Demontrasi Plot (Demplot) merupakan salah satu metode penyuluhan yang digunakan para penyuluh dalam melaksanakan tugas demi perubahan perilaku. Demplot dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian(BPP) Sinar Timur Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur mempunyai tujuan: Memperlihatkan secara singkat kepada petani atau pelaku utama tentang hal baru yakni pengaturan pola tanam “REGU” (pola tanam spesifik lokalita). Menumbuhkan minat dan keinginan petani atau pelaku utama dan kelompok tani agar dapat melaksanakan pola tanam regu. Bertambahnya kesanggupan petani atau pelaku utama sasaran untuk memperbaiki cara bercocok tanam yang lebih menguntungkan. Bertambahnya pengetahuan dan ketrampilan petani atau pelaku utama dalam hal pola tanam regu Demplot pola tanam regu adalah salah satu bentuk teknologi spesifik lokalita di BPP Sinar Timur yang mana pola tanam regu ini sudah dilaksanakan secara turun temurun namun ketentuan larikan dan rumpun yang tidak beraturan. Untuk itu dianjurkan suatu bentuk inovasi teknologi yang membawa keuntungan bagi petani atau pelaku utama.Pola tanam regu mempertimbangkan hal-hal teknis yang mudah diterapkan dimana secara ekonomi menguntungkan dan secara social budaya diterima oleh masyarakat. Keuntungan penerapan teknologi pola tanam regu: Produktivitas lahan akan tinggi karena pemanfaatan lahan yang lebih intensif Mengurangi resiko kegagalan dan keuntungan pangan karena lebih banyak populasi tanaman dalam satu-satuan luas Pemeliharaan sangan mudah dan efisien (penyiangan,pembumbunan dan pemupukan) Tetap tersedianya air bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman (kelembapan tanah terjaga) Cocok diterapkan di daerah yang bercurah hujan rendah Pola tanam regu diterapkan pada lahan-lahan yang datar maupun lereng berbukit. Pada daerah lereng dan berbukit sangat cocok karena pada saat penentuan larikan rapat/banjar rapat sangat leluasa. Penerapan banjar rapat pada daerah lereng dan berbukit dilakukan dengan cara memotong lereng sehingga sinar yang masuk dalam area penanaman merata,tanaman tidak saling menaungi. Proses pemupukan tidak terbawa erosi atau aliran air tanah. Ada beberapa istilah yang digunakan dalam teknologi pola tanam regu yaitu: Banjar : 1 larikan memanjang adalah salah satu larikan sepanjng bentangan tali tanam/lubang tanam Baris : 2 larikan memanjang adalah dua larikan sepanjang tali tanam/lobang tanam Regu : adalah dua atau tiga baris sepanjang bentangan tali tanam/lubang tanam Atau Pola tanam regu : Banjar = 1 larik Baris = 2 Banjar Regu = 2 Baris Atau Pola tanam regu : 1 Regu =2 baris =4 banjar Keterangan : Tiap banjar dengan lubang tanam dalam banjar/jarak tanam dalam banjar = 20 cm Jumlah tanaman perumpun atau jumlah benih perlubang = 2 biji perlubng tanam. Dalam datu baris ada dua banjar. Jarak tanam antar banjar = 20 cm,dalam satu regu ada dua baris Jarak tanam antar baris = 60 cm Tiap regu mempunyai jarak,jarak antar regu = 100 cm. Penerapan pola tanam regu adalah sebagai berikut Setiap 2 m atau 200 cm terdiri dari ada 1 regu atau ada 2 baris atau ada 4 banjar Setiap satu-satuan luas/setiap are (100 M²) terdiri dari ada 5 regu atau ada 10 baris atau ada 20 banjar Produksi Pola tanam regu mengalami peningkatan popilasi tanam karena adanya perapatan jarak tanam baik dalam banjar maupun antar banjar. Perhitungan produksi dalam 1 are sebagai berikut: Secara Kwantitas Populasi tiap banjar = tiap 1 meter panjang banjar terdapat 5 lubang tanam = 10 tongkol jagung Produksi dalam regu untuk satuan luas are Luas 1 are dengan panjang sisi banjar 10 m terdapat 50 lubang tanam = 100 tongkol jagung Produksi setiap baris (10 m) = 100 x 2 = 200 tongkol Produksi setiap regu (10 m) = 200 x 2 = 400 tongkol Produksi antar regu 1 are = 5 regu Setiap regu 400 tongkol jagung Produksi dalam 1 are = 5 regu x 400 tongkol = 2000 tongkol Maka jumlah produksi jagung dalam satu-satuan luas are adalah sebanyak 2000 tongkol . Secara ekonomi Berat /bobot panen/biji kering panen 10 tongko; jagung = 1 kg Berat bersih jagung kering panen = 2000 = 200 kg 10 tongkol Harga 1 kg jagung =Rp.3000 Maka setiap satuan luas are memperoleh pendapatan sebesar 200 kg x Rp.3000 = Rp.600.000 Disusun Oleh: Yohanes Nama Dalot,SP/Penyuluh Pertanian Muda/Kepala BPP Sinar Timur Kecamatan Witihama kabupaten Flores Timur -NTT