Loading...

Trik Budidaya Bawang Merah Untuk Mendapatkan Harga Jual Tinggi

Trik Budidaya Bawang Merah Untuk Mendapatkan Harga Jual Tinggi
Bawang merah merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek tinggi untuk dikembangkan, hal ini sejalan dengan semakin berkembangnya industri kuliner. Tercatat kebutuhan bawang merah perkapita 4.56 kg/tahun atau 0.38 kg/bulan, dan meningkat 10% - 20% menjelang hari raya keagamaan. Seperti dengan tanaman lainnya, kondisi pasar bawang merah tidak stabil. Hal ini tentunya selain dipegaruhi oleh permintaan juga dipengaruhi oleh musim. Ketika musim panen raya, penawaran bawang merah melimpah sehingga harga bawang merah menjadi rendah, sebaliknya pada kondisi dimana bukan musim panen, harga bawang merah melambung tinggi. Kita ketahui bersama bahwa komoditas pertanian sangat tergantung pada musim. Tanaman bawang merah cocok ditanaman di musim kemarau, yaitu dengan curah hujan yang rendah. Tentunya banyak petani bawang merah yang membudidayakan bawang merah pada musim tersebut, akibatnya 50 – 60 hari kemudian terjadi panen raya dan membuat harga bawang merah menjadi rendah sekitar Rp. 17,000 per kg. Petani yang ingin mendapatkan harga yang lebih tinggi tentunya harus memiliki keberanian untuk menanam bawang merah di luar musim itu, sehingga dia akan panen dimana kondisi pasar bawang merah defisit produk. Salah satu langkah anti-mainstream tersebut sudah dilakukan oleh petani bawang merah di daerah utara pamekasan yaitu Kecamatan Batu Marmar dan Kecamatan Pasean. Petani di kedua kecamatan tersebut menanam bawang merah pada musim hujan. Tentunya tantangan menanam bawang merah di off season lebih besar daripada on season. Tanaman bawang merah diibaratkan bayi yang sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Petani bawang merah di Kecamatan Pasean mempunyai pemikiran bahwa “cintai tanaman bawang merah mu seperti mencintai bayi mu”. Selayaknya bayi, petani bawang merah di Kecamatan Pasean memberikan perlakuan ekstra pada tanamannya lebih – lebih di off season. Imunisasi juga dibutuhkan oleh tanaman bawang, namun bukan tanaman disuntik selayaknya bayi, imunisasi bawang merah dilakukan pengaplikasian Trichoderma 2 miggu sebelum tanam. Pengaplikasian Trichoderma sangat penting dilakukan, jamur merupakan hal utama yang menjadi musuh petani dalam hal budidaya bawang merah. Ditambah lagi pada off seoson, dimana kondisi lingkungan memiliki kelembaban yang tinggi, jamur sangat cepat berkembang. Trichoderma mampu mengendalikan perkembangan jamur patogen, sehingga meskipun musim hujan jamur tidak mampu berkembang dengan cepat. Trik selanjutnya adalah, petani bawang merah di Kecamatan Pasean menanam bawang merah di lahan tanah hujan, lahan kering atau tegalan dengan lokasi terbuka. Hal ini berkaitan dengan pergerakan air (infiltrasi), dimana lahan kering atau tegalan memiliki pergerakan air yang sedang sampai cepat, sehingga air tidak akan terlalu lama menggenangi lahan. Hal ini akan berdampak pada tanah tidak akan terlalu lembab untuk perkembangan jamur. Selanjutnya trik yang bisa diaplikasikan adalah dengan membuat parit yang lebih dalam dibandingkan pada musim kemarau, tujuannya adalah untuk menghindari tanaman bawang merah tergenang air saat musim hujan. Jika pada on season kedalaman parit sekitar 30 – 40 cm, di musim hujan parit dibuat dengan kedalaman sampai 50 cm. Selanjutnya lakukan pengamatan dan perhatian yang lebih sering daripada bawang merah di off season, terutaman terhadap kelembaban tanah, dan udara. Ketika hujan pada malam hari ataupun embun yang tebal sekitar jam 2 – 3 (sebelum subuh), maka segera lakukan penyiraman pada tanaman bawang merah terutama daun. Selayaknya bayi atau anak kecil ketika terkena air hujan maka secepatnya dibilas dengan air, supaya tidak sakit. Bawang merah pun sama, tujuannya untuk menghindarai terpaparnya bawang merah dari embun upas. Demikia trik yang dapat dilakukan untuk mendapatkan harga bawang merah yang tinggi, meskipun menanam bawang merah pada off seasonmemerlukan perlakuan yang lebih dan tentuya biaya yang lebih, namun memperoleh penerimaan yang lebih tinggi. Penerimaan yang dapat diperoleh oleh petani bawang merah yang menanam pada off season adalah Rp. 25,000 per kg. Penulis: Beny Wahyudi, S.P., M.P., M.B.A. Tinjauan Pustakan: Gerbang Pertanian. 2011. Trichoderma Sp SebagaiPupuk Biologis dan Biofungisida. [Online] Available at http://www.gerbangpertanian.com/2011/02/trichoderma-sp-sebagai-pupuk-biologis.html. [Accesed 13 July 2019].