Loading...

TEMU LAPANG DESA MANDIRI BENIH JAGUNG DIDESA BUNGA KECAMATAN PALOLO KAB.SIGI PROPINSI SULAWESI TENGAH

TEMU LAPANG DESA MANDIRI BENIH JAGUNG DIDESA BUNGA KECAMATAN PALOLO KAB.SIGI PROPINSI SULAWESI TENGAH
Temu lapang ini dilaksanakan pada hari selasa, 11 Agustus 2015, yang dihadiri oleh Kepala BP4K Kab.Sigi, Kadis Pertanian Prov.Sulawesi Tengah, Kepala SekretariatBakorluh P2K Prov.Sulawesi Tengah, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kab.Sigi, Camat Palolo, Danramil 02 Biromaru, Kapolsek Palolo dan Kepala Desa Bunga yang dirangkaikan dengan panen raya jagung.Desa Mandiri Benih jagung yang ada di Kab.Sigi berada di 3 kecamatan, yaitu :1. Kecamatan Kulawi desa Sungku dengan luas penangkaran 4 Ha Varietas Lamuru.2. Kecamatan Dolo desa Pulu dengan luas penangkaran 4 Ha Varietas Lamuru3. Kecamatan Palolo desa Bunga dengan luas penangkaran 5 Ha ( 4 Ha Varietas Lamuru 1 Ha Varietas Hibrida Bima 20 Uri)Untuk Kecamatan Palolo desa Bunga hasil ubinan yang diperoleh dari varietas Lamuru yang telah ditangkar sebesar 8,5 Ton/Ha.Desa Mandiri Benih Jagung yang ada didesa Bunga dimulai pada bulan April 2015 atas kerjasama dengan BPTP Prov.Sulawesi Tengah, Dinas Pertanian Prov. Sulawesi Tengah dan Kabupaten, BP3K Bahagia, pemerintah kecamatan Palolo dan desa Bunga serta Gapoktan Mekar Bersatu desa Bunga.Model kolaborasi yang sudah terbentuk sampai saat ini dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten telah mensuport sarana berupa Vertical Dryer 1 unit, Pemipil Jagung 5 unit, dan Pompa Air 1 unit. BP4K Kab.Sigi melalui BP3K Bahagia telah melakukan pendampingan secara rutin di areal GP-PTT jagungi dan Desa Mandiri Benih. BPTP Prov.Sulawesi Tengah telah mendampingi inovasi teknologi dari hulu sampai hilir. BPSB Prov.Sulawesi Tengah melakukan pengawasan dan sertifikasi . Dari TNI-AD telah menggerakan aparat teritorial didesa yaitu Babinsa untuk mendamping kegiatan Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai.Permasalahan umum yang dihadapi dilapangan sebagai pelaku utama petani jagung adalah :1. Keterbatas biaya untuk memperoleh benih Hibrida dengan harga rata-rata diatas Rp.60.000/Kg.2. Kondisi iklim yang tidak mementu yang hampir ± 2 bulan terakhir tidak turun hujan sehingga kondisi tanaman jagung kurang baik.3. Kesulitan memperoleh benih jagung yang spesifik lokasi.Masalah yang dihadapi juga sebagai penangkar benih jagung Hibrida yaitu harga benih sumber yang mahal dimana jantan Rp. 150.000/Kg dan betina Rp.75.000/Kg.Namun dari semua itu masih ada kendala dihadapi yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan daerah Yaitu :1. Perlu adanya regulasi yang mengatur tentang harga benih ditingkat penangkar sehingga Desa mandiri Benih terus berkembang untuk mensuport ketersediaan benih dimasing-masing wilayah.2. Sarana pompanisasi menggunakan air tanah.3. Operasional penunjang seperti sarana transportasi dan gudang penyimpanan.4. Perluasan areal penangkaran khususnya Hibrida guna mensuport kebutuhan jagung di Kab. Sigi bahkan diprov. Sulawesi Tengah.