Loading...

Uji Pengaruh Pengolahan Tanah Terhadap Produksi Jagung Dilahan Kering

Uji Pengaruh Pengolahan Tanah Terhadap Produksi Jagung Dilahan Kering
UJI PENGARUH PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PRODUKSI JAGUNG DILAHAN KERING ( Oleh Kjf Kota Tikep ) 1. JUDUL OPP : Uji pengaruh pengolahan tanah terhadap produksi jagung dilahan kering 2. SUMBER DANA : Swadaya3. PROGRAM : a. Komoditas : Jagung Hibridab. Bidang Riset : Ketahanan panganc. Jenis penelitian : Terapand. Status OPP : Baru4. JUDUL KEGIATAN : Uji pengaruh pengolahan tanah terhadap produksi jagung dilahan kering5. LOKASI PENGKAJIAN : Lahan Praktik Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan6. PELAKSANAAN : BULAN OKTOBER 20187. TIM PELAKSANA ? Penanggungjawab :Nama/NIP : Sawedi, SP. MMA / 19670821 198903 1 010 Jabatan Fungsional : Penyuluh Pertanian Madya Bidang keahlian : Agribisnis Nama/NIP : Mokhtar Kaufua, SP/ 196303281988011002 Jabatan Fungsional : Penyuluh Pertanian Madya Bidang keahlian : Tanaman PanganNama/NIP : Darwin Rauf, S.ST/ 19670821 198903 1 010 Jabatan Fungsional : Penyuluh Pertanian Muda Bidang keahlian : Sains Terapan / Penyuluhan PertanianNama/NIP : Sofyan Y Mukhtar, SP/ 196508051989031019 Jabatan Fungsional : Penyuluh Pertanian Muda Bidang keahlian : Tanaman Hortikultura 8. TUJUANa. Mendapatkan varietas unggul jagung hibrida yang adaptif dilahan kering dataran rendahb. Meningkatkan produktivitas jagung hibrida minimal 2 ton/ha BAB. I. PENDAHULUAN Jagung (Zea Mays) merupakan salah satu jenis komoditi tanaman pangan yang mendapat prioritas pengembangan setelah padi dan kedelai karena sampai saat ini Indonesia masih mengimpor Jagung setiap Tahun 2 Juta Ton. Jagung merupakan sumber utama karbohidrat dan protein yang disamping sebagai makanan pokok Jagung juga merupakan bahan baku utama Industri pakan ternak karena hampir 45% kebutuhan pakan ternak khususnya ayam bersumber dari Jagung, oleh karena sangat dibutuhkan baik oleh manusia maupun ternak sehingga mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani.Program pengembangan Jagung di Propinsi Maluku Utara telah dilakukan sejak Tahun 2005 dengan luas areal pengembangan Ribuan Hektar dengan program perluasan areal dan peningkatan mutu intensifikasi, namun peningkatan Produksi dan pendapatan petani jauh dari harapan, walaupun prospek pasar masih sangat terbuka baik didalam maupun diluar negeri.A. Maksud dan TujuanMaksud dan tujuan pelaksanaan Kajian Pengaruh Pengolahan Tanah Terhadap Produksi Jagung dilahan kering1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Penyuluh, Petani tanaman pangan tentang cara dan manfaat tehnologi yang direkomendasikan2) Sebagai tempat penyebaran impormasi rekayasa tehnologi dan produktivutas3) Meningkatkan kerjasama antar Petugas, Petani, dan masyarkat 4) Untuk mendapatkan data impormasi tentang Evektifitas dan evesiensi penggunaan Pupuk Organik maupun non organic tanama Jagung5) Membandingkan