Loading...

TEKNOLOGI PERTANIAN KONSERVASI GUNA MENGATASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

TEKNOLOGI PERTANIAN KONSERVASI GUNA MENGATASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA
Persoalan perubahan iklim sudah menjadi isu global dan tak terkecuali di Kabupaten Timor Tengah Utara. Secara umum perubahan iklim telah membuat beberapa keadaan menjadi bencana seperti naiknya suhu lingkungan, naiknya permukaan air laut, serangan hama penyakit dan bencana kekeringan. Khusus di Kabupaten Timor Tengah Utara dampak perubahan iklim juga sangat terasa terutama menyebabkan bencana kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara. Bencana kekeringan ini membutuhkan upaya khusus terutama masyarakat petani guna mengatasi persoalan tersebut. Bencana kekeringan di Kabupaten Timor Tengah Utara terlihat dari musim kemarau yang berkepanjangan sehingga pada saat tersebut banyak masyarakat desa atau masyarakat petani yang membeli air. Selain itu dalam beberap tahun terakhir ini banyak masyarakat yang gagal panen akibat bencana kekeringan dan disertai dengan serangan hama belalang yang menyerang tanaman pertanian masyarakat petani. Beberapa kecamamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara yang mengalami hal tersebut adalah Kecamatan Bikomi Utara, Kecamatan Miomaffo Timur dan Kecamatan Biboki Utara. Salah satu solusi untuk mengatasi dampak perubahan iklim di kabupaten Timor Tengah Utara adalah pengembangan pertanian konservasi. Penerapan pertanian konservasi di Kabupaten Timor Tengah Utara didasarkan atas jumlah lahan kering yang cukup luas. Berdasarkan data BPS Tahun 2016 luas lahan kering di Kabupaten Timor Tengah Utara adalah seluas 173.150 ha. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini : Tabel 1. Luas Lahan Kering dan Jenis Penggunaanya di Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2016 No. Jenis Penggunaannya Luas Lahan (Ha) 1. Tegal/Kebun 21.297 2. Ladang/Huma 23.950 3. Lahan Kering Yang sementara tidak digunakan 36.513 4. Lainnya (Perkebunan, Hutan Rakyat, Tambak, Kolam/empang) dll 91.390 Jumlah 173.150 Sumber : BPS Kabupaten TTU, 2016 Pengembangan pertanian konservasi ini diharapkan dapat mengurangi bencana dari dampak perubahan iklim yang terjadi, tetapi juga dapat meningkatkan produksi serta pendapatan masyarakat. Untuk meningkatkan produktivitas lahan kering tersebut dan penganekaragaman produk pertanian dalam satuan luas lahan maka perlu penerapan pertanian konservasi. Pertanian konservasi (PK) bermanfaat untuk meningkatkan hasil pertanian dengan mengurangi biaya, menjaga kelestarian Sumberdaya lahan dan air. Suatu upaya menuju pertanian lestari berkelanjutan dan memperbaiki mata pencaharian (FAO, 2016). Pelaksanaan pertanian konservasi di Kabupaten Timor Tengah Utara dilakukan oleh FAO bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara. Pelaksanaan pertanian konservasi dilakukan pada lahan kering dan melibatkan kelompok tani dan PPL setempat. Berdasarkan data dari FAO (2016) pelaksanaan pertanian konservasi sudah melibatkan 44 kelompok tani dengan jumlah petani sebanyak 941 orang. Oleh: CHAIREL MALELAK Kabid Penyuluhan pada Dinas Pertanian Kabupaten TTU