Guna mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan dana dekonsentrasi Kementerian Pertanian tahun 20016 serta menyusun perencanaan tahun 2017 yang berbasis simluh, maka Bakorluh menyelenggarakan kegiatan temu evaluasi di Ballroom Maharani, pada Kamis, 15 September 2016. Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Bakorluh, Drs. Efendi Ipango,M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal, diantaranya rakorev adalah untuk penting dilaksanakan demi mengetahui seberapa besar capaian pelaksanaan kegiatan di lapangan serta bagaimana strategi percepatannya. Disisi lain terjadi recofusing anggaran secara besar-besaran sehingga perlu upaya percepatan sehingga tidak terkena dampak pemotongan anggaran. Selanjutnya disampaikan bahwa sistem perencanaan sekarang sudah berbasis simluhtan sehingga diharapkan data yang terisi di data base benar-benar valid dan akurat, demi menghasilkan perencanaan yang akuntabel.Peserta yang hadir pada rapat yakni para kepala BP4K kab/kota, Kabid serta bendahara yang menangani dana dekon di kab/kota, kelompok jafung, dan petugas Simluh kab/kota.Sementara itu yang menjadi narasumber pada kegiatan tersebut adalah perwakilan dari Pusluh Kementerian Pertanian, PPK satker pertanian Bakorluh Hi,Relianto Mamonto,SP.MSi serta kasubid pengembangan materi dan kemitraan usaha Bakorluh, Moh.Ridwan Matoka,S.Pi.Dalam paparannya narasumber Pusluh Kementerian Pertanian Siti Hapsah menyatakan bahwa fokus kinerja kita sebenarnya hanya 2 yakni kedaulatan pangan dan kesejateraan petani, dengan program aksi gerakan pemberdayaan petani terpadu (GPPTT)melalui pendidikan dan pelatihan serta regenerasi petani. Menurutnya dewasa ini sudah sangat sulit pemuda tertarik di usahatani bidang pertanian sehingga perlu upaya untuk merangsang para pemuda kembali tertarik beraktifitas di sektor pertanian.Terkait evaluasi kinerja Siti Hapsah menekankan untuk segera melakukan upaya khusus yang lebih konkrit karena angka realisasi anggaran kita secara nasional saat ini masih sangat rendah yakni masih 54,77 % dari target yang seharusnya sudah mencapai 80%. Siti Hapsah menghimbau agar segera melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan beserta kelengkapan adiministrasinya, pengisian format KSP beserta barbuknya, pengisian data CPCL, serta harus selalu mengupdate data simluh. Untuk kepentingan perencanaan tahun 2017 maka cara pengisian di aplikasi simluh di sampaikan oleh Amaludin Saragih dari Pusluh dan dilanjutkan oleh Ridwan Matoka dari pihak Bakorluh Provinsi Gorontalo.Tanggap terhadap hasil evaluasi oleh pihak pusluh tersebut, maka Hi,Relianto Mamonto,SP.MSi langsung melakukan evaluasi kinerja masing-masing kab/kota baik fisik maupun keuangannya. Alhasil capaian realiasi sudah melebihi angka yang dipaparkan oleh pihak pusluh, hanya saja masih terlambat di penyelesaian administrasi.