hasil yang dicapai pada komoditi Jagung musim tamam sebelumnya.B. Keluaran 1) Berkembangnya tehnologi anjuran spesifik lokasi di tingkat Penyuluh, Petani dan Kelompok Tani melalui Demonstrasi dan Kaji Terap2) Berkembangnya jumlah kelompok sasaran yang bersedia menerapkan tehnologi anjuran secara mandiri dan berkelanjutan3) Meningkatkan kerjasama antar Penyuluh, Kelompok Tani dan Petani beserta anggotanya dalam satu kelompok maupun kerjasama antar kelompok.4) Bahan penyusunan rekomendasi Paket Tehnologi spesifik lokasi utamanya penggunaan pupuk An Organik dalam evesiensi penggunaan pupuk.5) Meningkatkan produksi dan pendapatan para petani. Beberapa faktor penyebab gagalnya program tersebut disebabkan karena hal-hal sebagai berikut:1. Harga Produksi rendah sedangkan biaya produksi tinggi sehingga kurang merangsang petani untuk melakukan penanaman kembali.2. Petani sulit mendapatkan benih bermutu dan mahal harganya.3. Iklim yang kurang dipahami oleh petani.4. Pengetahuan Petani tentang hama dan penyakit sangat terbatas.5. Kemitraan yang dibangun hanya mengorbankan petani BAB. II. TANAH DAN IKLIM A. TanahTanah yang dibutuhkan tanaman Jagung adalah gembur dan subur, dan tidak tergenang air pada saat hujan, jika tergenang air dibuat saluran pembuangan.PH. Tanah antara 5.5-7.5, lahan dengan kemiringan sampai 8% masih dapat ditanami Jagung dengan barisan tegak lurus dengan kemiringan untuk mencegah erosi.B. IklimTanaman Jagung memerlukan penyinaran matahari antara 8 s/d 9 jam apabila penyinaran matahari dibawah angka tersebut, maka akan berpengaruh terhadap produksi (Pertumbuhan kurang Normal). Walaupun dilakukan penerapan teknologi secara sempurna. Curah hujan merata antara 100 - 200 mm/bulan atau selama pertumbuhan tanaman Jagung dibutuhkan 4 kali hujan yaitu pada saat Tanam, pada saat umur 3 s/d 4 minggu dan pada saat pembungaan sampai pengisian biji. BAB. III. BUDI DAYA JAGUNG DILAHAN KERING A. Persiapan benihBenih yang digunakan harus benih bermutu dengan ciri-ciri sebagai berikut :- Daya tumbuh diatas 80 % - Murni tidak tercampur dengan kotoran maupun idak terserang hama dan penyakit.- Tidak tercampur dengan varitas lain.- Sehat tidak keriput dan mengkilat kecuali Jagung manis- Tumbuh serentakYang dimaksud dengan tumbuh serentak diatas 80 % dan serentak dapat diuji dengan mengambil 100 butir benih kemudian direndam selama 8 s/d 10 Jam lalu dibungkus dengan kain dan diletakan diruangan yang teduh atau sejuk dan dibiarkan selama 3 hari, kemudian dibuka dan dihitung apabila 80 biji bertumbuh dan merata maka benih tersebut cukup baik untuk ditanam. Kebutuhan benih per-Ha untuk masing-masing varitas berbeda untuk Jagung Hibrida Bisi 2 dan Jaya 3 adalah 16 Kg/Ha dan 18 Kg/Ha, sedangkan untuk varitas komposit seperti Languru dan Srikandi Kunng adalah 20 Kg/Ha.Varitas tanaman jagung dibedakan atas dua kelompok yaitu :1. Kelompok Hibrida2. Kelompok Komposit (Bersari Bebas)Yang termasuk didalam kelompok