Dalam rangka menyambut musim tanam serentak sekeligus sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat Tuhan Yang Maha Esa dilakukanlah acara "Bakaua" di Jorong Andopan, Nagari Lubuk Tarok pada Hari Senin Tanggal 5 September 2016 lalu. Bakaua (berkaul) adalah tradisi turun temurun yang telah ada di Bumi Jambu Lipo sejak berabad lamanya. Dalam acara bakaua ini diisi dengan tahlilan, do'a bersama yang bertujuan untuk mendoakan arwah para leluhur yang telah meninggal sekaligus telah meninggalkan pusaka berupa sawah dan ladang untuk kemakmuran cucu kemenakan dimasa mendatang. Tradisi bakaua tersebut dihadiri oleh Rajo Tigo Selo Alam Jambu Lipo, Ninik Mamak Nan Balapan, Anggota DPRD, Kepala UPTB-BPK Lubuk Tarok yang diwakili oleh PP Supervisi, Wali Nagari Lubuk Tarok, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, Generasi Muda, serta Kaum Ibu dan Bapak di Andopan. Acara Bakaua ini dilaksanakan di Lapangan Bolakaki Andopan. Rangkaian kegiatan diisi dengan: sambutan Rajo Tigo Selo, do'a dan tahlil, makan bersama, sambutan anggota DPRD, serta sambutan Wali Nagari Lubuk Tarok. Dalam acara bakaua ini hidangan yang disuguhkan kepada para undangan adalah berupa nasi beserta lauk pauknya dan disertai dengan "lomang baluo". Menariknya tradisi tahunan ini adalah sangat berkaitan dengan program tanam serentak yang dicanangkan pemerintah selama ini. Salahsatu manfaat tanam serentak adalah bisa meminimalisir gangguan OPT pada tanaman padi sawah. Dengan telah dilaksanakannya bakaua ini maka musim tanam pokok (tahun godang) tahun ini akan segera dimulai. Sebagaimana adagium: Padi manjadi, jagung maupiah, taranak bakambang biak, sagalo nikmat masuk kakampung kito: semoga terwujud. (by: Adpi Gunawan, SST)