Sebagai buah kerjasama antara Pemerintah Sumatera Barat dengan Pemerintah Kagawa Jepang dibidang pertanian, dilaksanakan Training Peningkatan Teknik Budidaya Padi ke Provinsi Kagawa Jepang. Training tersebut dilaksanakan tanggal 30 Agustus s.d. 9 September 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 13 (tiga belas) orang. Dari Kabupaten Solok diutus aparatur atas nama Ir. Iryani. M, MM (Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok) dan Slamet Muharmoko, SP, M.Si (penyuluh pertanian) melalui SPT Bupati Solok Nomor 520. 6069/ Diperta-Set/ VIII - 2015 Tanggal 28 Agustus 2015.Training tersebut merupakan training tahap II setelah sebelumnya pada tahun 2014 juga dilaksanakan training tahap I. Pelaksanaan training tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan tinjauan lapangan dari tim ahli pertanian Provinsi Kagawapada tahun 2013 yang lalu diwilayah pertanian se-Sumatera Barat. Wilayah Kabupaten Solok yang dikunjungi adalah kelompoktani penangkar padi di Nagari Parambahan Kecamatan Bukit Sundi.Training yang diadakan di wilayah Provinsi Kagawa Jepang mengambil tempat dibeberapa lokasi, diantaranya: Pusat Penelitian Pertanian Provinsi Kagawa, JA (Japan Agricultural) Cooperative Kagawa, Badan Koperatif Produsen Pertanian (Agriland Hanzan), dan Kolam Penampungan Air (Kolam Mannaou dan Honen'ike). Selama pelaksanaan training, seluruh peserta dipandu oleh narasumber/fasilitator yaitu Takuma Yuichi, Kepala Asosiasi Divisi Hubungan Internasional Provinsi Kagawa; Murakami Yoshihiro, Kepala Peneliti Padi di Pusat Penelitian Pertanian Kagawa; Fujita Kiwamu, Wakil Kepala Divisi Manajemen Pertanian Kagawa; dan Miki Hiroshi, Penyuluh dan Pengawas Pertanian di Wilayah Pertanian Chusan. Adapun materi training yang diberikan antaralain tentang observasi fasilitas/sarana pertanian dan pengelolaan tanaman padi; teknik budidaya padi sistem benih utama; praktek operasional mesin bajak dan mesin tanam padi sawah; dan praktek persilangan tanaman padi sawah.Sebagai tindak lanjutnya maka perlu dilakukan pengkajian ulang dan praktek lapangan dengan menyesuaikan terhadap kenyataan di wilayah Kabupaten Solok khususnya pada kegiatan yang menyangkut perbenihan padi, seperti Kegiatan Seribu Desa Mandiri Benih, pengelolaan benih padi di BBI Padi Jawi-Jawi dan penangkaran padi swadaya petani. Selanjutnya juga diperlukan adanya komunikasi dan sinergi yang baik dengan berbagai pihak, khususnya yang terkait dengan sistem perbenihan padi di Kabupaten Solok antara lain: Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumbar, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Pengamat Hama Penyakit (PHP), Balai Benih Induk (BBI) Padi, Penyuluh Pertanian dan petani penangkar benih padi.Penulis: Slamet Muharmoko, SP, M.SiSumber tulisan: liputan langsung.