Loading...

TEMU TEKNIS "ANTISIPASI KEKERINGAN"

TEMU TEKNIS "ANTISIPASI KEKERINGAN"
Hari selasa ,tanggal 29 September 2015 Bidang Kajian dan SDM pada Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Situbondo melaksanakan kegiatan TEMU TEKNIS " ANTISIPASI KEKERINGAN " yang dilaksanakan di Graha Amukti Praja (Pendopo) Kabupaten Situbondo, Jln Kartini No. 1 . Hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Situbondo (Ir.H.Budi Priono,M.Si), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo (Ir.H.Agus Fauzi,M.Si), Dinas PU dan Bina Marga, para Penyuluh Pertanian, Mantri Tani Kecamatan,Bapak Gamal (sebagai nara sumber dari BPTP Jawa Timur), serta ketua gapoktan seluruh Kabupaten Situbondo. Dalam sambutannya sebelum membuka acara tersebut, kepala BKPPP menyampaikan bahwa acara temu teknis ini sangat penting, bila dikaitkan dengan program swasembada padi di Kabupaten Situbondo. Selanjutnya disampaikan pula tentang SE Mendagri tentang bantuan Hibah/Bansos untuk tahun yad ,para calon penerima hibah/bansos harus berbadan hukum atau mempunyai Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Pada acara inti yang di moderatori oleh Kabid. Kajian dan SDM BKPPP (Ir.Wiwik Mulyaningsih,M.Si) ,dilanjutkan penyampaian materi oleh Bapak Gamal dengan judul "TEKNOLOGI TERAPAN IMPLEMENTASI MODEL AGROINOVASI PADI (IMA-P) DALAM RANGKA ANTISIPASI KEKERINGAN.Komponen teknologi yang perlu diterapkan dalam antisipasi kekeringan adalah :1. Penggunaan varietas unggul tahan kering (amphibi)2. Penyiapan benih dan bibit sehat3. Cara tanam (jajar legowo)4. Pemupukan (PHSL)5. Pemupukan bahan organik hingga 5 – 10 ton/ha6. Pengairan berselang (intermiten)7. Pemeliharaan (penyiangan, pengendalian OPT)8. Penanganan panen dan pasca panen (menekan kehilangan hasil).Inti dari komponen tersebut terkait dengan antisipasi kekurangan air adalah teknologi pengairan berselang /intermiten atau pengairan basah kering. Acara selanjutnya adalah diskusi yang dipandu oleh Kabid. Kajian dan SDM BKPPP, diantaranya disampaikan pertanyaan oleh beberapa peserta :1. Bagaimana cara mengajukan /mendaftar untuk mendapatkan badan hukum bagi poktan.2. Bagaimana menetralkan kandungan belerang pada air irigasi di Kecamatan Asembagus.3. Bagaimana cara agar kelompok tani menjadi kelompok penangkar benih.Sebelum acara temu teknis ditutup secara resmi, kepala BKPPP (Ir.H.Budi Priono,M.Si) berpesan, agar para penyuluh menyampaikan kepada petani tentang teknologi pengairan basah kering secara detail sesuai bahasa petani, dan bagi poktan yang berminat untuk mendaftarkan poktannya supaya berbadan hukum, segeralah berkoordinasi dengan penyuluh setempat. Dilaporkan oleh : Didik Agus Suryadi,SP (Koordinator BP3K Mlandingan).