menciptakan ekosistem baru yang dibuat khusus untuk pertanian yang disebut agroekosistem, untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih seragam ( Monokulture ) sehingga agroekosistem tidak mempunyai keaneragaman tinggi, dan interaksi antar species menjadi lebih rendah.? Dengan menyederhanakan ekosistem manusia telah menganggu keseimbangan alam.? Keadaan ini akan membuat semakin bertambahnya populasi serangga jenis tertentu lewat kompetisi dengan manusia terhadap tanaman budidaya.karena serangga yang berkompetisi dengan manusia adalah komsumen primer dalam rantai makanan ? Biasanya serangga tersebut mempunyai tingkat reproduksi yang sangat tinggi dan generasi yang pendek,dengan kata lain serangga tersebut sangat berpotensi berkembang amat banyak dalam waktu singkat karena hilangnya faktor pengendali alam. ? Latar Belakang diterapkan PHT ? PARASITOID ? PARASITOID TELUR ? VIRUS ? jamur Beauveria ? Metarhizium ? Bio Fungisida ? FUNGSI.....? ? Sebagai agens hayati, Trichoderma berpotensi menjaga sistem ketahanan tanaman misalnya dari serangan patogen ( Penyebab Penyakit). pertanaman Cabe yang rentan penyakit Layu Fusarium, penggunaan 'Trichoderma' sebagai agen antagonis merupakan salah satu alternatif pengendalian yang direkomendasikan. ? Potensi Bio Fungisida Trichoderma ? jamur antagonis yang bersifat preventif terhadap serangan penyakit tanaman telah menjadikan jamur tersebut semakin luas digunakan oleh petani dalam usaha pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Disamping karakternya sebagai antagonis diketahui pula bahwa Trichoderma,sp. Juga berfungsi sebagai dekomposer dalam pembuatan pupuk organik. Aplikasi jamur Trichoderma pada pembibitan tanaman guna mengantisipasi serangan OPT sedini mungkin membuktikan bahwa tingkat kesadaran petani akan arti penting perlindungan preventif perlahan telah tumbuh. ? Aplikasi Tricoderma ? Campurkan secara merata Tricoderma pada pupuk kandang. ? Layu Fusarium ? Layu Fusarium ? Layu Fusarium ? Layu Fusarium ? Layu Fusarium ? Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhan tanaman. Kelompok bakteri tersebut disebut dengan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) atau RPTT (Rhizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman) yang merupakan kelompok bakteri agresif yang berada disekitar rizosfir (perakaran). ? Fungsi ? PGPR berpengaruh terhadap tanaman baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruhnya secara langsung adalah kemampuan menyediakan dan memobilisasi penyerapan berbagai unsur hara dan mengubah konsentrasi fithothormon pemacu tumbuh. ? Menekan penyakit tanaman disekitar perakaran dengan antibiotik yang dihasilkannya (glukanase dan kitinase),? Melarutkan meningkatkan ketersediaan unsur P dalam tanah,? Meningkatkan ketersediaan unsur Mn (Mangan),? Melarutkan unsur sulfur (S) dan meningkatkan daya serap tanaman terhadap unsur tersebut,? Meningkatkan daya serap tanaman terhadap unsur Fe,? Meningkatkan penyerapan unsur nitrogen (N),? Menghambat pertumbuhan dan perkembang biakan penyakit perakaran,? Menjadi pesaing patogen dalam mendapatkan makanan sehingga populasi patogen berkurang,? Menghambat proses penuaan dini tanaman dengan cara menghambat produksi etylen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati),? Meningkatkan populasi bakteri dan cendawan menguntungkan.? aplikasi PGPR pada benih tanaman mampu menekan penyakit dumping-off (Pytium ultimatum). Beberapa bakteri PGPR seperti Bacillus subtilis mampu memproduksi racun yang mampu melawan cendawan patogen. ? Selain itu salah satu bakteri PGPR yakni Pseudomonas sp. mampu menghasilkan hormon pemacu pertumbuhan tanaman yang dapat meningkatkan berat kering hasil panen jagung mencapai 9%. ? Sementara bakteri PGPR lainnya, yakni Salmonella liquefaciens mampu meningkatkan berat ?