PENDAHULUAN Pemupukan merupakan komponen yang sangat penting dalam pertanian, karena pemupukan merupakan salah satu komponen yang dapat meningkatkan hasil yang sangat nyata, terutama untuk tanaman padi dan cabe. Pemberian dosis pupuk yang tidak tepat dapat mengakibatkan biaya produksi yang semakin tinggi tetapi tanaman semakin rawan terserang hama dan penyakit. Selain memerlukan unsur makro N, P dan K untuk tumbuh dengan baik tanaman juga memerlukan pupuk organik, menurut Permentan 70/2011 pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh dan manfaat pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil padi. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PUPUK ORGANIK CAIR Pengertian pupuk organik cair adalah pupuk yang dibuat dari bahan-bahan dan material organik yang sudah melalui proses pengomposan. Pupuk organik cair dari melalui pengomposan dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: Pupuk organik cair menggunakan bahan-bahan organik yang sudah dilakukan fermentasi, dengan keadaan anaerob dengan bantuan organisme/mikroba hidup. Pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan beberapa bahan kedalam air, dengan menggunakan bahan-bahan berupa pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk kompos dan campuran lainnya. Pada dasarnya pupuk cair memiliki kandungan hara yang sangat baik untuk kesuburan dan pertumbuhan tanaman, namun ada beberapa kelebihan dan kekurangan pupuk cair yang haru s diketahui sebelum pengaplikasihan diantaranya ada sebagai berikut: Kelebihan pupuk organik cair : Biasanya dapat digunakan sebagai pupuk dasar tanaman, yang bersifat release dan memiliki kandungan unsur hara lengkap. Pupuk cair dapat langsung bisa diserap oleh daun untuk fotosintesis. Pengaplikasihan sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya yang cukup mahal. Dapat membantu meningkatkan kapasitas tukat katian (KTK) Dapat membantu dalam proses pelapukan bahan mineral Meningkatkan ketersediaan unsur hara Menjadikan sumber bahan makanan bagi mikroorganisme tanah, seperti bakteri, fungi yang menguntungkan. Meningkatkan pengikatan antar partikel Dapat membantu merevitalisasi daya olah tanah dan mengemburkan media tanah dengan optimal. Kekurangan pupuk organik cair : Viabilitas (daya hidup) mikroorganisme yang dikandung sangat rendah. Populasi mikroorganisme kecil ( Nutrisi yang terkandung sangat rendah, umumnya nutrisi yang ada berupa tambahan seperti Urea dan NPK. Mikroorganisme didalamnya mudah sekali berkurang dan bahkan mati. Memiliki tingkat kontaminasi sangat tinggi. Seringkali menghasilkan gas dan bau tidak sedap (busuk). Tidak tahan lama (kurang dari setahun). Hasil yang digunakan dalam pembuatan tidak langsung diproduksi secara masal PERMASALAHAN DAN TUJUAN PERCOBAAN Masalah-masalah yang sering di hadapi petani pekon Ambarawa Barat antara lain : 1. Produksi cabe yang sangat rendah2. Besarnya biaya pemupukan tananman cabe Tujuan Untuk mengetahui tingkat produksi cabe milik bapak daryono dengan perlakuan satu gulud tanpa pupuk brend tonik dan satu gulud lainnya menggunakan perlakuan pupuk brend tonik. LANDASAN TEORI Pupuk merupakan salah satu faktor produksi utama selain lahan, tenaga kerja dan modal. Pemupukan memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan hasil pertanian. Anjuran pemupukan terus digalakkan melalui program pemupukan berimbang (dosis dan jenis pupuk yang digunakan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lokasi/spesifik lokasi, namun sejak sekitar tahun 1996 telah terjadi pelandaian produktivitas (leveling off) sedangkan penggunaan pupuk terus meningkat. Hal ini berarti suatu petunjuk terjadinya penurunan efisiensi pemupukan karena berbagai faktor tanah dan lingkungan yang harus dicermati. Takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah, hal ini dapat dipahami karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda. Oleh karena itu anjuran (rekomendasi) pemupukan harus dibuat lebih rasional dan berimbang berdasarkan kemampuan tanah menyediakan hara dan kebutuhan hara tanaman itu sendiri sehingga efisiensi penggunaan pupuk dan produksi meningkat tanpa merusak lingkungan akibat pemupukan yang berlebihan. Dari uraian di atas terlihat bahwa pemakaian pupuk secara berimbang sampai saat ini masih merupakan pilihan yang paling baik bagi Petani dalam kegiatan usahanya untuk meningkatkan pendapatan. Percepatan peningkatan produksi pangan harus dilaksanakan secara konsepsional melalui program sosialisasi yang terpadu. Pemupukan terhadap satu pertanaman berarti menambahkan/menyediakan unsur hara untuk tanaman. Tripel Brand Tonik adalah folmula bauru yang di buat khusus untuk merangsang pertumbuhan dan kesuburan semua jenis tanaman. Untuk daun bunga dan buah dewasa ini para petani selalu menggunakan pupuk pelengkap cair Tripel Brend Tonik karena bermanfaat untuk : - Merangsang dan mempercepat tumbuhnya tanaman - Merangsang dan mempercepat tumbuhnya flora dan cabang yang baru - Menyuburkan tanaman sehingga tanaman menjadi lebih sehat, segar dan hijau - Mencegah daun, bunga dan bunga dari kelayuandan kerontokan WAKTU DAN TEMPAT Penerapan uji coba lapangan ini di laksanakan pada bulan Juni 2015 saat tanaman berumar 1 hari sampai dengan panen.Tempat : Hamparan Kelompok Tani Cahaya Pelita 1 tepatnya di hamparan sawah milik Bapak Daryono seluas 0,125 ha yang rencana akan di tanami cabe. SARANA PENDUKUNG Sarana pendukung yang di gunakan dalam pengujian ini adalah : Lahan pertanian tanaman cabe milik bapak daryono Pupuk pelengkap cair merek dagang Tripel Brend Tonik sesuai anjuran Kebiasan bapak daryono dalam melakukan budidaya tanaman cabe Dua buah sampel terdiri dari; tanaman cabe satu gulud (30 tanaman cabe) yang direncanakan tanpa perlakuan dan sampel tanaman cabe satu dulu (30 batang tanaman cabe) yang direncanakan memakai perlaukan penggunaan pupuk pelengkap cair tripel brand tonik. HASIL PENGAMATAN Dari hasil perlakuan penggunaan pupuk brend tonik dengan dosis anjuran 2-3 cc per liter air dengan interval aplikasi 2-3 minggu setelah tanam. Selanjutnnya tiap 7-14 hari sampe dengan panen. Perlakuan tanpa penggunaan pupuk brend tonik. Kesemuanya sama sama menggunakan pupuk yang lain dan perlakuan yang sama yang biasa dilakukan oleh bapak daryono. Pada panen pertama di dapatkan :Sampel 1 hasil produksi cabe sebesar 30 KgSampel 2 hasil produksi cabe sebesar 20 Kg Pada pemetikan ke dua di dapatkan hasil :Sampel 1 dengan produksi cabe sebesar 40 KgSampel 2 dengan produksi cabe sebesar 30 Kg Berdasarkan data –data di atas dapat di tarik sebuah kesimpulan bahwa :- Dengan penggunaan pupuk pelengkap cair cukup bermanfaat bagi peningkatan produksi cabe- Pupuk tersebut layak di kembangkan dan di sampaikan kepada para petani terutama petani cabe- Penggunaan pupuk pelengkap cair harus sesuai dengan anjuran pabrikan Oleh : Ambar Widiatmoko, SP