Loading...

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI MELALUI VARIETAS PADI UNGGUL DAN TEKNOLOGI SMART FARMING

TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI MELALUI VARIETAS PADI UNGGUL DAN TEKNOLOGI SMART FARMING
[ JAKARTA ] Indonesia mendapatkan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI). Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan sistem ketahanan pangan Indonesia dalam hal swasembada beras. Penghargaan untuk sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan swasembada beras tahun 2019-2021 melalui penerapan inovasi teknologi pertanian itu diberikan IRRI kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) diberbagai kesempatan terus mendorong peningkatan kualitas varietas benih padi unggul untuk terus ditingkatkan produksi beras nasional. Pasalnya, benih padi memegang peran penting dalam meningkatkan produktivitas beras sebagai salah satu pangan pokok strategis di Indonesia dan mendukung ekspor beras. "Tanpa benih varietas unggul, kita tidak akan bisa surplus beras seperti yang kita bisa rasakan saat ini sehingga tidak perlu impor beras lagi. Jadi peningkatan produktivitas beras harus jadi tantangan kita bersama karena beras sangat penting bagi kehidupan Bangsa," ujar Mentan SYL. Mentan SYL mengatakan sesuai data produktivitas padi Indonesia menduduki urutan ke-2 dari 9 negara-negara FAO di Benua Asia. Urutannya yakni, Vietnam, Indonesia, Bangladesh, Filipina, India, Pakistan, Myanmar, Kamboja, Thailand. Sementara itu agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 38 yang dilaksanakan Jumat (14/10/2022) di AOR BPPSDMP,Jakarta bertemakan sistem pembenihan padi nasional. Pada arahan MSPP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa sekarang ini kita harus memanfaatkan internet of things agar mampu mendongrak produksi lebih hemat tidak kenal ruang waktu dari hulu dengan benih bagus, menggunakan sensor dan juga hilir. Saat ini mari genjot produktivitas padi dengan panca usaha plus smart farming dengan produk-produk teknologi dan varietas unggul sehingga menghasilkan produktivitas tinggi yang dapat menghasilkan duit yang banyak”. ujar Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut Dedi mengatakan dengan adanya smart farming penggunaan traktor roda 4 dapat dilakukan dengan tidak ada awaknya yaitu dengan teknologi menggunakan internet of thigs. Narasumber MSPP, Yudi Sastro merupakan Kepala Balai Besar Padi, Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP). Pada penjelasan materinya beliau mengatakan bahwa misi BSIP yaitu menghasilkan teknologi dan inovasi padi bernilai scientific dan impact recognition mendukung pertanian maju, mandiri dan modern dan mewujudkan institusi yang transparan, professional dan akuntabel. Yudi Sastro mengatakan bahwa penggunaan benih padi unggul bermutu merupakan kunci utama keberhasilan budidaya padi.Tingkat produktivitas padi Indonesia pada level Asia Tenggara masih di bawah Vietnam dan peringkat ke lima pada level dunia (FAO, 2020) Saat ini penggunaan benih padi unggul bermutu masih tergolong rendah, yakni di bawah 50% dari luasan pertanaman padi secara nasional per tahun”.jelas Yudi Sastro. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa penggunaan benih padi unggul bermutu masih rendah, dikarenakan lemahnya penderasan arus informasi terkait varietas unggul dan pentingnya benih unggul bermutu di tingkat petani dan juga belum memadai dan optimalnya tool berbasis digital yang dimiliki oleh BB Padi. Untuk meningkatan pengelolaan distribusi benih dapat dilakukan dengan cara penderasan informasi padi dengan menggunakan Strategi MLK (making launching kicking) melalui berbagai platform media sosial Operasionalisasi aplikasi marketplace benih padi BANGBEN yang telah dibangun sebelumnya dan juga membangun sistem ketertelusuran (traceability) benih sumber padi berbasis digital”. pungkas Yudi sastro.hvy