Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Upaua –Pajale di Kabupaten Purworejo khususnya di wuilayah Kecamatan Purworejo pendampingan yang didukung juga oleh Babinsa dapat berjalan dengan baik, dimulai darimperencanaan sanpai dengan akhir kegiatan tanam terutama padi, berhasilnya Upsus-Pajale ditandai dengan naiknya provitas serta produksi padi,juga dengan ditandaioleh poeningkatan IP,serta tanam dengan jajar legowo.Ubinan padi di wilayah Kecamatan Purworejo rutin dilaksanakan di semua desa dengan bekerja sama dengan Babinsa.Dari hasil ubinan yang telah dilakukan, rata-rata produksi padi 7,8 ton per hektar kering panen (GKP), atau rata-rata provitas 6,3 ton kering giling (GKG). Sedangkan target yang harus dicapai dari Program Percepatan Produksi Padi tahun 2015 adalah 6,077 ton GKG, berarti Kecamatan Purworejo sudah bisa memenuhi target tersebut.Dari hasil ubinan ada hasil yang rendah dikarenakan :1. Diserang tikus dan hama walangsangit2. Dipanen terlalu tua atau dipanen akhir setelah sekitarnya sudah dipanen, sehingga diserang hama dan penyakit, akhirnya gabah menjadi tidak berisi (kosong). Ubinan dilakukan bersama Babinsa di kelompok tani Kuwat desa Doplang pada hari Kamis, 21 Mei 2015 dengan hasil sebagai berikut :1. Lahan sawah P. Sadiman : Varietas Ciheranga. Jarak tanam = 25 cm x 25 cmb. Jumlah Rumpun = 10x9 = 90 rumpunc. Jumlah anakan = 20,21,23 ? rata-rata 21,3d. Jumlah malai = 158 ? jumlah yang kosong 6, yang berisi 152e. Hasil Ubinan 5,5 kg ? 8,8 ton/haf. Pupuk yang diberikan : - Urea = 15 kg- Phonska = 30 kg- Virtako (Fungisida), diberikan 2x penyemprotan2. Lahan sawah P. Harjo : Varietas IR 64a. Jarak tanam = 30 cm x 30 cmb. Jumlah rumpun = 9x9 = 81 rumpunc. Jumlah anakan = 37,30,27 ? rata-rata 31,3d. Jumlah malai = 95 ? yang kosong 7, yang berisi 88e. Hasil Ubinan = 4,6 kg ? 7,36 ton/haf. Pupuk yang diberikan : - Urea = jumlah tidak terukur- Phonska = jumlah tidak terukur- Insektisida Decis 3. Lahan sawah P. Wahyudi : Varietas Cempo Lelea. Jarak tanam = 25 cm x 25 cmb. Jumlah rumpun = 10x10 = 100 rumpunc. Jumlah anakan = 26,24,36 ? rata-rata 28,6d. Jumlah malai = 126 ? yang kosong 16, yang berisi 110e. Hasil Ubinan = 5 kg ? 8 ton/haf. Pupuk yang diberikan : - Urea = 30 kg- Phonska = 40 kg- SP 36 = 15 kg- Atonik, Marshal, dan basaDari hasil ubinan 3 petani di kelompok tani Kuwat desa Doplang, dapt diambil kesimpulan :1. Jika jumlah pemupukan berimbang dan ditambah obat fungisida hasilnya lebih berbobot, bisa dilihat hasil ubinan sawah P, Sadiman, walaupun jumlah rumpun dan anakan kecil tetapi hasil ubinan paling tinggi.2. Jika jumlah pemupukan tidak terukur atau tidak berimbang, jumlah anakan banyak tetapi jumlah malainya sedikit (95) dan hasil ubinan lahan sawah p. Harjo paling rendah dibanding yang lain.3. Jika jumlah pupuk phosphat terlalu banyak (over dosis), lihat hasil ubinan sawah p. Wahyudi, walaupun jumlah malai dan anakan lebih tinggi dari ubinan p. Sadiman tetapi hasil hanya 8 ton/ ha (dibawah ubinan p, Sadiman).4. Penanganan perontokan padi masih memakai gepyok, sehingga masih banyak hasil yang terbuang.Harapan akan terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan tampaknya akan dapat membuahkan hasil, semoga Upsus-Pajale dapat menyelesaikan permasalahan import beras di negeri ini.Oleh ; Drh.Novi DA. Penyuluh MadyaDPPKP Purworejo