Loading...

TNI KERJASAMA KENDALIKAN OPT AMANKAN PADI

TNI KERJASAMA KENDALIKAN OPT AMANKAN PADI
Sejumlah tentara dari Koramil 02 Taman Kodim 0711Pemalang bersama Penyuluh, Aparat desa dan para petani dilingkungan Balai Penyuluhan Kecamatan Taman mulai hari Selasa 6 Januari 2015 mengadakan pemberantasan OPT padi secara marathon. Kegiatan tersebut beralih dari desa-ke desa endemis OPT tikus dan penggerek batang.Petugas dari Koramil 02 Taman dipimpin langsung oleh Danramil Kapten Inf. Muslih bersama Koordinator PPL BPK Taman Tutung PM, SP memimpin jalannnya gropoyokan tikus dan penyemprotan serentak penggerek batang. Menurut Danramil 02 Taman Kapten Inf. Muslih kegiatan tersebut merupakan salah satu tugas dan kewajiban anggota TNI sebagai upaya pembinaan teritorial serta untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan seperti amanat Panglima TNI Jendral TNI Muldoko. Selain maksud tersebut tujuan lainnya adalah untuk membangkitkan kembali budaya gotongroyong yang sudah mulai luntur. " sekaligus menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antara TNI dengan rakyat" jelasnya.Kegiatan yang awalnya dimulai dengan gropyokan tikus di Desa/kelurahan wanarejan Utara dan Selatan tersebut mendapat sambutan dan dukungan dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari antusiasnya masyarakat terutama petani yang terlibat sehingga diperoleh ratusan bahkan ribuan tikus yang yang diperoleh. Daerah uyang dijadilakan lahan gropyokan merupakan sarang tikus seperti dijalan turus sawah, tanggul saluran tersier dan pematang sawah yang diindikasikan sebagai tempat sarang tikus. Para petani melakukan pemberantasan dengan pengasapan menggunakan alat emposan, mercon tikus dan penggalian tujuannya agar tikus keluar dari sarangnya lalu ditangkap. Sementara itu Sudiayanto PPL KJF Dipertanhut Kab. Pemalang yang ikut memantau mengatakan "Kerugian akibat serangan hama tikus bisa mencapai 60% bahkan bisa puso, jadi kegiatan pembasmian hama tikus secara serempak ini cukup bagus," katanya. Kegiatan pemberantasan secara serentak OPT akan berhasil apabila dilakukan secara berkelanjutan, serempak dengan melibatkan seluruh petani dan didukung oleh instansi terkait. Lebih lanjut Sudiyanto menyampaikan " Pemalang sebenarnya sudah mengembangkan burung hantu jenis Tyto Alba untuk pengendalian tikus dan terbukti cukup effektif mengatasi hama tikus, namaun masih terbatas pada beberapa desa, sehingga desa yang belum melestarikan Tyto Alba cara gropyokan merupakan cara yang paling effektif." .Selain pemberantasan tikus juga melakukan gerakan pengendalian hama penggerek batang . Kegiatan ini dengan mengerahkan petani untuk melakukan penyemprotan massal pada tanaman padi, sehingga hama penggerek mati dan tidak meluas ke lahan persawahan yang lain. Dalam kegiatan Spot Stop tersebut dihadiri oleh Danramil 02 Taman juga kepala Labolatorium Hama dan penyakit Petarukan Pemalang yang membawahi Eks Karisidenan Pekalongan Ir. Sapto serta para penyuluh, pengamat hama serta petani. Ir. Sapto mengatakan " Kegiatan pengendalian hama penggerek batang atau sundep harus dilakukan lebih awal apabila kelihatan ngengat bertebaran dan terlihat telur sudah menetas agar segera disemprot". Lebih lanjut dijelaskan bahwa apabila terjadi keterlambatan maka sulit pengendaliannnya karena ulat akan masuk ke bagian dalam tanaman padi dan arena kabut semprotan tidak dapat masuk ke dalam batang sehingga ulat padi tidak mati. Oleh karena itu, harus segera diambil tindakan dengan cara mencegahnya sebelum hama tersebut masuk ke dalam batang padi.Sementara itu Koordinator PPL BPK Taman Tutung PM, Sp mewakili petani menyampikan terimakisih kepada aparat koramil 02 Taman serta semua yang terlibat atas kepeduliannnya membantu petani untuk menangulangi hama OPT padi. Kegiatan semacam ini diharapkan secara berkala rutin dilakukan sehingga Kecamatan Taman sebagai salah satu lumbung pangan di Kabupaten Pemalang aman dan memberikan kontribusi yang lebih tinggi.Penulis : Nurul Ashar ( PP Madya Dipertanhut Kabupaten Pemalang).