hibrida adalah Bisi 2, Jaya 3, Jaya 1, NKR, Bisi 3, Bisi 12. Sedangkan untuk komposit adalah Srikandi Kuning, Languru, F.M dan Bisma.Kedua kelompok varitas ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.Kelebihan Hebrida Produksi tinggi tapi tidak bisa ditanam berulangkali dan harga bibitnya mahal. Sedangkan Komposit Produksi dibawah Hibrida tetapi dapat ditanam berulang kali dan harga bibit murah.B. Persiapan LahanPembersihan lahan untuk tanaman Jagung dilakukan pada saat 2 Minggu sebelum datangnya hujan atau pada pertengahan bulan Oktober karena diperkirakan akan turun pada bulan Nopember dan pada bulan Maret.Persiapan Lahan/Pembersihan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan Herbisida (Obat Pembasmi Rumput). Ada 1 Jenis Herbisida yang ada dipasaran yaitu Pra Tumbuh dan Purna Tumbuh atau Kontak dan Sistimik dengan nama dagang seperti Lindas, Bismilang, Rundup, Topan DMA adapun cara pengendalian Gulma sebagai berikut :- Penyemprotan dilaksanakan pada saat Gulma tumbuh serentak atau pada umur 2 minggu.- Jika Gulma/Rumput telah berbunga sebaiknya diparas/dibabat terlebih dahulu.- Penyemprotan dilakukan pada saat rumputsudah kering dari embun( Jam 9 s/d 10 Pagi s/d jam 2 Siang atau diperkirakan pada 3 s/d 4 jam tidak akan turun hujan.- Jika pada areal terdapat rumput kangkung atau sejenisnya yang banyak mengandung air maka dapat dicampur dengan DMA 6. Kedalam campuran Lindas/Bismilang.- Penyemprotan dilakukan secara merata dipermukaan daun.- Gunakan Tali atau Ajir pada saat penyemprotan untuk mengurangi pemborosan Herbisida.- Gunakan air yang bersih dan tidak berwarna/lumpur.- Dosis/ukuran Herbisida adalah 100 s/d 120 cc/15 liter air untuk Herbisida Bismilang/Rundup dan 200 cc/15 liter air untuk Herbisida Lindas. sedangkan berdaun lebar 4 s/d 5 liter untuk Herbisida Lindas adalah 5 s/d 6 liter/Ha.C. Penanaman- Sebelum dilakukan penanaman terlebih dahulu dibuat ajir yang terbuat dari Bambu dengan ukuran 75/80 Cm, panjang ajir antara 3 s/d 4 meter atau disesuaikan.- Tali yang akan digunakan sebaiknya telah diberi ukuran 20 Cm atau 40 Cm yang diikat dengan Tali Rafia.- Benih direndam terlebih dahulu dengan air yang dicampur dengan furadan 3 G atau Petrofur untuk 5 Kg Jagung, 100 Gram Furadan atau petrofur 3 G antara 8 s/d 10 jam untuk benih yang telah lama disimpan.- Benih ditanam dengan cara ditugal sedalam 3 Cm, lubang tanam dibuat 2 buah dengan jarak 5 Cm yang satui untuk benih dan yang satu untuk pupuk. Sedang jarak tanam adalah 75 x 20 Cm/1 benih/lubang atau 75 x 40 Cm/2 benih/lubang tanam untuk varitas Srikandi Kuning dan 80 x 20 atau 80 x 40 Cm untuk Hibrida, Bisi 2, sedangkan Hibrida Jaya 3 75 x 20 atau 75 x 40 Cm. - Pupuk diletakan dilubang Kedua. - Penanaman dilakukan pada awal atau akhir hujan.