Pemerintah Kabupaten Bengkayang, mencanangkan penanaman perdana program seribu desa mandiri benih, yang dilaksanakan di Persawahan kelompok tani Gandong Mandiri desa Sukadamai kecamatan Ledo, minggu 13 Desember 2015 Kasie Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang mewakili kadis pertanian Bengkayang I Gede Magantara, STP, Menyampaikan kegiatan pendukung guna tercapainya swasembada padi, jagung dan kedelai, antara lain penyediaan sarana produksi pertanian yang memadai seperti penggunaan benih unggul bersifikat, alat dan mesin pertanian serta melihat potensi luas wilayah dan tingkat kesuburan tanah. "karena menjadi kewajiban pemerintahlah untuk mencukupi kebutuhan pangan dalam Negeri, dengan sasaran swasembada dalam waktu tiga tahun," ujarnya. Sementara itu kepala UPTD Pertanian/ Koorluh BP3K Ledo Ujang Wangun, SP "Program Seribu Desa Mandiri Benih dan pencanangan seribu ha lahan sawah ini sangat penting diterapkan dan harus dilakukan secara berkelanjutan mengingat potensi lahan di kecamatan ledo masih potensial untuk dijadikan sawah yang produktif,". salah satu upaya mengatasi kekurangan swasembada pangan adalah meningkatkan penanaman padi di setiap daerah yang cocok pada sektor pertanian. Ia menjelaskan, rata-rata desa di kecamatan produksi hanya mampu menghasilkan padi sawah 2-3 ton untuk setiap hektare. Itu wajar karena petani belum menerapkan paket teknologi yang ada seperti penggunaan benih unggul bersifikat, penggunaan pupuk berimbang, pengolahan yang sempurna dan waktu panen yang tepat. Tetapi "Jika kelompok tani atau petani di sini menggunakan benih unggul dan bersertifikat, hasil panen akan mencapai 5-6 ton untuk setiap 1 hektare," ucapnya. Maka itu, ia menyarankan agar petani di daerah itu bisa dan mau menggunakan benih yang bersertifikat atau benih yang dikategorikan unggul. Ia mengatakan, jika petani di daerah itu bisa menggunakan dan memanfaatkan benih tersebut, bisa meningkatkan hasil 6 ton per ha. Maka akan di beri hadiah. itu sebagai motivasi agar semua petani berlomba untuk menaikan hasil.ujang wangun, menilai benih unggul tersebut mampu menghasilkan padi dua kali lipat dibanding benih biasa apalagi didukung dengan sarana produksi lainnya seperti pupuk, pestisida serta alsintan ? Jamaludin, SST (THL-TBPP) Kab. Bengkayang Kec. Ledo WKPP Desa Lesabela