Penggerek polong kedelai (Etiella zinckenella Treitschke) merupakan hama penting dan dilaporkan terdapat pada semua sentra pertanaman kedelai di Indonesia. Selain E. zinckenella, ada empat spesies penggerek polong lain yang diidentifikasi di Indonesia, yaitu E. hobsoni Butler, E. chrysoporella Meyrick, E. grisea drososcia Meyrick Stat.n., dan E. behrii Zeller. E. zinckenella merupakan spesies yang paling dominan dan mengakibatkan kehilangan hasil panen kedelai hingga 80%. Kehilangan hasil tersebut merupakan dampak dari gerekan larva pada polong dan biji. Bintik coklat pada polong yang tertutupi oleh benang pintal merupakan jalan masuknya larva dan lubang besar pada polong sebagai jalan keluar larva dewasa untuk melanjutkan stadium pupa di dalam tanah. Polong yang terserang juga ditandai oleh butiran-butiran kotoran yang terikat satu sama lain oleh benang pintal berwarna coklat kekuningan dan adanya gerekan pada biji. Makalah ini menelaah kemajuan penelitian penggerek polong kedelai di Indonesia, meliputi bioekologi E. zinckenella (biologi, fluktuasi populasi, pola pembentukan polong, iklim, musuh alami, tanaman inang, dan tanggap varietas), komponen pengendalian (sanitasi, tanam serempak, pergiliran tanaman, pola tanam, tanaman perangkap, pestisida nabati, varietas tahan, biologi, dan kimia), serta rekomendasi pengendalian penggerek polong secara terpadu (PHT).