Untuk petani yang mengutamakan hasil ubi kayu, namun ingin mendapatkan tambahan penghasilan dari kacang-kacangan, maka dapat menggunakan teknik budidaya secara baris ganda (double row). Dengan pengaturan tanam double-row dimungkinkan untuk menanam dua kali tanaman kacang-kacangan, tanpa mengurangi hasil panenan ubi kayu. Dengan teknik ini, petani lebih cepat mendapat hasil tunai dari panen kacang-kacangan sementara menunggu tanaman ubi kayu dapat dipanen. Pada dasarnya teknik ini adalah menggabungkan tiga macam budi daya, yakni : • budi daya monokultur tanaman kacang tanah pada musim pertama (awal musim hujan)• tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang diatur secara baris ganda (double-row) (umur kacang tanah 20 hari)• budi daya lorong tanaman kacang-kacangan di antara ubi kayu pada musim kedua (menjelang akhir musim hujan)Walaupun populasi ubi kayu sedikit lebih rendah dibanding populasi monokultur (sekitar 90%), namun pengaturan jarak tanam yang berbeda tersebut dan penanaman tumpangsari hasil ubi kayu bisa lebih tinggi daripada monokultur.Teknik Budidaya Penanaman Ubi Kayu dan Kacang-kacangan Sistem Double-row dapat dilakukan sebagai berikut :1) Penanaman Kacang tanah (pada awal Musim Hujan-1) : Kacang tanah ditanam dengan populasi 100% (budi daya monokultur biasa).2) Penanaman Ubi Kayu Double-row• Tanaman ubi kayu ditanam 20 hari setelah tanaman kacang tanah ditanam• Ubi kayu ditanam secara baris ganda dengan jarak tanam (60x70) x 260 cm. Jarak tanam 60 x 70 cm adalah jarak tanam ubi kayu dalam baris ganda, sedangkan 260 cm adalah jarak antar baris ganda ubi kayu (lihat gambar).• Dengan pola tersebut, populasi ubi kayu sekitar 90% dari cara tanam monokultur (populasi monokultur 10.000 tanaman/ha).3) Pemupukan dan Pemeliharaan• Pemupukan dan pemeliharaan tanaman kacang-kacangan sama dengan pola monokultur• Selama masih ada pertanaman kacang-kacangan, pemeliharaan ubi kayu tidak dilakukan, kecuali "wiwil" (pembatasan tunas) yang dilakukan pada umur 1 bulan dengan cara tunas-tunas yang berlebih dibuang/dirempes dan menyisakan 2 tunas yang paling baik.• Pemeliharaan dan pemupukan ubi kayu dilakukan setelah kacang-kacangan pertama dipanen. • Pemeliharaan berupa kegiatan Penyiangan dan Pembumbunan yang dapat dilakukan sebagai berikut :o Penyiangan dilakukan sedikitnya 1–2 kali, sehingga tanaman bebas gulma hingga umur 3 bulan.o Pada umur 2–3 bulan perlu dilakukan pembumbunan.• Pemberian pupuk pada tanaman ubi kayu dengan takaran 200 kg Urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per hektar, yang diberikan dalam dua tahap yaitu :o umur 7–10 hari dipupuk dengan takaran 100 kg Urea, 100 kg SP36, dan 50 kg KCl per hektar.o umur 2–3 bulan dipupuk dengan takaran 100 kg Urea dan 50 kg KCl per hektar.o bila dianggap perlu, pada umur 5 bulan bisa ditambahkan Urea.• Pupuk diberikan secara tugal, sekitar 15 cm dari tanaman.4) Penanaman Kacang-kacangan Kedua (akhir musim hujan/MH-2)• Setelah kacang-kacangan dipanen, maka tersedia ruang di antara baris ganda ubi kayu selebar 260 cm.• Di antara lorong tersebut dapat ditanam kacang-kacangan sebanyak 5 (lima) baris dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 35 x 20 cm. Dengan jarak tanam ini populasi sekitar 70% dari monokultur.5) Panen• Umur panen ubi kayu bervariasi menurut varietasnya. Varietas unggul umumnya dapat dipanen pada umur 8–11 bulan. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Didik Harnowo, 2013, Teknologi Produksi Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu, dan Ubi Jalar. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.2) http://balitkabi.litbang.deptan.go.id