Loading...

Temu Teknis Tingkat Kecamatan Bojongsari Tahun 2015 Menghadirkan Penyuluh Swadaya Sebagai Narasumber

Temu Teknis Tingkat Kecamatan Bojongsari Tahun 2015 Menghadirkan Penyuluh Swadaya Sebagai Narasumber
Purbalingga, 13 Oktober 2015 - Temu teknis tingkat kecamatan Bojongsari dilaksanakan di Aula Kecamatan Bojongsari dan dihadiri oleh 25 orang penyuluh PNS dan Penyuluh Swadaya. Acara yang juga dihadiri oleh Tim Teknis UPSUS Pajale dari Kabupaten Purbalingga tersebut berjalan dengan lancar dan berlangsung cukup dinamis. Dalam sambutannya, Kepala BPK Bojongsari, Adam Basori, AMd mengatakan, bahwa teknologi pertanian telah berkembang sedemikian pesat. Akan tetapi, perkembangan teknologi pertanian tersebut terkadang sulit untuk diterapkan ditingkat petani. "Oleh karena itu, introduksi teknologi modern harus selalu disinkronkan dengan teknologi spesifik lokalita", jelasnya. Intinya, introduksi teknologi dan mekanisasi pertanian harus tetap didampingkan dengan teknologi spesifik lokalita agar bisa diserap dan diterima petani ditingkat yang paling bawah. Berkesempatan menjadi narasumber pada temu teknis ini adalah Bapak Riyadi, penyuluh pertanian swadaya dan juga ketua kelompok tani tambang tani desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari. Riyadi, merupakan salah satu pelaku utama yang telah terbiasa menerapkan pola tanam padi menggunakan teknologi PTT, pemupukan berimbang, pengairan intermitten, serta tanam padi dengan sistem jajar legowo 2:1 yang tidak pernah mengesampingkan teknologi spesifik lokalilta. Beliau juga merupakan pencipta alat gurat sederhana yang efektif dan efisien yang telah disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada diwilayah kecamatan Bojongsari. Karena keunggulannya, alat gurat ciptaan beliau telah banyak dipesan dan direplika oleh petani lain, khususnya di wilayah kecamatan Bojongsari. Dalam hal penerapan pola tanam padi yang mengacu pada PTT, pemupukan berimbang dan pengairan yang intermitten, beliau merupakan petani yang paling konsisten. Melalui tanam padi jajar legowo 2:1, peningkatan produksi padi dilahan beliau bisa mencapai lebih dari 65% dibandingkan dengan tanam padi menggunakan sistem konvensional. "Sungguh suatu hal yang luar biasa jika semua petani yang ada di kecamatan Bojongsari, bahkan di seluruh Indonesia bisa menerapkan pola tanam padi seperti saya, bukan tidak mungkin Indonesia akan mudah mencapai surplus beras" jelasnya. Pada kesempatan lain, M. Nursholeh, SP selaku narasumber kedua , sekaligus merupakan KJF Penyuluh Pertanian Kabupaten purbalingga memaparkan materi mengenai Inovasi Teknologi dalam rangka peningkatan produksi padi guna mendukung program UPSUS Pajale. Dalam paparannya, beliau menerangkan bahwa peningkatan produksi padi hanya bisa dicapai melalui peningkatan inovasi teknologi pertanian. Hal ini dikarenakan, perluasan areal tanam padi sudah tidak mungkin lagi dilakukan di wilayah kabupaten Purbalingga. Perlu diketahui bahwa temu teknis merupakan salah satu metode penyuluhan yang dilakukan secara berkala antara penyuluh dengan tim penyuluh dan/ atau penyuluh dengan peneliti/ perekayasa/ professional/ aparat pemerintah untuk peningkatan kompetensi penyuluh dalam pelayanannya kepada pelaku utama/ usaha.