Dalam era globalisasi dimana jarak bukan lagi merupakan hambatan, aliran produk antar wilayah/antar negara menjadi sedemikian lancar, termasuk juga aliran produk pertanian. Hal ini mengakibatkan Indonesia umumnya dan Bali khususnya telah dibanjiri oleh berbagai produk hasil pertanian khususnya buah-buahan import, seperti : apel merah, sunkist, pear, anggur merah/hijau dan produk hortikultura lainnya. Diakui atau tidak, beberapa produk import memang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk lokal/daerah baik dari segi kualitas, kuantitas dan kontinyuitas produk. Dengan kondisi seperti itu tidak salah apabila konsumen menjatuhkan pilihan pada produk import tersebut. Ditengah sedemikian maraknya serbuan produk pertanian import, untuk dapat bersaing di pasaran, setiap daerah dituntut untuk mampu menampilkan produk unggulan masing-masing, baik yang memiliki keunggulan kompetitif maupun komparatif. Indonesia umumnya dan Bali khususnya sesungguhnya memiliki beberapa produk lokal hortikultura yang memiliki keunggulan komperatif dan kompetitif yang tidak kalah dengan produk import. Keunggulan yang dimiliki buah-buah lokal unggulan dan andalan Bali baik dari cita rasa maupun fisik dan kekhasannya hendaknya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan maupun usaha bisnis karena merupakan salah satu identitas penting dan ciri khas daerah. Untuk dapat merebut hati dan memperoleh tempat yang layak di pandangan konsumen, maka perlu diambil langkah-langkah terobosan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat akan produk pertanian lokal. Untuk itu dalam rangka meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk pertanian lokal sekaligus sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap pertanian, Pemerintah Provinsi Bali kembali melaksanakan Gerakan Pemasyarakatan Produk Pertanian Lokal yang bertajuk FESTIVAL AGRIBISNIS 2016, yang merupakan penyelenggaraan ke - 6 kalinya. Festival dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 30 September – 3 Oktober 2016 bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon – Denpasar. Festival diikuti oleh perwakilan Kabupaten/Kota se Bali, pelaku usaha agribisnis, Unit Pelayanan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP), perwakilan SKPD terkait di Pemprov. Bali, perbankan, produsen pupuk, produsen alat & mesin pertanian serta stake holder terkait. Thema yang diangkat adalah "Peduli Petani, Konsumsilah Produk Pertanian Lokal" Rangkaian acara festival, meliputi : pameran dan bursa produk pertanian, temu usaha kemitraan, lomba merangkai buah lokal (gebogan) yang diikuti oleh perwakilan Tim Penggerak PKK Kecamatan se Bali, merangkai bunga, carving buah untuk perwakilan SMK se Bali, lomba makan buah untuk anak-anak dan dewasa, serta Gerak Jalan Sehat "COLOR RUN" yang diikuti oleh keluarga besar pertanian dan masyarakat umum, dengan harapan para peserta gerak jalan dapat mengunjungi dan berbelanja pada stand-stand Festival Agribisnis. Acara festival dibuka langsung oleh Bapak Gubernur Bali pada tanggal 30 September 2016, sebagai wujud kepedulian Gubernur terhadap pertanian. Bapak Gubernur dalam sambutan pembukaan mengingatkan bahwa dalam era globalisasi seperti sekarang ini perlu mempersiapkan ketahanan pasar domestik melalui peningkatan kualitas dan nilai tambah produk pertanian.Gubernur menegaskan agar Provinsi Bali tidak hanya menjadi sasaran pasar produk pertanian daridaerah dan negara-negara lain,tapi dapat menjadi tuan di daerah sendiri. Bapak Gubernur juga berharap ke depan kegiatan festival dapat menjadi event tahunan guna terus menumbuhkan komitmen kita dalam lebih mencintai produk pertanian lokal serta memberikan peluang yang lebih besar pada produk petani lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar di Bali sekaligus sebagai tindak lanjut dan implementasi dari Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokal, Dari pelaksanaan Temu Usaha Kemitraan yang dilaksanakan tanggal 30 September 2016 pagi menjelang acara pembukaan, terjalin 5 MOU (kontrak bisnis) antara kelompok petani dengan mitra usaha (swalayan dan hotel), yaitu : Kelompok Tani Mangga BALUK MANDIRI, Desa Kaliasem, Kec. Banjar - Buleleng dengan Swalayan TIARA DEWATA Denpasar, Sub Terminal Agribisnis (STA) Sari Buah, Desa Padangan, Pupuan – Tabanan dengan CV. MOENA ABADI SEJAHTERA, Kelompok Tani MERTA SARI AYU, Desa Belimbing, Pupuan – Tabanan dengan PT. NUSANTARA SEGAR GLOBAL, Jakarta, dan Sub Terminal Agribisnis MANIK MEKAR NADHI, Desa Besakih, Rendang – Karangasem dengan Hotel GOLDEN TULIP ESSENTIAL, Denpasar serta Sub Terminal Agribisnis MANIK MEKAR NADHI, Desa Besakih, Rendang – Karangasem dengan Hotel HOLIDAY INN EXPRESS KUTA SQUARE, Kuta - Badung. Dari hasil lomba-lomba, sebagai pemenang Lomba Gebogan (merangkai buah lokal) ditetapkan : Tim Penggerak PKK. Kec. Petang - Badung, Tim Penggerak PKK. Kec. Jembrana- Kab. Jembrana dan Tim Penggerak PKK. Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar. Pemenang lomba merangkai bunga berturut-turut Juara I sampai III adalah : Dyras Suci (SMKN 2 Denpasar), Keny Pratiwi (SMK Wira Harapan – Dalung) dan I Made Agus Sucipta (SMK PGRI 3 Denpasar), sedangkan pemenang lomba Carving Buah berturut-turut Juara I sampai III adalah : Gusti Ngurah Agung Rai A. (SMKN 4 Denpasar), Putu Prema Krisna (SMKN 1 Seririt-Buleleng) dan I Gusti Made Agus Yoga Wijaya (SMKN 3 Denpasar). Oleh Ir. I Made Oka Parwata, MMA. PP. Madya Distan TP. Prov. Bali