Salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani adalah dengan memilih sistem budi daya yang efisien, komoditas yang cocok dan memiliki nilai ekonomis tinggi juga perlu dipertimbangkan.Menanam satu jenis komoditas saja terkadang belum dapat mengembalikan modal produksi. Untuk melengkapi kekurangan tersebut petani melakukan penanaman dua atau lebih komoditas yang umurnya tidak jauh berbeda dan ditanam bersama-sama di tempat yang sama pula. Salah satu contohnya adalah yang dilakukan oleh anggota Kelompoktani Nuju Makmur Desa Mirigambar Kec. Sumbergempol Kab. Tulungagung yaitu menanam Bawang Merah dengan tumpangsari Cabe Rawit. Manfaat Dari Tumpangsari Cabe Rawit dan Bawang Merah adalah untuk meningkatkan pendapatan petani, menghemat biaya produksi dan meningkatkan efisiensi lahan, dalam satu luasan lahan diperoleh dua jenis tanaman. Berikut cara penanaman tumpangsari Bawang Merah dengan Cabai :1. Siapkan terlebih dahulu bedengan dengan lebar ± 100 cm, dengan panjang sesuai dengan lahan yang ada.2. Taburi bedengan tersebut dengan pupuk organic sampai merata kemudian gemburkan, dan tambahkan pupuk dasar dengan dosis 1 Ha : SP36 200kg dan ZA 200 kg ditaburkan seminggu sebelum tanam 3. Sebelum tanam bedengan disiram air terlebih dahulu, kemudian buat larikan. 4. Tanam benih Bawang Merah dengan jarak tanam 20 X 20 cm atau 24 x 15 cm, dengan cara benih dibenarnkan merata dengan permukaan tanah. 5. Setelah selesai tanam dilakukan penyemprotan gulma pra tumbuh untuk menekan pertumbuhan gulma.6. Saat Bawang Merah Umur 14 – 20 hari dilakukan penanaman Cabe Rawit di tepi bedengan dengan jarak tanam antar barisan 80 cm dan dalam barisan 65 cm.7. Cabe yang di tumpangsari dengan Bawang Merah pada saat Bawang Merah belum panen tidak memerlukan perwatan khusus.Hal yang perlu diperhatian sebelum tanam Bawang Merah adalah kesiapan benih Bawang Merah yaitu Benih bawang Merah yang siap tanam ditandai dengan munculnya tunas ± 10 %, tanpa ada pemotongan pada pucuk tanaman.Sedangkan untuk bibit yang kurang siap dilakukan pemotongan I/4 pada pucuk Bawang Merah.Pemeliharaan yang dilakukan pada usahatani Bawang Merah dan Cabe Rawit adalah :1. PemupukanPemupukan dilakukan 4 kali dimulai dari Pemupukan dasar yang dilakukan 1 minggu sebelum tanam .Pemupukan susulan I umur 10 – 15 HST dengan dosis ZA 250 kg/ HaPemupukan susulan II diberikan umur 20 – 25 HST dengan dosis ZA 300 kg.Pupuk susulan ke III pada saat umur 35 Hst dengan dosis ZA 250 kg / Ha dan KCl 250 kg/ Ha. 2. Penyiangan Dilakukan seperti biasa apabila ada gulma dilakukan penyiangan sampai umur Bawang Merah 30 HSt harus bebas dari Gulma.3. Pengairan Dilakukan setiap hari sesuai dengan kondisi tanah dan perkembangan tanaman4. Pengendalian OPT Pengendalian dilakukan menyesuaikan dengan gejala serangan namun bisa dilakukan dengan pemasangan perangkap Kuning. Sedangkan penyemprotan biasanya dilakukan 5 – 6 hari sekali dengan menggunakan Insektisida dan Fungisida bergantian, walau begitu tetap selalu mempetimbangkan perkembangan OPT dengan melakukan pengamatan. Panen dilakukan bila tanaman Bawang Merah sudah berumur 60 – 65 hari dengan ditandai pangkal Bawang Merah sudah lunak dan sebagian tanaman mulai rebah.Setelah ini tinggal melanjutkan pemeliharaan tanaman Cabe Rawit. Penulis : Sarlan, Sst