Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) adalah salah satu daerah potensi padi sawah di Sultra. Luasan lahan sawah di kecamatan tersebut sekitar 200 ha, dengan jumlah kelompok tani 7 poktan, dan jumlah anggota 169 orang. Ketujuh kelompok tani tersebut semuanya adalah poktan domisili, dengan komoditas utama adalah tanaman pangan (padi sawah). Tidak heran jika petani padi sawah di kecamatan ini sering menjadi pelaksana kegiatan di bidang pertanian.Salah satunya adalah Poktan Sinar fajar, yang diketuai oleh Sabaruddin, yang beranggotakan 42 orang petani (41 laki-laki dan 1 orang perempuan). Di tahun anggaran 2016 ini, Sinar Fajar dipercaya untuk menjadi pelaksana kegiatan Uji Adaptasi 11 VUB Padi Sawah. Di bawah bimbingan Wardiyana, SP., penyuluh di BP3K Kecamatan Konda, lahan 1 ha milik ketua kelompok dijadikan tempat kegiatan tersebut.Ke sebelas VUB yang diujiadaptasikan adalah IPB 3S, IPB 4S, Inpari Sidenuk, Cilosari, Diasuci, Inpari 6, Inpari 15, Inpari16, Inpari 24, Inpari 30, dan Inpari 31. Rekomendasi teknologi yang dianjurkan adalah pengolahan tanah sempurn, sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang (250 kg NPK, 100 kg Urea), dan PHT. Selain menggunakan pupuk kimia, penyuluh juga melakukan aplikasi teknologi MOL dari buah-buahan.Benih ditebar dalam persemaian pada tanggal 3 Juli 2016, dan pindah tanam dilakukan pada tanggal 27 Juli 2016. Sebelum ditebar, penyuluh memberikan pendampingan tentang bagaimana uji benih bernas menggunakan larutan garam. Pemupukan I dilakukan 2 minggu setelah tanam (mst) dengan mengaplikasikan seluruh dosis NPK, dan ulangannya dilakukan 4 mst dengan aplikasi seluruh urea. Pupuk cair diaplikasikan dengan cara disemprotkan setiap minggu sekali ke seluruh tubuh tanaman sampai menjelang panen. Selama uji adaptasi penyuluh melakukan beragam pengamatan dari setiap varietas, yaitu tinggi tanaman, jumlah rumpun, jumlah anakan produktif, serta hama dan penyakit. Dari kesebelas varietas, IPB 3S terlihat sebagai varietas dengan pertumbuhan paling bagus, jumlah anakan produktifnya mencapai 9-10 anakan aktif/tanaman. Namun varietas ini terlihat paling rawan terhadap serangan penggerek batang. Hama penggerek batang adalah hama endemi di wilayah ini.Pengamatan akan terus dilakukan hingga panen dilakukan, yaitu sekitar akhir Bulan Oktober 2016. Pada saat panen nanti akna dilakukan pengubinan untuk mengetahui potensi hasil yang paling besar dari setiap varietas. (Penulis : Ida Fauzia, STP., MSi-Penyuluh Muda Bakorluh)