Loading...

THL-TBPP AKAN TERIMA HONOR TAMBAHAN 2 BULAN DARI PEMPROV SULSEL

THL-TBPP AKAN TERIMA HONOR TAMBAHAN 2 BULAN  DARI PEMPROV SULSEL
Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (FK THL-TBPP) Propinsi Sulawesi Selatan laksanakan rapat koordinasi daerah (Rakorda) yang berlangsung di permandian wisata air panas Lejja kabupaten Soppeng, 31 Desember 2014 sampai 1 Januari 2015.Kegiatan yang dihadiri Ketua FK THL-TBPP Sulawesi Selatan Abdul Gafar, Sekretaris Ahmad Yani, SP, Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PBSDMP) Sudirman Ramang, SP, Kabid Humas Darlan, SP, Kabid Pengembangan Usaha dan Pembinaan Wilayah Abdul Haris Idris, SP, Ketua-ketua dan utusan Fk Thl-tbpp kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura provinsi Sulawesi Selatan Ir.H.Lutfi Halide, MP. Ketua Panitia Sudirman Ramang, SP melaporkan tema sentral kegiatan ini yaitu "Peningkatan Kinerja & Kualitas THL-TBPP Sulsel Dalam Mendukung Program Kedaulatan Pangan Nasional". Tujuan kegiatan ini, antara lain menjadi wadah silaturahmi antara THL-TBPP Se-sulawesi Selatan, sebagai media komunikasi dan informasi secara umum, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan THL-TBPP Sulsel, meningkatkan motivasi kerja THL-TBPP Sulsel dalam kegiatan pelayanan penyuluhan pertanian. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan Musyawarah daerah (musda) III Bantaeng tanggal 27-29 Mei 2014 yang merekomendasikan berbagai program kerja serta merupakan salah satu program kerja Bidang Sumber Daya Manusia Pertanian (SDMP) FK THL-TBPP Sulsel yang diputuskan melalui rapat kerja penyusunan program-program kerja organisasi tanggal 24 Agustus 2014 di BPP Sudiang Makassar. "Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain pemaparan materi peningkatan kualitas SDM Pertanian khusus THL-TBPP Sulsel, diskusi, serta rapat koordinasi dan pertanggung-jawaban kegiatan dan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran organisasi tahun 2014, serta berbagai lomba untuk memeriahkan kegiatan," papar Sudirman Ramang. Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan Ir.H.Lutfi Halide, MP dalam sambutannya mengungkapkan keprihatinannya nelihat nasib Thl-Tbpp yang dibiarkan menggantung tanpa kejelasan status yang lebih pasti. Dengan status Thl-tbpp saat ini, yang dikontrak oleh Pemerintah Pusat selama 10 bulan. Padahal mereka bekerja selama 12 bulan dalam setahunnya. "Waktu perekrutan Thl-tbpp angkatan I, II, III saya selaku ketua panitia seleksi, berarti saya yang merekrut kalian pertama kali. Saya tentu berdosa bila membiarkan nasib Thl-tbpp seperti saat ini, yang hanya dikontrak dan diberi honor selama 10 bulan," ucap Lutfi Halide di depan ratusan Thl-tbpp se-Sulsel. Ia mengatakan, penyuluh pertanian, termasuk Thl-tbpp di dalamnya sangat membantu dan mendorong tercapainya target-target di sektor pertanian. Baik dalam peningkatan surplus beras nasional, produksi hasil-hasil pertanian serta pengawalan program-program lainnya. Sebagai wujud kepeduliannya terhadap keberadaan Thl-tbpp di Sulsel, Lutfi Halide berjanji akan mengupayakan, paling tidak di APBD Perubahan 2015 Propinsi Sulawesi Selatan untuk mengajukan penambahan honor 2 bulan. "Saya akan upayakan mengajukan penambahan honor dua bulan, karena APBD Propinsi sudah lewat, paling tidak akan diusulkan dalam APBD Perubahan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2015," ujarnya.Ketua Forum Komunikasi THL-TBPP Sulawesi Selatan, Abdul Gafar mengemukakan, komitmen dari Kadis Pertanian TPH Sulsel merupakan angin segar bagi seluruh THL-TB Penyuluh Pertanian di daerah ini. Pasalnya, dalam mengabdi selama setahun, Kementerian Pertanian RI hanya sanggup membayarkan honor selama 10 bulan masa kontrak."Mudah-mudahan, Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Propinsi Sulawesi Selatan dapat memahami kondisi Thl-tbpp di Sulsel, sehingga dapat menutupi atau menganggarkan honor untuk masa 2 bulan saja, yakni Nopember dan Desember," harap Abdul Gafar.