Loading...

TEKNOLOGI PEREMAJAAN KOPI MELALUI SYSTEM PENYAMBUNGAN (GRAFTING)

TEKNOLOGI PEREMAJAAN KOPI MELALUI SYSTEM PENYAMBUNGAN (GRAFTING)
Komoditas kopi merupakan salah satu tanaman utama yang dikembangkan di Kabupaten Lampung Utara, selain tanaman karet, lada, sawit dan tebu. Tanaman ini telah lama dibudidayakan sebagai usahatani masyarakat yang dilakukan secara turun menurun. Sebagian besar masyarakat Lampung Utara menanam kopi jenis robusta, sedangkan jenis arabica hanya diusahakan oleh perkebunan besar swasta. Tanaman kopi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik menghendaki musim kemarau tidak lebih dari empat bulan dalam setahun. Apabila bulan kering berlangsung lebih lama maka akan mengakibatkan pertumbuhan dan produksi yang kurang memuaskan. Curah hujan yang berlebihan berdampak pada proses pembungaan tanaman kopi. Benang sari dari bunga kopi sangat ringan sehingga mudah terbawa oleh angin, sehingga penyerbukan oleh angin sangat penting disamping yang dapat dilakukan oleh serangga.Adanya hujan yang lebat dan berkepanjangan dapat menghambat terjadinya penyerbukan yang akhirnya dapat menyebabkan banyaknya bunga yang tidak terserbuki dan gagal menjadi calon buah. Disamping itu, hujan berlebihan dan berkepanjangan pada pertanaman kopi arabika yang dapat menghasilkan kegagalan pembungaan dengan hanya menghasilkan bunga bintangPada tanaman kopi robusta yang hanya mengandalkan dua kali musim panen dalam setahun sangat rentan terhadap kegagalan pembungaan yang menyebabkan menurunnya produksi buah per tahun. Hal ini berarti bila salah satu musim bunga terganggu oleh iklim maka akan menyebabkan kegagalan panen.Untuk antisipasi kegagalan penyerbukan akibat kejadian La Nina dengan curah hujan yang tinggi pada tanaman kopi robusta Peremajaan dengan system penyambungan (grafting) merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi. Penyambungan pada umumnya menggunakan entres dari tanaman lain yang berproduksi tinggi atau dengan menggunakan klon yang lebih ungul. Teknik Penyambungan KopiTeknik penyambungan kopi meliputi tiga cara yaitu : sambungan celah (cleft grafting), sambungan rata ( plak grafting ) dan sambungan miring (kina grafting). Dari ketiga cara penyambungan tersebut yang paling dianjurkan adalah cara sambungan celah, yaitu dengan menempelkan pada satu celah dengan cara batang dilukai untuk membuat celah lalu entres dimasukkan kedalam celah tersebut. Agar menempel dengan baik, bisa doleskan menggunakan parafin cair setelah itu cukup dibungkus dengan platik. Syarat sumber entres antara lain : tanaman berproduksi tinggi, berasal dari klon / varietas yang dianjurkan, menghasilkan buah yang berkualitas baik, tanaman tidak terserang hama dan penyakit. Penyambungan sebaiknys dilakukan pada pagi hari, tanaman sedang tumbuh yaitu awal dan akhir musim hujan. Persiapan alat dan bahan Sebelum pelaksanaan pekerjaan menyambung, perlu dipersiapkan terlebih dahulu antara lain :Pisau (yang tajam), kantong plastik sesuai kebutuhan, tali rapiah, gergaji, batang atas (tunas produktif) batang bawah (pohon kopi tua) Cara Menyambung Secara umum pelaksanaan penyambungan dilakukan sebagai berikut: Masukkan ujung batang entras klon yang telah diruncingkan kiri dan kanan (panjang entras + 7 cm) kedalam celah wiwilan yang telah dipotong dan dibelah. Tinggi potongan batang bawah 15 – 30 Cm, kedalaman belahan celah batang bawah 3 – 4 cm.Ikat dan balut sambungan dengan tali rafia, pembalutan dilakukan dari bawah ke atasHasil balutan harus erat dan rapat, sehingga air siraman tidak masuk kedalam sambunganTutup batang atas dan sambungan dengan kantong plastic transparan, lalu ikat agar tidak lepasBila selama 3 – 4 minggu sudah ada tanda tanda pertumbuhan tunas baru, plastic segera dibuka.Pertumbuhan batang atas tampak subur dan sehat bila sambungan berhasil. Secara spesifik ada dua cara penyambungan : Penyambungan dengan cara langsung pada potongan pohon kopi tua. Caranya : pohon kopi tua dipotong setinggi + 1 sampai dengan 1,25M dari permukaan tanah kemudian pada potongan tersebut di belah pada bagian samping kulit pohon yang telah dipotong tersebut pada kulit pohon dapat diselipkan entres yang telah disiapkan setelah itu diikat dengan tali plastik (tali raffia) secukupnya kemudian ditutup dengan plastik yang besar disesuaikan dengan besarnya batang kopi yang telah disambung. Penyambungan pada tunas dari pohon tua yang telah dipotong. Cara kedua ini dapat dilakukan pada tunas dari pokok pohon kopi tua. Caranya : pohon kopi yang sudah tua dipotong setinggi + 1 s/d 1,25 M dari permukaan tanah, lalu dibiarkan beberapa hari sehingga pokok pohon atas tersebut mengeluarkan tunas-tunas baru. Setelah tunas mencapai ukuran berdiameter 1 cm, maka tunas tersebut dipotong dan dapat disambung dengan entres yang sudah disiapkan penyambungan dilakukan dengan membelah batang bawah berbentuk V dan pada belahan leher V tersebut dapat disambungkan dengan entries yang telah dipersiapkan setelah itu diikat dengan tali rapiah secukupnya dan dibungkus dengan kantong plastik lalu diikat kembali dengan tali plastik. Setelah tunas entres sudah nampak tumbuh sampai hidup maka kantong plastik dan pembalut sambungan dapat dibuka atau dilepas, sehingga tanaman atas dapat tumbuh dengan leluasa. (KJF Diperta Lampung Utara)