Loading...

TIGA RECORD MURI DALAM BIDANG PERTANIAN DITERIMA KABUPATEN TABANAN DALAM RANGKAIAN HUT KE 521

TIGA RECORD MURI DALAM BIDANG PERTANIAN DITERIMA KABUPATEN TABANAN  DALAM RANGKAIAN HUT KE 521
Seperti manusia, ulang tahun selalu identik dengan makin menuanya fisik dan kematangan psikis, serta kedewasaan dalam berbuat dan berfikir. Sedangkan hari ulang tahun kota, tentu identik dengan makin majunya kota tersebut, yang ditandai dengan infrastruktur yang memadai dan tentunya makin meningkatnya kesejahteraan mayarakat. Juga dalam memperingati hari ulang tahun biasanya disambut dengan acara-acara khusus yang penuh dengan kegembiraan berupa pesta, hiburan dan hadiah-hadiah. Itulah yang dilakukan Kabupaten Tabanan dalam ulang tahunnya yang ke 521. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tentu ulang tahun kali ini lebih meriah dan lebih sukses dalam mengangkat potensi yang ada di Kabupaten Tabanan. Hal ini ditandai dengan berbagai ivent yang dilaksanakan hingga dalam perayaan hari ulang tahun tersebut sampai meraih 5 ( lima) rekor MURI, dan tiga (3) diantaranya rekor Muri tersebut, merupakan kegiatan dalam bidang pertanian, yaitu rekor Muri di bidang Merangkai Bunga secara massal, Panen padi masal secara tradisional dan menyanggrai kopi robusta masal secara tradisional. Merangkai bunga dilakukan oleh siswa-siswi Tabanan, berhasil mencatatkan prestasi di Musium Rekor Indonesia ( MURI) yang diselenggarakan tanggal 23 November 2014 yang berlokasi di kawasan Danau Beratan. Rekor ini diraih setelah berhasil mengalahkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang hanya berhasil merangkai 600 rangkain bunga. Piagam penghargaan untuk merangkai bunga dengan peserta sejumlah 777 orang langsung diserahkan Senior Manager Yayasan MURI, kepada pemrakarsa Bupati Tabanan dan penyelenggara yaitu Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabanan, Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tabanan, serta Pengelola Daerah Tujuan Wisata Ulun Danu Beratan. Jenis bunga yang dirangkai merupakan bunga- bunga lokal, yaitu bunga-bunga yang dibudidayakan oleh petani stempat seperti bunga kerisan, antorium, heliconia dan tagetes. Menurut Bupati, kegiatan ini bukan semata-mata untuk mendapatkan Muri, namun yang lebih penting adalah menumbuh kembangkan minat generasi muda akan bunga lokal Tabanan, dan lebih mencintai alam, serta membudayakan seni merangkai bunga dan merupakan peluang agribisnis yang cukup ekonomis. Dalam panen padi masal secara tradisional, sejumlah 521 petani berhasil mencatatkan namanya dalam Musium Rekor Indonesia (MURI) dalam memanen padi lokal masal secara tradisional di Subak Jatiluwih. Alat panen yang digunakan dalam panen padi lokal ini adalah "Anggapan"/ Ani-ani, yang merupakan alat tradisional panen padi yang digunakan oleh nenek moyang kita jaman dulu. Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabanan, mengatakan penyelenggaraan ivent ini diharapkan dapat membangun semangat kebersamaan dan gotong royong, mengingat Kabupaten Tabanan terkenal dengan julukan lumbung padi, jangan sampai melupakan padi lokal yang dimiliki Tabanan. Rekor Muri dalam bidang pertanian yang ke tiga diperoleh Kabupaten Tabanan adalah menyangrai kopi robusta masal secara tradisional. Kegiatan ini diikuti oleh 735 orang ibu-ibu wanita tani yang dilaksanakan di Dusun Suradadi, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Penyangraian ini dilakukan secara tradisional dengan menggunakan wajan dari tanah liat, sendok dari tempurung kelapa serta menggunakan kayu bakar sebagai pemanasnya. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan selaku penyelenggara, kegiatan ini dirmaksudkan untuk mempertahankan budaya tradisional, meningkatkan budaya minum kopi, serta melalui pengolahan kopi seperti ini, petani akan dapat meningkatkan pendapatannya. ( I Made Widiada, BP4K Kabupaten Tabanan, Bali).