- Pada tanah yang tergenang perlu dibuat Drenase untuk membuang air yang tergenang. T A B E L. 1JARAK TANAM, KEBUTUHAN BENIH DAN POPULASI TANAM / HEKTAR DAN PRODUKSI RATA-RATA/HEKTAR No. Varitas JarakTanam (Cm) KebutuhanBenih/Ha PopulasiTanaman ProduksiAB.. HibridaBisi 2Komposit 80x20/80x4075x20/75x40 16 Kg20 Kg 62,50066,500 9 ton/Ha7,92 Ton/Ha BAB. IV. PEMELIHARAAN TANAMAN A. Penyulaman/Penjarangan- Penyulaman dilakukan pada umur 7 hari setelah tanam.- Jangan lakukan penyulaman diatas 7 hari karena akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.- Penjarangan dilakukan pada umur 3 minggu pada saat pemupukan kedua, hasil penjarangan dapat digunakan untuk makanan ternak.B. Penyiangan - Penyiangan dilakukan pada umur tanaman 3 s/d 4 minggu.- Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul sekaligus membumbun, jika tersedia tenaga kerja.- Penyiangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan Herbisida sebagai berikut :- Penyemprotan gulma dilakukan diantara barisan dan antara tanaman pada umur 2 s/d 3 minggu dengan Herbisida lindas/Bismilang yang dicampur dengan DMA.6.- Jika areal pertanaman 75 % tanaman Teki, Jela-jela, Rumput kacang maka cukup dengan lindas dengan dosis 80 s/d 100 cc/15 liter air. - Jika areal pertanaman 50 : 50 Rumput campuran teki dan kangkung maka dicampur dengan DMA.6 dengan dosis 30cc/15 Liter air.C. PemupukanPemupukan pada tanaman Jagung untuk Hibrida sebanyak 3 kali sedangkan untuk Jagung Komposit 2 kali dengan dosis sebagai berikut:- Urea = 150 Kg/2,5 Gram/Tanaman- SP36 = 100 Kg/3,8 Gram/Tanaman- KCL = 75 Kg/1,2 Dosis/Pohon = 7 Gram/tanaman untuk pupuk tunggal sedangkan untuk pupuk majemuk NPK/Phonska adalah sebagai berikut :- NPK/ Phonska = 300 Kg- Urea = 200 Kg TABEL. 2CARA PEMBERIAN PUPUK PADA TANAMAN JAGUNGVaritas Dosis/Kg/Ha Pupuk Dasar/Phn Susulan I Susulan II CaraPemberianHibrida Urea. 150TSP. 150KCL. 50 2,52,81,2 2,5-- 2,5-- TugalTugalTugalKomposit Urea. 200TSP. 100KCL. 50 1,51,50,75 1,5-- --- TugalTugalTugalHibrida NPK/Phonska.300Urea. 200 2,40- 2,400,5 -1 TugalTugalKomposit Phonska. 300Urea. 200 4,52,40 -2,40 -- TugalTugal - Pada pemupukan pertama saat tanam untuk urea diberikan 1/3 bagian dan 2/3 bagian diberikan pada umur 3 s/d 4 minggu, sedangkan pupuk ketiga pada umur 40 hari setelah tanam, sedangkan pupuk TSP dan KCL diberikan sekaligus.- Untuk pupuk Phonska pada saat tanam dicampur dengan urea bagian dari dosis dan sisanya pada umur 21 dan 35 hari saat tanam dengan cara tugal.- Hasil uji coba pada kegiatan Bimtek dilahan Praktik Distan Kota Tikep, pemberian pupuk Urea Kedua pada umur 3 s/d 4 minggu dilakukan dengan cara tabur disekitar batang tanaman pada saat datangnya musim hujan- Hasilnya tidak berbeda nyata dengan yang tugal baik tinggi tanaman maupun produksi.D. Pengendalian Hama dan Penyakit (HAPPEN)1. .Hama - Lalat Bibit (Atherigona Exiqual). Hama ini menyerang tanaman yang bertumbuh sampai umur bulan dan menyerang titik tumbuh yang berakibat tanaan akan kerdil dan kekuning-kuningan pada serangan berat tanaman akan layu dan mati. Pencegahan; Tanam serempak, Penggiliran Tana, Pemberian furadan pada saat Tanam.