Loading...

TEMU PENYULUH-PETANI DAN GUBERNUR SULTRA

TEMU PENYULUH-PETANI DAN GUBERNUR SULTRA
Bertempat di Grand Ballrom Hotel Plaza Inn Kendari, Tanggal 1 September 2015, Gubernur membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Acara dihadiri oleh seluruh koordinator penyuluh, KTNA, HKTI, P4S, Komisi penyuluhan, instansi terkait lingkup provinsi dan 17 kabupaten/kota se-Sultra.Gubernur Sultra, H. Nur Alam, menyatakan bahwa penyuluh adalah aparat pemerintah yang memiliki fungsi strategis bagi kemajuan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di sultra. Komando langsungnya adalah dia sebagai kepala badan koordinasi penyuluhan (bakor). Nur Alam, memotivasi penyuluh untuk memiliki 3 kunci keberhasilan kerja, yaitu kemampuan manajemen dan manajerial, teknis, dan sense of bussiness. Penyuluh harus memiliki kemampuan administrasi untuk mendokumentasikan kegiatan penyuluhan, dan juga harus mengadopsi konsep manajerial modern. Kegiatan penyuluh melibatkan banyak orang lintas sektoral yang butuh pengaturan untuk mencapai tujuan. Penyuluh dalam tugas kesehariannya juga harus mampu berperan ganda, yaitu sebagai seorang teknokrat dan manajer. Sense of bussiness adalah bekal penting bagi penyuluh untuk meningkatkan kesejahteraan petani-nelayan. Penyuluh harus mampu mendekatkan pasar dengan produk yang dihasilkan binaannya. Informasi yang dimiliki bisa bersifal lokal, regional maupun global. Akhirnya gubernur melalui bakorluh menginginkan agar penyuluh senantiasa ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilan kerjanya melalui beragam bimbingan teknis (bintek). Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan minimal 2 kali setahun dengan mendatangkan ahli kompeten dalam 3 kemampuan kunci kinerja.(Penulis : Ida Fauzia - Penyuluh Bakorluh)