Menindaklanjuti hasil Rakernas Kementan 2018 yang dipimpin oleh Menteri Pertanian pada 15 Januari 2018 di Hotel Bidakara Jakarta, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPDMP) menyelenggarakan Konsolidasi Program 2018 Lingkup BPPSDMP pada 16 Januari 2018 di Margo Hotel Depok, Jawa Barat. Dalam sambutannya, Kepala BPPSDMP, Dr. Ir. Momon Rusmono, MS menyampaikan kepada seluruh pejabat lingkup BPPSDMP agar melakukan pengawalan target swasembada terutama untuk kedelai. "Peran dan kapasitas penyuluh di sentra produksi kedelai harus lebih ditingkatkan, lakukan diklat tematik untuk komoditas kedelai dan bekerjasama dengan Ditjen Tanaman Pangan untuk penempatan lokasi sentra kedelai”, ungkap Beliau. Jangan sampai ada desa tanpa kehadiran penyuluh," ujarnya. Penyuluh pertanian diharapkan siap melakukan pendampingan tidak hanya di komoditas padi atau kedelai saja, namun juga untuk komoditas bawang merah dan cabai, khususnya bawang putih. Menurut Kabadan, penyuluhan dan pendampingan untuk bawang putih tidaklah susah, karena berada di 3-4 Kabupaten saja. "Sebaiknya STTP melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan berkonsentrasi pada komoditas kedelai melalui praktek kerja lapang sebagai tugas akhirnya. Dalam kegiatan konsolidasi program tersebut juga dilakukan evaluasi program 2017. Dari seluruh kegiatan dan program yang telah dilaksanakan pada tahun 2017, hampir 100% berjalan baik dan memberikan dampak positif terutama pada peningkatan profesionalisme penyuluh, pengembangan wirausaha muda serta peningkatan kompetensi melalui diklat. Kabadan menyatakan, BPPSDMP harus lebih proaktif, tidak lagi menunggu, tapi menawarkan kepada setiap Ditjen apa yang harus dibantu dan dilakukan untuk mensukseskan program yang ada”. BPPSDM harus bisa melakukan transfer teknologi baik untuk penyuluh maupun STTP. Transfer teknologi tersebut, dapat dilakukan dengan bersinergi dengan Badan Litbang Pertanian. "Karena STTP kini akan menjadi Politeknik yang di dalamnya ada program mengenai mekanisasi pertanian, maka dibutuhkan teknologi dan laboratorium dari Badan Litbang terutama BBP Mektan”. Saya juga berharap STTP dan penyuluh bisa melakukan magang, praktek, dan membuat kaya ilmiah di sana," tambahnya.Diakhir sambutannya Kabadan berpesan kepada seluruh penyuluh untuk lebih mensosialisasikan seluruh program dan kegiatan pertanian serta keberhasilan di lapangan ke media sosial (medsos), sehingga penyuluh tidak hanya mampu dalam hal pendampingan dan penyuluhan pertanian saja tetapi juga mampu untuk memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi melalui media sosial. (Nurlaily).