- Ulat Tanah ( Agrotis SP ) Menyerang tanaman masih muda dengan memotong batang dekat permukaan tanah/biji yang baru tumbuh.Pencegahan; Membakar sisa tanaman, Sanitasi Penggenangan air sebelum penanaman, Tanam serempak.Apabila serangan berat penyemprotan pada sore menjelang alam hari dengan Pestisida Kontak.- Penggerek Batang ( Sesamia Inferens ) Menyerang batang muda dan tua. Pengendalian dengan cara menabur furadan 3 G pada pucuk daun 5 s/d 10 butir pada umur 1 bulan.- Penggerek tongkol ( Heliothis Arougera )Menyerang pucuk daun tetapi lebih menyukai tongkol.Meletakan telur dipucuk daun pada saat tanaman jagung mulai berbunga kemudian setelah menjadi ulat akan turun kebawa dan masuk melalui ujung buah dan menggerek buah.- PencegahanPemberian furadan pada ketiak daun yang akan tumbuh buah.2. Penyakit Penyakit yang menyerang tanaman jagung lebih disebabkan oleh jamur, bakteri, Virus dan Namatoda. Karena kelembaban yang tinggi, penyakit yang sering menyerang areal tanah Jagung adalah :Busuk Batang. Penyakit ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari yang kurang pada arealPertanaman menyerang tanaman pada umur diatas 1 bulan pada saat pembungaan sampai pengisian polong. 3. Penyakit Bulai. - Gejala serangan yaitu pada permukaan daun terdapat garis-garis sejajar tulang daun dan berwarna putih sampai kuning dan kerdil.- Pencegahan : tanam-tanaman yang tahan seperti, Srikandi Kuning, CPI, Bisi 2, Jaya dan lainnya. Perlakuan benih dengan Fungsida misalnya, Ridomil, Siromil pada benih sebelum tanam dengan dosis 2 Gram dicampur 10 ml air dan dicampur dengan 1 Kg Jagung sebelum ditanam. BAB. V. PANEN DAN PASCA PANEN Tanaman Jagung dapat dipanen pada umur 105 s/d 110 hari untuk jagung Srikandi Kuning, dan Hibrida Bisi 2, sedangkan untuk Jagung Lokal 115 s/d 120 hari. Tanda-tanda lain apabila 75 % daun telah kering dan apabila biji ditekan tidak membekas bisi mengkilat, kadar air 20 %.Pengeringan dapat dilakukan dengan tongkol atau pipilan untuk memudahkan pemipilan maka setelah dipanen dijemur dengan tongkol selama 6 s/d 7 hari untuk menurunkan kadar air sampai dengan 14 % dan dibolak-balik setiap hari bila ketebalanmencapai 10 s/d 15 Cm. Penjemuran dapat dilakukan diatas lantai jemur yang terbuat dari semen, dapat juga dari papan untuk mengurangi pemakaian tenaga kerja yang banyak maka pengeringan tongkol dapat dilakukan diareal pertanaman dengan membuang atau merampas seluruh Daun selama 1 Minggu jika cuaca serah, setelah dipetik angsung dipipil dengan menggunakan mesin atau tangan.Alat pemipil jagung dapat dibuat dari ban bekas yang disayat berbentuk kotak-kotak dengan ukuran 0,5 s/d 1 Cm lebar tergantung selera dan ditempelkan pada papan.Setelah dipipil dikeringkan hingga kadarair mencapai 14 % untuk penyimpanan. Jika hendak disimpan maka berilah alas dari papan 10 s/d 15 Cm dari lantai. