Menurut data BPS Prov. Kalbar (2016) luas panen tanaman ubi kayu di Kalimantan Barat pada tahun 2015 mencapai 10.069 hektar dengan rata-rata produktivitas 16,34 ton/ha dan total produksi 173.448 ton. Pertanaman ubi kayu ini menyebar di Kabupaten Bengkayang 2.285 ha, Landak 2.960 ha, Sintang 678 ha, dan Sanggau 1.381 ha. Kabupaten Landak menjadi salah satu sentra produksi ubi kayu di Kalimantan Barat dengan luas panen ubi kayu mencapai 2,960 ha dengan produktivitas 15,27 ton/ha dan total produksi 45.220 ton. Produktivitas ubi kayu di Kalimantan Barat rata-rata 16.34 ton/ha kurang dari 50 % dari potensi produksi ubi kayu varietas unggul UJ-3 sebesar 35-40 ton/ha, UJ-5 sebesar 38 ton/ha, Malang-4 sebesar 39,7 ton/ha dan Malang-6 sebesar 36,5 ton/ha (Balai Penelitian Tanaman Kacan-Kacangan dan Umbi-umbian, 2005). Ubikayu umumnya ditanam di lahan kering yang sebagian besar kurang subur. Produktivitas di tingkat petani saat ini masih sekitar 12 t/ha umbi segar, padahal dengan teknologi budidaya yang tepat,varietas unggul baru ubikayu dapat menghasilkan lebih dari 35 t/ha umbi segar. Untuk meningkatkan produktivitas ubi kayu di Kalimantan Barat maka Balai Penelitian Tanaman Kacan-Kacangan dan Umbi-umbian (2005) memberikan rekomendasi teknologi sebagai berikut:1. Penggunaan bibit unggulStek untuk bibit sebaiknya diambil dari tanaman yangberumur lebih dari 8 bulan.Kebutuhan bibit 10.000“15.000 stek per hektar.2. Pengolahan tanahTanah diolah sedalam sekitar 25 cmBuatlah guludan/bedengan dengan jarak 80“130 cm3. PenanamanStek ditanam di guludan (jarak antarbaris 80“130 cm) dan jarakdi dalam barisan 60“100 cm.4. PemupukanUmur 7“10 hari dipupuk 50 kg Urea, 100 kg SP36, dan50 kg KCl per hektar.Umur 2“3 bulan dipupuk 75 kg Urea dan 50 kg/ha KCl.Umur 5 bulan ditambahkan 75 kg/ha Urea.5. Penyiangan, Penyiangan dilakukan seperlunya sehingga tanaman bebas gulma hingga umur 3 bulan.6. Pembumbunan pada umur 2“3 bulan setelah tanam. 7. Pembatasan tunas dilakukan pada umur 1 bulan, denganmenyisakan 2 tunas yang paling baik.8. Panen dapat dilakukan mulai umur 8“10 bulan, namun dapatditunda hingga umur 12 bulan.Dengan menerapkan inovasi teknologi dari Balai Penelitian Tanaman Kacan-Kacangan dan Umbi-umbian maka diharapkan produktivitas ubi kayu akan meningkat mendekatai potensi produksinya yang berkisar antara 35-40 ton/ha. (Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc., BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. 2005. Teknologi Produksi Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Malang