TIPS PENGENDALIAN HAMA ULAT GRAYAK DENGAN PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI
Sumber Gambar : Mirna Mahmud Ulat Grayak merupakan salah satu hama yang akrab dengan petani karena setiap musim tanam hama ini selalu ada. Ulat grayak menyerang tanaman padi pada semua stadia ( Fase ). Serangan terjadi pada malam hari, siang harinya, larva ulat grayak bersembunyi pada pangkal tanaman, dalam tanah atau di tempat-tempat yang tersembunyi, sehingga petani akan slalu melakukan pengendalian hama tersebut menyerang pada tanamannya, salah satunya menggunakan pestida.Mengingat dampak negatif dari penggunaan pestisida yang tidak terkendali, pemerintah mengintroduksikan suatu paket teknologi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan disebut teknologi Pengendalian Hama Terpadu. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada dasarnya terdiri atas dua kegiatan pengendalian yaitu usaha-usaha pencegahan dan penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida kimia boleh dilakukan apabila cara pertama sudah digunakan tetapi belum memberikan hasil optimal. Maka dari itu penggunaan pestisida nabati merupakan alternative untuk pengendalian pada hama, penggunaan pestisida nabati ini mempunyai banyak keuntungan dan manfaat, seperti tanaman terbebas dari serangan OPT. Namun demikian, musuh alami hama masih tetap hidup sehingga rantai makanan tidak terputus begitu saja. Selain itu, biaya produksi bisa ditekan karena pestisida dibuat dari bahan-bahan alami yang tersedia berlimpah di sekitar lahan petani. Adapun beberapa cara pembuatan pestisida nabati untuk pengendalian hama ulat grayak yaitu : 1. Bahan: tanaman sereh (seluruh bagian) 250 gram, Air 4 gelas. Cara membuat: tanaman sereh ditumbuk sampai halus ditambahkan air 4 gelas, kemudian disaring. Cara pemakaian: larutan dicampur dengan 13 liter air. Semprotkan pada tanaman padi yang terserang ulat grayak 2. Bahan: Daun sirsak segar 250 gram, air ½ liter. Cara membuat: daun sirsak ditumbuk halus ditambah air kemudian disaring. Pemakaian: campur larutan air sirsak dengan 14 liter air kemudian semprot pada tanaman yang terserang hama. 3. Bahan : Daun Sirsak 50 lembar, daun tembakau 1 genggam, Deterjen/sabun colek 20 gr. Air 20 liter. Cara membuat : Daun sirsak dan tembakau ditumbuk halus. Tambahkan deterjen/sabun colek aduk dengan 20 liter air, endapkan 24 jam. Disaring dengan kain halus dan diencerkan dengan 40 -50 liter air, aplikasinya dengan cara disemprotkan. 4. Bahan: 1 kg daun pepaya segar, 20 liter air bersih dan deterjen Cara membuat : Lumatkan/ tumbuk daun pepaya kemudian direndam selama 24 jam. saring sebelum digunakan Cara aplikasi : Tambahkan deterjen secukupnya dan semprotkan ke tanaman