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan karung plastik untuk konsumsi sedangkan untuk benih dalam kaleng atau Drum untuk mencegah hama gudang. BAB.VI. ANALISA USAHA TANI JAGUNG MT.1 ( 1 Ha ) Sistim TOT hasil uji coba jagung Komposit, Srikandi Kuning:1. Biaya Tetap - Sewa Tanah : Rp. 200,000.- - Biaya Pagar : Rp. 600,000.- - Terpal 6 x 8 2 Buah @ Rp. 250,000.- : Rp. 500,000.- - Handsprayer Solo 1 Buah @ Rp. 350,000.- : Rp. 350,000.- Rp 1,650,000.- 2.. Biaya Tidak TetapA. Biaya Tenaga Kerja- Pemupukan susulan 3 HOK @ Rp. 30,000.- : Rp. 90,000.- - Panen 25 HOK @ Rp. 30,000.- : Rp. 750,000.-- Penjemuran 5 HOK @ Rp. 20,000.- : Rp. 100,000.-- Pemipilan 10 HOK @ Rp. 30,000.- : Rp. 300,000.-- Biaya Paras 20 HOK @ Rp. 30,000.- : Rp. 600,000.-- Pengendalian Gulma 4 HOK @ Rp. 30,000,- : Rp. 120,000.- - Penanaman/ Pemupukan 20 HOK @ 30,000. : Rp. 600,000.-- Penyulaman 1 HOK @ Rp. 30,000.- : Rp. 30,000.-- Penyiangan/Hibrida 4 HOK @ Rp. 30,000.- : Rp. 120,000.-- Biaya Transportasi : Rp. 250,000.- Jumlah : Rp. 2,380,000.- B. Sarana Produksi- Benih 20 Kg @ Rp. 12,500.- : Rp. 250,000.-- Pupuk Urea 200 Kg @ Rp. 2,000,- : Rp. 400,000.-- Pupuk Phonska 200 Kg @ Rp. 350,- : Rp. 700,000.-- Pestisida / Bismilang 6 Ltr @ Rp. 60,000.- : Rp. 360,000.-- Furadan 3 G 4 Kg @ Rp. 25,000. : Rp. 100,000.-- Karung 160 Buah @ Rp. 2,000,- : Rp. 320,000.- Jumlah : Rp. 2.450.000,-3. Produksi = 6,500 Kg/Ha = 6,500 x Rp. 1,500 =: Rp. 9,750,000.-4. Keuntungan ( Benefit ) = Total Produksi Total Pengeluaran = 9,750,000.- 7,180.000.- =: Rp. 2,570,000.-Analisa titik Impas Pulang Modal ( BEP ) = Total Biaya Produksi Harga ditingkat Petani = 7,130,000 = 4,753 Kg 1,500 Harga Produksi = Total Biaya Produksi Total Produksi = 7,130,000.- 6,500 = 1,096 B / C = Ratio = = Jumlah Produksi Jumlah Pengeluaran = 9,750.000 7,130,000 = 1,360. BAB.VII KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULANBerdasarkan hasil kajian pengaruh pengolahan tanah terhadap produksi jagung lahan kering maka di tarik kesimpulan sebagai berikut:1. Budidaya jagung dilahan kering dengan system TOT tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jagung system OT, bahkan berat tongkol pada system TOT lebih berat daripada dengan menggunakan pengolahan tanah 2. Biaya tenaga kerja pada system tanpa olah tanah,dimana persiapan lahan dan pengendalian gulma dengan herbisida lebih murah daripada melakukan pendangiran/pembubunan dengan cangkul 3. Dari analisa usahatani yang dilakukan dengan system tanpa olah tanah maka keuntungan petani sebesar Rp. 2.570.000 dengan B/C Rasio 1,360Dengan kata lain bahwa usaha budidaya tanaman jagung system TOT lebih menguntungkan. B. SARANDengan terbatasnya biaya sehingga pengkajian itu jauh dari kesempurnaan sehingga diharapkan kepada para Penyuluh Pertanian Lapang di Kota Tidore Kepulauan untuk dapat mengembangkan diwilayah kerja masing-masing, sesuai dengan spesifik lokasi. " Terima Kasih " Tidore, Januari 2019 " Waassalam " Ditulis Oleh : Darwin Rauf, S.ST ( Admin Kota Tidore Kepulauan )