Loading...

UJI COBA LAPANGAN PENGGUNAAN TRANSLPANTER TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI GAPOKTAN RUKUN JAYA

UJI COBA LAPANGAN PENGGUNAAN TRANSLPANTER TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI GAPOKTAN RUKUN JAYA
1. LATAR BELAKANG Alat Penanam Padi atau disebut juga Rice Transplanter merupakan suatu alat tanam padi yang masih baru bagi kita dalam penggunaannya, tidak seperti di negara-negara maju alat ini sudah tidak asing lagi bagi mereka karena jumlah tenaga kerja sudah kian terbatas untuk mengimbangi hal tersebut dibuatlah alat tanam agar kegiatan pertanian dapat berjalan dengan baik dan lancar. Saat ini hal yang sama sudah mulai dirasakan oleh petani kita, tenaga-tenaga petani muda sudah mulai pertanian mulai menurun. Alat transplanter ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi keterbatasan jumlah tenaga kerja untuk melakukan penanaman benih padi di lahan sawah. Dengan hadirnya teknologi ini diharapkan dapat mempercepat laju peningkatan produksi padi untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk yang kian meningkat, sehingga kebutuhan akan pangan dapat terpenuhi bagi masyarakat kita. Dengan adanya bantuan dari pemerintah berupa alat tanam berupa transplanter di Gapoktan Rukun Jaya Pekon Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu. Di harapakan Gapoktan mampu mensosialisakan dan memberikan contoh kepada para petani agar transpalenter dapat di gunakan sebaik-baiknya. Karena semakin berkurangnya para tukang tanam ini di harapkan transplanter menjadi solusi dalam penanaman. 2. MASALAH Masalah-masalah yang sering di hadapi petani pekon Ambarawa Timur berkaitan dengan tanam padi : 1. Tanam yang tidak serempak mengakibatkan semakin banyak munculnya hama dan penyakit 2. Pola pengaturan air yang mengalami kesulitan karna tidak ada keseragaman dalam penanaman 3. Tingkat Kepercayaan para petani terhadap mesin transpanter terhadap peningkatan produksi padi 3.LANDASAN TEORI Penanaman adalah meletakkan suatu benih atau bibit tanaman pada area tertentu yang telah dipersiapkan terlebih dengan bantuan manusia yang dapat dilakukan secara tradisional maupun modern. Penanaman secara tradisional dilakukan dengan menyemai benih terlebih dahulu kemudian ditanam secara manual oleh manusia dengan menggunakan tangan sedangkan secara modern persemaian tetap dilakukan terlebih dahulu dengan perlakuan khusus sesuai dengan beberapa persyaratan yang dapat ditanam dengan menggunakan alat tanam (transplanter). Pembagian mesin tanam menurut cara pengoperasiannya yaitu : 1. Transplanter tipe berjalan (walking type) Pada tipe ini operator ikut berjalan secara perlahan tepat dibelakang mesin penanam sambil mengarahkan kerapihan dalam penanaman di suatu area persawahan. Persedian benih padi dapat diletakkan pada rak yang telah tersedia pada alat tanam tersebut sehingga bila kekurangan pada tray penanam dapat langsung diisikan. Penanaman dapat dilakukan dengan satu orang namun dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh satu orang lagi agar mempercepat proses pengisian benih. 2. Transplanter tipe mengendarai (riding type) Pada tipe ini sistem pengoperasiannya tidak jauh berbeda dengan tipe operator dorong, yang membedakan hanyalah operator dapat mengendarai mesin tanam seperti layaknya sebuah kendaraan mini sehingga memudahkan dan meringankan operator tanpa harus berjalan. Dalam pengoperasiannya dibutuhkan tenaga pembantu untuk meletakkan benih pada tray pada saat menanam. HASIL PENGAMATAN Dari hasil perlakuan penggunaan tanam dengan mesin transpanter penanaman menjadi lebih rapi dan segagamNamun dalam pengolahan tanah harus sempurna sehingga memudahkan dalam penanaman. Disamping itu juga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penanaman menjadi lebih cepat. Pertumbuhan padi sama- sama baik dengan penggunaan transpanter maupun tidak dengan transpanter. Oleh : Ambar Widiatmoko, SP