Loading...

TEMU TEKNIS BERSAMA TNI DAN INSTANSI PERTANIAN DI KEC. KAMANG BARU

TEMU TEKNIS BERSAMA TNI DAN INSTANSI PERTANIAN DI KEC. KAMANG BARU
Melalui kegiatan Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Tahun 2015, Unit Pelaksana Teknis Badan Balai Penyuluhan Kecamatan Kamang Baru (UPTB-BPK) menyelenggarakan temu teknis penyuluhan pertanian tingkat Kecamatan pada hari Kamis, 28 Mei 2015. Maksud dan tujuan diadakan temu teknis ini adalah mengkoordinasikan kegiatan di lapangan yang menjadi bagian integral dan rencana kerja pengawalan dan pendampingan penyuluhan untuk mendukung pencapaian sasaran swasembada padi, jagung dan kedele (pajale) penyuluhan pertanian di Kecamatan Kamang Baru. Turut hadir sebagai Narasumber dalam pertemuan ini yaitu bapak Ir. Ronaldi selaku kepala BP4KKP Kabupaten Sijunjung, bapak Yusfi Afdhal selaku Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung, dan bapak Naspi selaku Danramil Kecamatan Kamang Baru. Tamu undangan yaitu perwakilan nagari yang wilayahnya terlibat dalam kegiatan upsus, pengurus gapoktan dan pengurus kelompoktani pelaksana kegiatan upsus. Dalam sambutannya, bapak Ir. Ronaldi menyampaikan bahwa kegiatan temu teknis ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan motivasi dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian terutama dalam upaya pencapaian swasembada pangan di Kabupaten Sijunjung. Beliau mengharapkan agar semua pihak baik penyuluh, gapoktan, kelompoktani, TNI, mahasiswa, Instansi terkait serta Walinagari ikut berperan aktif dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Bapak Naspi selaku Danramil Kecamatan Kamang Baru juga memberikan pernyataan bahwasanya TNI khususnya Koramil beserta Babinsa siap untuk mewujudkan swasembada pangan. TNI dalam hal ini bertindak sebagai pendamping dalam kegiatan upsus dan menampung segala keluhan dari masyarakat yang menyangkut dengan ketersediaan kebutuhan pangan. Bapak Yusfi Afdhal dalam pemaparannya memberikan perkembangan tentang realisasi kegiatan RJIT, POL padi, SRI, GP-PTT jagung dan kegiatan lain di Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung yang telah dilaksanakan oleh kelompoktani khususnya di Kecamatan Kamang Baru. Beliau menekankan agar kelompoktani pada kegiatan POL padi dan SRI seluruhnya melaksanakan penanaman sistem tanam jajar legowo 2 : 1 atau 4 : 1. Diharapkan penerapan teknologi jajar legowo ini bukan hanya terlaksana pada saat kelompoktani mendapatkan bantuan, namun dapat menjadi budaya dalam setiap musim tanam padi. Adapun manfaat dari penerapan sistem tanam jajar legowo adalah menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30% yang diharapkan akan meningkatkan produksi, mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman, mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit, serta menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Penyuluh berharap teknologi jajar legowo yang terbukti dapat meningkatkan produksi bukan hanya diterapkan pada pertanaman padi, namun juga dapat dikembangkan pada pertanaman jagung, dimana di Kecamatan Kamang Baru pada wilayah eks Timpeh terdapat hamparan luas yang masyarakatnya rutin melaksanakan usahatani jagung hibrida dengan sistem tanam konvensional. (M. Iwan K., SP)