Loading...

Ubi Jalar Bagi Kesehatan

Ubi Jalar Bagi Kesehatan
Ubi Jalar jenis tanaman umbi-umbian yang akarnya membentuk umbi dengan kadar karbohidrat yang tinggi. Selain umbinya, daun muda ubi jalar juga dapat dimasak menjadi sayuran yang lezat. Ubi jalar dapat dibudidayakan dengan hanya menggunakan batang rambatnya sehingga dapat dikatakan bahwa cara menanam ubi jalar ini juga cukup mudah. Ubi Jalar memiliki nama ilmiah yang disebut dengan istilah Ipomoea batatas L. Berdasarkan warna umbinya, Ubi Jalar dapat dibedakan menjadi Ubi Jalar Putih, Ubi Jalar Oren, Ubi Jalar Kuning dan Ubi Jalar Ungu. Ubi jalar mengandung banyak vitamin A, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh. Selain itu, ubi jalar juga menyediakan 37 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C. Ubi jalar ukuran sedang yang sudah dipanggang hanya memiliki 105 kalori, sehingga cocok bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Ubi jalar juga mengandung serat dan hampir tidak mengandung lemak. Kandungan nutrisi penting lainnya pada ubi jalar yaitu 25 persen mangan, 14 persen vitamin B6, dan 9 persen kalium. Ubi jalar juga mengandung nutrisi lain yang tak kalah penting manfaatnya, seperti: Kolin Kolin juga bermanfaat dalam membantu gerakan otot, tidur, belajar, dan mengingat. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manfaat ekstrak ubi jalar juga sebagai antiradang dan penangkal radikal bebas. Beta karoten mengonsumsi makanan yang mengandung beta karoten dapat membantu mencegah dan memperbaiki kerusakan mata, mencegah kerusakan saraf, dan memperkuat kekebalan tubuh. Serat dan kalium Ubi jalar berukuran sedang mengandung 4 gram serat dan sekitar 438 mg kalium. Manfaat ubi jalar untuk kesehatan: Sebagai sumber energi Untuk kekebalan tubuh Untuk kesehatan mata Mampu menstabilkan kadar gula dalam darah Baik untuk pencernaan Baik untuk kesehatan tulang Menjaga keseimbangan air dalam tubuh Sumber karbohidrat diabetes Mengatur tekanan darah Mengatur kadar kolesterol Menjaga kesehatan jantung Mencegah peradangan Makanan yang sehat untuk program diet Megi Martavia, Penyuluh Pertanian BPP Kamang Magek