BETERNAK KAMBING YANG EFEKTIF OLEH ARI PRIHARTANTO, STP Kambing adalah salah satu jenis ternak yang banyak dipelihara masyarakat pedesaan dan mempunyai prospek baik untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan untuk pemeliharaan kambing hanya diperlukan sarana-sarana yang relatif sangat sederhana dan modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Juga cara-cara pemeliharaannya tidak terlalu sulit, cepat berkembang-biak dan tidak menuntut areal yang luas. Ternak kambing dikenal sebagai penghasil daging, susu dan kulit. Sedangkan kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk organik. Dengan tata laksana pemberian pakan dan kandang yang baik akan memudahkan peternak dalam pemeliharaannya. JENIS-JENIS KAMBING Jenis kambing yang banyak dibudidayakan di Indonesia: Kambing kacang Kambing kacang adalah ras unggul kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Badannya kecil. Tinggi gumba pada yang jantan 60 sentimeter hingga 65 sentimeter, sedangkan yang betina 56 sentimeter. Bobot pada yang jantan bisa mencapai 25 kilogram, sedang yang betina seberat 20 kilogram. Telinganya tegak, berbulu lurus dan pendek. Baik betina maupun yang jantan memiliki dua tanduk yang pendek. Kambing Etawa Kambing Etawa didatangkan dari India yang disebut kambing Jamnapari. Badannya besar, tinggi gumba yang jantan 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter. Bobot yang jantan bisa mencapai 91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek. Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. Keturunan silangan (hibrida) kambing Etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai sebagai kambing "Peranakan Etawa" atau "PE". Kambing PE berukuran hampir sama dengan Etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia. Kambing Jawarandu Kambing Jawarandu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Etawa dengan kambing Kacang. Kambing ini memliki ciri separuh mirip kambing Etawa dan separuh lagi mirip kambing Kacang. Kambing ini dapat menghasilkan susu sebanyak 1,5 liter per hari.edo Kambing Saenen Kambing Saenen berasal dari Saenen, Swiss. Baik kambing jantan maupun betinanya tidak memliki tanduk. Warna bulunya putih atau krem pucat. Hidung, telinga dan kambingnya berwarna belang hitam. Dahinya lebar, sedangkan telinganya berukuran sedang dan tegak. Kambing ini merupakan jenis kambing penghasil susu. Kambing PE Kambing PE merupakan kambing hasil persilangan kambing Etawa. dan kambing kacang. PEMBERIAN PAKAN Hijauan Kambing menyukai daun-daunan dan hijauan seperti : daun turi, dadap, akasia, lamtoro, nangka, pisang, gamal, putri malu dan rerumputan lainnya. Kambing membutuhkan hijauan yang banyak ragamnya, hijauan dari daun-daunan lebih disukai dari pada rerumputan. Selain itu kambing juga menyukai : Limbah sayur seperti kulit pisang, sisa sayuran ampas kelapa segar. Limbah pertanian seperti daun singkong, batang dan daun ubi jalar, limbah kacang tanah, dan kedelai. Limbah industri seperti dedak padi, jagung, ampas tahu, bungkil kedelai, kacang tanah dan bungkil kelapa. Hasil tanaman rumput khusus ternak seperti rumput gajah, rumput raja, rumput benggala, setaria, dan hijauan yang diawetkan. Kambing dewasa membutuhkan hijauan kurang lebih 7 kg per hari, setiap harinya diberikan dua kali pada pagi dan sore hari, dan diberikan makanan penguat dalam bentuk bubur. Makanan Penguat Kambing memerlukan makanan penguat atau tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizinya. Makanan penguat dapat terdiri dari satu macam saja seperti dedak bekatul padi, dedak jagung, ampas tahu atau makanan penguat terdiri berbagai campuran bahan atau konsentrat. Kambing dewasa membutuhkan antara 0,5 – 1 kg makanan tambahan, diberikan dua kali sehari yaitu pada pagi dan siang hari. Pemberian konsentrat atau makanan penguat tidak boleh terlalu banyak, pemberiannya diselingi dengan pemberian hijauan. Dengan pemberian konsentrat diharapkan dapat memberi tambahan berat badan per hari lebih tinggi. Kambing juga memerlukan minum, sediakanlah air bersih pada tempat minum di sisi bak makanan. Contoh : Makanan Penguat dengan berbagai komposisi antara lain sebagai berikut : Bahan yang Prosentase dalam beberapa pilihan diberikan makanan ………………………………………………………………J a g u n g 50 - 30 22 30 Kacang-kacangan - 30 35 - - G a n d u m - 50 30 - - Dedak/Bekatul 30 20 - 30 30 Bungkil kacang Tanah/kelapa 10 10 - 5 12 Ampas tahu 7 17 7 5 - Mineral tepung Tulang 2 2 2 2 2 G a r a m 1 1 1 1 1 Tepung ikan - - - - - Jumlah (%) 100 100 100 100 100 ………………………………………………………. Sumber : Pedoman Beternak Kambing Perah Departemen Pertanian Tahun 1983. KANDANG Fungsi kandang bagi ternak selain untuk melindungi ternak dari pengaruh iklim dan cuaca, juga memberikan kenyamanan dan memudahkan dalam pemeliharaan. Persyaratan kandang yang baik antara laian adalah : Bahan untuk kandang dapat dipilih yang kuat dan murah harganya. Kandang dibuat menghadap ke timur sehingga sinar matahari dapat masuk secara tidak langsung dan lebih leluasa. Kandang diberi sekat dengan ukuran 2 x 3 m untuk tiap 2 – 3 ekor kambing, dan kandang pejantan dipisahkan dari betina dengan ukuran 1 x 1,5 meter. Bentuk kandang panggung dengan lantai celah 1,5 cm mudah dibersihkan sehingga dapat dijamin tentang kesehatannya. Lingkungan sekitar kandang harus kering dengan drainase yang cukup baik. Ada dua tipe atau model kandang panggung yaitu : Tipe Kandang Tunggal Tipe Kandang Ganda.