TUDANG SIPULUNG (APPALILI) TINGKAT KABUPATEN MAROS Tudang Sipulung dalam bahasa Bugis, secara harfiah dapat diartikan "duduk bersama", yaitu "tudang" (duduk) dan "sipulung" (berkumpul atau bersama sama), namun jika dihubungkan dengan persoalan hubungan ketata pemerintahan atau ketata kewarganegaraan, maka secara kultural politis hal tersebut berhubungan masalah ruang publik atau ruang bagi publik (rakyat) untuk menyuarakan kepentingan kepentingannya dalam rangka mencari solusi atas permasalahan- permasalahan yang mereka hadapi. Artinya bahwa tudang sipulung ini merupakan ruang yang dapat memediasi antara kepentingan publik dengan pemerintah (penguasa) karena berlangsung berdasarkan prinsip prinsip demokratis Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPP-KP) Kabupaten Maros pada tanggal 11 Desember 2014 telah mengadakan Acara " Tudang Sipulung " dengan tema yaitu "Petani Kuat Swasembada Pangan Berlipat Ekonomi Meningkat: Pelaksanaannya bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Maros. Acara tudang sipulung berlangsung selama satu hari dan dibuka secara resmi oleh Bupati Maros yaitu Ir.H.M. Hatta Rahman,MM. Menurut Ketua KTNA Kabupaten Maros (KAHAR, HS) selaku ketua Panitia Tudang Sipulung (APPALILI) Tahun 2014 melaporkan bahwa hadir para Acara Tudang Sipulung yaitu pertama dari Instansi terkait tingkat provinsi yaitu Ketua KTNA Provinsi Sul-Sel, Dinas Pertanian TPH Provinsi Sul-Sel, Badan Ketahan Pangan Provinsi Sul-Sel, Ketua Bakorluh Provinsi Sul-Sel, Dinas Peternakan Provinsi, Balitjas Maros, Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) , kedua dari tingkat Kabupaten Maros di hadiri oleh para Muspida Kab. Maros, Instansi terkait yaitu, Dinas Pertanian, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahan Pangan (BPP-KP) , Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Perhutanan dan Perkebunan, Dinas Koperindag serta PALLONTARA. Ketiga dari tingkat kecamatan dihadiri para camat 14 orang ., Ketua KTNA Kecamatan 14 orang, pewakilan Ketua Gapoktan 42 orang , Poslutan 56 orang , KCD/PPK Kecamatan 14 orang, POPT-PHP Kecamatan 14 orang dan PPL.56 0rang, Penyuluh Swadaya 28 orang dan perwakilan dari Kabupaten 25 orang sehingga seluruh peserta berjumlah kurang lebih 250 orang Menurut Ir. H.Thamrin AR. Gassing (Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab . Maros) yang juga sebagai Moderator dalam Tudang Sipulung ini menyatakan bahwa pelaksanaan Tudang Sipulung (Appalili ) tahun 2014 ini dilaksanakan dengan nuansa baru, dimana tahun-tahun sebelumnya yang diberikan kesempatan pertama adalah pada Narasumber dan membutuhkan waktu yang panjang, maka kali ini tahun 2014 yang diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan masalah –masalahnya dilapangan adalah para perwakilan petani dari 14 kecamatan, kemudian para Narasumber. Dalam sambutan Bupati Maros Ir. H. M. Hatta Rahman, MM mengharapkan agar produktivitas padi di Kabupaten Maros tidak hanya berkisar pada level 5-6 ton/ha tetapi mampu meningkatkan produktivitas padi seperti pengawalan teknologi yang dilakukan oleh Kodim Maros di Kecamatan Bantimurung dengan Pola SRI mampu mencapai produktivitas padi diatas 10 ton/ha. Disamping itu juga mengharapkan agar potensi-potensi ekonomi diberdayakan seperti pemanfaatan pekarangan dengan menanam sayur-sayuran. Kabupaten Maros juga diharapkan memiliki komoditi-komoditi unggulan disetiap kecamatan seperti di bidang perhutanan dan perkebunan pengembangan komoditi sukun yang pada tahun ini hanya 4000 pohon pada tahun 2014 maka ditingkatkan pada tahun 2015 menjadi 15.000 pohon sehingga 5 tahun kedepan kabupaten Maros menjadi hijau dengan komoditi sukun.Ditulis Oleh : Ir. Pangerang, MP (PPL Kab. Maros)